Penguatan Nilai Kebangsaan dan Sosial Sejak Usia Dini

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 26 Agustus 2016
Penguatan Nilai Kebangsaan dan Sosial Sejak Usia Dini

ilustrasi (Foto merahputih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Penguatan nilai kebangsaan yaitu Pancasila dan nilai sosial Bhinneka Tunggal Ika dari usia dini akan menjadi benteng dalam mencegah aksi terorisme yang menyasar anak-anak kecil. Untuk itu, harus ada upaya serius untuk merealiasasikan itu karena faktanya kelompok radikal terorisme telah menjadikan anak untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

“Ini sangat menyedihkan dan miris, di mana anak-anak yang seharusnya harus ceria dan bermain, justru digunakan untuk melancarkan aksi terorisme bom bunuh diri. Ini bukti pelaku terorisme itu tidak bisa diprediksi. Anak-anak kecil dijadikan ‘pengantin’. Tentu ini tidak terduga sama sekali,” kata Ketua Departemen Kriminologi Universitas Indonesia Kemal Darmawan di sela-sela FGD Penyusunan SOP Sistem Keamanan Obvit Ketenagalistrikan dan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) atau Sekolah Internasional, Jumat (26/8).

Seperti diketahui, beberapa hari lalu terjadi aksi bom bunuh diri di kota Gazientep, Turki yang menewaskan 52 orang. Aksi itu dilakukan anak kecil berusia 12 tahun. Kemudian di Kirkuk, Irak, hampir terjadi peristiwa dimana seorang anak berusia 14 tahun yang dibadannya sudah dipasang bom seberat 2 kg. Beruntung, aksi itu digagalkan pihak keamanan setempat.

Kemal menilai, kejadian itu memang berada di Timur Tengah. Tapi tidak menutup kemungkinan, pelaku terorisme di Indonesia yang berafiliasi ke ISIS, akan melakukan aksi serupa dengan menggunakan anak-anak sebagai pemantiknya. Tentu ini harus diantisipasi dan dicegah. 

“Di sini peran keluarga sangat vital. Anak-anak seusia itu seharusnya dalam lindungan orang tua. Dan penguatan atau pengamalan nilai Pancasila serta pengendalian sosial menjadi kunci untuk mencegah aksi terorisme di kalangan anak-anak kecil,” imbuh pria yang juga Ketua Tim Ahli Penyusunan SOP Sistem Keamanan Lingkungan dan Obvit dan Transportasi ini.

Menurutnya, ada sesuatu yang terjadi dalam pengendalian sosial bila sampai anak-anak kecil dimanfaatkan dalam aksi terorisme. Pasalnya, anak-anak itu seharusnya belum dicekoki paham radikal terorisme, meskipun mereka tinggal di lingkungan terorisme atau bahkan anak-anak pelaku terorisme.

“Terorisme itu ideologi dan anak-anak tidak mungkin menyelami dengan sendiri. Ada bujukan dan doktrin yang sengaja dimasukkan ke mereka. Karena itu harus ada tindakan nyata untuk menyikapi fakta ini,” terang Kemal.

Sementara itu, menyikapi pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam sebuah negara majemuk seperti Indonesia, DR Achmad Muhibbin Zuhri, dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menilai, kemajemukan Indonesia justru modal bagi bangsa dalam membendung paham radikal terorisme.

“Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan hidup bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibungkus semangat Bhineka Tunggal Ika. Karena itu para pendiri bangsa memilih Pancasia sebagai dasar negara. Ini harus diamalkan terus menerus sehingga bangsa Indonesia akan imun dari propaganda paham radikal terorisme,” kata Muhibbin Zuhri.

BACA JUGA:

  1. Pancasila dan Kearifan Lokal Dinilai Efektif Cegah Terorisme
  2. Kepala BNPT Ajak 17 K/L Sinergi Tangani Terorisme
  3. BNPT dan Komnas HAM Tandatangani MoU Pencegahan Terorisme
  4. Ketua MPR: Radikalisme dan Terorisme Tak Ada Tempat di Indonesia
  5. Franz Magnis: Terorisme Harus Ditindak Tegas
#Bhinneka Tunggal Ika #Pancasila #Radikalisme #Terorisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia dan Takhta Suci Vatikan Sepakat Internasionalisasikan Nilai Pancasila
Indonesia bersama Vatikan akan terus mempromosikan perdamaian dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Indonesia dan Takhta Suci Vatikan Sepakat Internasionalisasikan Nilai Pancasila
Indonesia
Prabowo Tegaskan Politik Persatuan Nasional, Ajak Semua Elemen Bangsa Utamakan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto menegaskan politik persatuan nasional dan mengajak seluruh elemen bangsa menjaga keberagaman serta mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Prabowo Tegaskan Politik Persatuan Nasional, Ajak Semua Elemen Bangsa Utamakan Rakyat
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
DPW KPN DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Pancasila, Perbedaan dapat Dikelola Jadi Kekuatan Bersama
Upacara berlangsung dengan khidmat melalui rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
DPW KPN DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Pancasila, Perbedaan dapat Dikelola Jadi Kekuatan Bersama
Indonesia
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pancasila sebagai pegangan bangsa Indonesia di tengah konflik global.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Bagikan