Pengguna Rokok Elektrik 5 Kali Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19

annehsannehs - Jumat, 14 Agustus 2020
Pengguna Rokok Elektrik 5 Kali Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19

Ilustrasi Vape (Foto: pixabay/lindsayfox)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJAK awal masa pandemi, telah hadir segelintir pertanyaan mengenai kaitan antara vaping dengan COVID-19. Pertanyaan ini wajar menimbulkan keresahan, mengingat Corona merupakan virus yang menyebabkan gangguan pernapasan dan mampu menyebar melalui droplets.

Virus Corona pertama kali dilaporkan menginfeksi warga Wuhan, China. (Foto ABC12)
Virus Corona pertama kali dilaporkan menginfeksi warga Wuhan, China. (Foto ABC12)

Sebuah penelitian dari Journal of Adolscent Health yang dipublikasikan Selasa (12/8) mengungkapkan kaitan antara penggunaan e-cigarette atau vape dengan risiko COVID-19.

Baca juga:

Self-Quarantine Bagai LDR, Lakukan 4 Cara Pacaran Ala Pandemi Corona!

Para peneliti di Stanford University merekrut 4.351 partisipan pada rentang usia 13-24 tahun dan meminta informasi-informasi seperti pernahkah mereka menggunakan alat vaping atau rokok elektrik, merokok atau nge-vape selama 30 hari terakhir, merasakan gejala COVID-19, atau dites COVID-19.

Dilansir dari Health, data yang dikoleksi dari survei tersebut mengatakan infeksi COVID-19 berkaitan dengan penggunaan rokok elektrik, rokok biasa, dan vape.

 Jangan sharing perangkat vape. (Foto Pexels Anna Shvets)
Jangan sharing perangkat vape. (Foto: Pexels/Anna Shvets)

Secara spesifik, para peneliti mengetahui pemuda yang nge-vape atau menggunakan rokok elektrik cenderung lima kali lebih berpotensi terkena COVID-19 daripada mereka yang tidak nge-vape. Dan jika mereka nge-vape atau menggunakan rokok elektrik dan merokok biasa, mereka tujuh kali lebih rentan terkena COVID-19.

Meski penelitian ini tidak menyebutkan alasan-alasan dari kesimpulan di atas, tetapi ada beberapa hipotesa mengenai hasil penelitian tersebut.

Baca juga:

Hipmi Jaya Kritik Kebijakan Cukai Hambat UMKM Kuasai Pasar Rokok Eletrik

"Pertama, kita tahu bahwa vaping merusak paru-paru dan sistem imun, jadi bisa jadi para pemuda yang menggunakan e-cigs dan terekspos virus akan lebih dirugikan oleh virusnya," ungkap Bonnie Halpern-Felsher, PhD, profesor pediatri dan direktur penelitian pada divisi kedokteran remaja di Standofd University kepada Health.

Apa kamu salah satu pengguna vape?(Foto pixabay haribe)
Apa kamu salah satu pengguna vape? (Foto: pixabay/hariberliu)

Ia juga mengatakan bisa jadi orang-orang yang merokok atau vaping lebih rentan terinfeksi COVID-19 karena mereka biasanya sering berbagi perangkat e-cig mereka. Mereka juga cenderung lebih sering menyentuh mulut dan tangan mereka.

"Dan juga, gumpalan besar aerosol bisa membawa virus ke dalam aeorosol dan kemudian terhirup jauh ke dalam paru-paru," tambahnya. (shn)

Baca juga:

Cegah Hoaks, Instagram Hadirkan Fitur Pendeteksi Foto Palsu

#Vape #Rokok Elektronik #Bahaya Vape #COVID-19 #Virus Corona
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Indonesia
Cegah Perokok Muda, Kemenkes Seragamkan Desain Bungkus Rokok Konvensional dan Elektrik
Kebijakan baru ini bertujuan menekan daya tarik produk bagi anak dan remaja serta menekan prevalensi perokok muda.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Cegah Perokok Muda, Kemenkes Seragamkan Desain Bungkus Rokok Konvensional dan Elektrik
Indonesia
BNN Ungkap Ratusan Liquid Vape Mengandung Narkotika, Wamenkes: Bahaya bagi Generasi Muda
Wamenkes Benjamin Paulus mengaku terkejut setelah mendapat laporan BNN soal penyalahgunaan vape untuk narkoba. Usai temuan 298 liquid vape mengandung narkotika.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
BNN Ungkap Ratusan Liquid Vape Mengandung Narkotika, Wamenkes: Bahaya bagi Generasi Muda
Olahraga
Barcelona Rayakan Gelar Liga Spanyol 2025/26, Wojciech Szczesny Asyik Ngevape di Atas Bus
Wojciech Szczesny terlihat asyik ngevape di atas bus, ketika Barcelona merayakan juara Liga Spanyol 2025/26. Aksinya pun menjadi sorotan.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Barcelona Rayakan Gelar Liga Spanyol 2025/26, Wojciech Szczesny Asyik Ngevape di Atas Bus
Dunia
Inggris Larang Penjualan Rokok kepada Orang Kelahiran 2008, Bikin Generasi Pertama tanpa Tembakau
Rancangan Undang-Undang Tembakau dan Vape bertujuan mencegah siapa pun yang lahir setelah 1 Januari 2009, yang kini berusia 17 tahun, untuk mulai merokok.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
 Inggris Larang Penjualan Rokok kepada Orang Kelahiran 2008, Bikin Generasi Pertama tanpa Tembakau
Indonesia
DPR Minta Wacana Larangan Vape Dikaji Matang, Jangan Abaikan Dampak Ekonomi
DPR meminta pemerintah untuk mengkaji wacana larangan vape. Hal itu harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi.
Soffi Amira - Jumat, 17 April 2026
DPR Minta Wacana Larangan Vape Dikaji Matang, Jangan Abaikan Dampak Ekonomi
Indonesia
Polda Metro Pastikan Kebijakan Pelarangan Vape Belum Diputuskan Resmi
Polisi menyebut wacana pelarangan vape masih dikaji meski ditemukan kandungan zat berbahaya seperti methamphetamine dan kanabinoid sintetis dalam cairan vape.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Polda Metro Pastikan Kebijakan Pelarangan Vape Belum Diputuskan Resmi
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
BNN Usul Vape Dilarang di RUU Narkotika, Temuan 341 Sampel Ungkap Fakta Mengkhawatirkan
BNN mengusulkan pelarangan vape dalam RUU Narkotika setelah 341 sampel cairan ditemukan mengandung zat berbahaya seperti sabu dan obat bius.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
BNN Usul Vape Dilarang di RUU Narkotika, Temuan 341 Sampel Ungkap Fakta Mengkhawatirkan
Indonesia
DPR Dukung Larangan Vape, Dinilai Jadi Modus Baru Peredaran Narkoba
DPR mendukung adanya larangan vape yang diusulkan BNN. Vape dinilai menjadi modus baru dalam peredaran narkoba di Indonesia.
Soffi Amira - Rabu, 08 April 2026
DPR Dukung Larangan Vape, Dinilai Jadi Modus Baru Peredaran Narkoba
Indonesia
BNN Temukan Vape Mengandung Sabu dan Obat Bius, Usul Larangan di Indonesia
BNN menemukan vape mengandung sabu, synthetic cannabinoid, dan etomidate. Pemerintah didorong melarang vape untuk tekan peredaran narkotika.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 April 2026
BNN Temukan Vape Mengandung Sabu dan Obat Bius, Usul Larangan di Indonesia
Bagikan