MerahPutih.com - Dalam acara upacara bendera HUT RI ke 77, Rabu (17/8) kemarin, Presiden Joko Widodo membuat kejutan.
Saat selesai acara penaikan bendera Sang Merah Putih, pembawa acara menerima Farel Prayoga untuk bernyanyi di hadapan presiden dan wakil presiden, para menteri dan ribuan warga yang ikut upacara.
Baca Juga:
Farel Prayoga, Penyanyi Cilik yang Meriahkan Upacara Kemerdekaan RI
Farel (12 tahun) yang masih kelas 6 Sekolah Dasar di Banyuwangi adalah seorang anak yang juga pengamen cilik menyanyikan lagu menarik "Ojo Dibandingke" gaya Banyuwangi.
Pengamat kebijakan publik, Azas Tigor Nainggolan menilai, langkah Presiden Jokowi mengajak Farel bernyanyi pada acara HUT RI di Istana bukan hanya untuk menghibur semata.
"Undangan dan ajakan presiden Jokowi ini ada maksud khusus yang ingin disampaikannya kepada publik juga kepada para pejabat atau menterinya," kata Azas Tigor kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (18/8).
Azas Tigor menuturkan, semua yang pernah diundang juga diajak atau yang menjadi perhatian khusus presiden Jokowi adalah para korban dan orang kecil. Seperti komunitas ojek online, petani buah jeruk hingga penternak.
"Pesan yang mau disampaikan oleh presiden Jokowi adalah sikap keberpihakan pada orang dan korban," imbuh Azas Tigor.
Koordinator Forum Warga Kota Jakarta ini menambahkan, Presiden juga ingin rakyat memiliki sikap serta keberpihakan yang sama pada korban dan rakyat kecil.
"Pesan dan sikap kuat ini yang ingin disampaikan pada publik bahwa kita harus selalu berpihak pada orang kecil dan korban ketidakadilan," jelas di.
Baca Juga:
Farel Prayoga Latunkan “Ojo Dibandingke” di Istana Negara, Menteri Ikut Joget
Ia melihat ini pesan penting yang ingin disampaikan oleh presiden Jokowi, kembali mengundang atau mengajak pengamen anak-anak seperti Farel agar rakyat mau peduli dan berpihak pada mereka yang kecil dan para korban ketidakadilan.
Juga presiden ingin memberi contoh kepada para menterinya atau pejabat di pemerintahannya bekerja benar penuh hati bagi rakyat kecil dan para korban ketidakadilan.
"Ya selama ini memang masih banyak rakyat menjadi korban dan menderita harus dibuka agar dapat diselesaikan, maka keadilan dan penghormatan pada kemanusiaan terwujud," imbuh dia.
Tigor berharap, kedepannya Jokowi mau mengundang lagi kelompok rakyat kecil ke Istana Negara.
"Ini untuk membuktikan pemerintah juga memiliki sikap serta keberpihakan yang sama pada korban dan rakyat kecil," tutup Tigor. (Knu)
Baca Juga:
Transformasi Colin Farell di 'The Batman' Sempat Bikin Kaget Lawan Main