MerahPutih.com - Mantan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-11 Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang memfitnah dirinya terkait polemik ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
JK dengan lantang mengungkapan, peran vital membawa membawa Jokowi ke kancah politik nasional hingga menjadi Gubernur Jakarta sampai Presiden RI.
"Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden," kata JK kepada wartawan baru-baru ini di Jakarta, dikutip Minggu (19/4).
Baca juga:
Geram Dituduh Bohir Ijazah Palsu Jokowi, JK Polisikan Rismon Sianipar
Istilah termul yang digunakan JK itu merujuk kepanjangan dari Ternak Mulyono. Adapun, Mulyono merupakan nama masa kecil Jokowi yang akhirnya diganti oleh orang tuanya karena sering sakit-sakitan.
Kilas Balik Pencalonan Jokowi
Bahkan, JK mengaku turun tangan untuk meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar membawa dan mengusung Jokowi sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
Menurut dia, keberhasilan Jokowi menjadi gubernur ini menjadi batu loncatan hingga berhasil menjadi presiden. JK juga mengaku diminta Megawati untuk mendampingi Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
"Ibu Mega bilang ‘Jangan, Pak Jusuf dampingi’. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf wakil-nya. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak ada pengalaman," tutur Wapres di era Presiden Jokowi itu.
Baca juga:
Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan
Saran JK ke Jokowi
Lebih jauh, JK pun kembali menyarankan agar Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya ke publik, supaya kasus ijazah palsu ini tidak berlarut panjang.
"Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu. Itu saja," tutur dia.
Politikus senior itu menegaskan hanya memberikan nasihat rasional agar pemerintah transparan memperlihatkan ijazah tersebut guna mengakhiri keributan masyarakat yang sudah berlangsung selama dua tahun.
"Sudahlah Pak Jokowi, perlihatkan ijazah saja. Itu saja. Timbul sensasi soal ijazah. Kenapa sih? Dan saya yakin itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakatnya berkelahi sendiri. Saya lebih tua dari dia, jadi sebagai orang lebih senior, saya nasihati," pungkasnya. (Asp)