Pengamat Prediksi 2 'Partai Biru' Diuntungkan dari Isu Reshuffle Kabinet

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2020
Pengamat Prediksi 2 'Partai Biru' Diuntungkan dari Isu Reshuffle Kabinet

Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Dok Pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai ada yang 'mendapat' untung dibalik isu reshuffle kabinet yang dilontarkan Presiden Joko Widodo.

Menurut Ujang, ada potensi bergabungnya partai politik di luar pemerintahan yang menyisakan PAN, Demokrat dan PKS mengingat beberapa nama akan dicopot.

"Yang mungkin masuk (bergabung) itu PAN dan Demokrat. Sebagaimana kita tahu, dalam penyusunan kabinet di awal pemerintahan jilid kedua yang lalu," kata Ujang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/7).

Baca Juga

Video Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Strategi agar Menterinya Giat Bekerja

Menurut Ujang, PAN dan Demokrat sudah menjalin komunikasi dengan Jokowi agar bisa masuk koalisi pemerintah. Namun ketika itu masih ada kendala. PAN kendalanya masih ada Amien Rais yang tak ingin PAN ada dibarisan Jokowi.

Sedangkan, kesulitan Demokrat datang dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang tak ingin Agus Harimurti Yudhoyomo (AHY) yang saat ini menjabat Ketum Demokrat masuk dalam kabinet.

"Untuk PKS, sepertinya PKS akan tetap dijalur luar pemerintahan. Karena jika gabung koalisi Jokowi sangat rugi. Paling juga hanya dapat jatah satu menteri. Sedangkan nama baik PKS dipertaruhkan di mata masyarakat," ujarnya.

Ujang menilai, posisi PKS jika tetap di luar pemerintajan sudah tepat. "Dan untungnya lagi bagi partai di luar pemerintahan adalah disaat kinerja pemerintah tak bagus di mata publik, maka yang akan dapat keuntungan elektoral adalah partai oposisi," tuturnya.

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA
Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Presiden Joko Widodo marah kepada para menteri dan pimpinan lembaga negara lantaran tidak maksimal bekerja di tengah pandemi virus corona. Suara Jokowi berulang kali meninggi dan menyebut bakal mengambil langkah yang luar biasa keras.

Jokowi marah saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 18 Juni lalu. Video rekaman saat Jokowi marah diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

Jokowi sudah menunjukkan kegusarannya saat baru mulai bicara. Dia mengatakan bahwa 3 bulan ke belakang hingga saat ini adalah masa krisis akibat pandemi corona. Namun, dia melihat masih ada anggota kabinet bekerja biasa-biasa saja.

"Kita juga mestinya semua yang hadir di sini sebagai pimpinan, sebagai penanggung jawab, kita yang berada di sini bertanggung jawab pada 260 juta rakyat Indonesia. Tolong digarisbawahi dan perasaan itu tolong sama. Ada sense of crisis yang sama. Hati-hati," kata Jokowi dengan nada tinggi meski baru mulai bicara.

Berdasarkan penuturan pihak Organisation for Economic Co-operation and Development beberapa waktu lalu, Jokowi mengingatkan bahwa perekonomian dunia terkontraksi minus 6 hingga 7,6 persen. Bank Dunia pun sudah minus 5 persen.

Baca Juga

Ancam Reshuffle Kabinet, Jokowi Cuma Gertak Sambal

Akan tetapi, Jokowi melihat masih ada anggota kabinet yang tidak khawatir sehingga bekerja biasa-biasa saja. Tidak ada tindakan luar biasa untuk mengantisipasi krisis. "Jangan biasa-biasa saja. Jangan linear. Jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali," kata Jokowi dengan nada tinggi.

"Saya melihat masih banyak kita yang menganggap ini normal. Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan," tambahnya. (Knu)

#Reshuffle Kabinet #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Meminta Prabowo memiliki parameter yang jelas dalam mengevaluasi anggota kabinet.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Indonesia
Habis Kena PHK, Eks Menkeu Purbaya Mau Mancing Sambil Melamun Kenapa Dipecat
Memang ada-ada saja pernyataan yang disampaikan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bikin masyarakat geleng-geleng kepala sambil tertawa.
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Habis Kena PHK, Eks Menkeu Purbaya Mau Mancing Sambil Melamun Kenapa Dipecat
Indonesia
Isi Garasi Menkeu Suahasil Nazara: Ada Sedan 13 Tahun di Balik Aset Ratusan Miliar
Penasaran dengan harta kekayaan Suahasil Nazara yang baru dilantik jadi Menteri Keuangan? Intip rincian LHKPN dan koleksi mobilnya di sini, ternyata ada mobil tua lho!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Isi Garasi Menkeu Suahasil Nazara: Ada Sedan 13 Tahun di Balik Aset Ratusan Miliar
Indonesia
Pesan Prabowo ke Suahasil Nazara Usai Resmi Gantikan Purbaya
Suahasil merupakan Menteri Keuangan ketiga di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan sebelumnya, yaitu Purbaya dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Pesan Prabowo ke Suahasil Nazara Usai Resmi Gantikan Purbaya
Indonesia
Ditelepon Pagi Sebelum Dilantik, Suahasil Ngaku Tidak Bicara Dengan Purbaya
Suahasil mengaku telah menghadap Presiden Prabowo Subianto terlebih dulu sebelum dilantik sebagai menkeu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Ditelepon Pagi Sebelum Dilantik, Suahasil Ngaku Tidak Bicara Dengan Purbaya
Indonesia
Profil Menkeu Suahasil Nazara, Jejak Akademis Seperempat Abad Bendahara Negara Baru
Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Simak profil lengkap dan rekam jejaknya di sini!
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Profil Menkeu Suahasil Nazara, Jejak Akademis Seperempat Abad Bendahara Negara Baru
Indonesia
Profil Suahasil Nazara Yang Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Diangkat Jokowi Jadi Wamenkeu di 2019
Sebelum mencapai puncak kariernya di Lapangan Banteng sebagai Menteri Keuangan, ia meniti jembatan profesi dari dunia akademisi hingga birokrasi struktural dan mulai mengajar sebagai dosen di FEB Universitas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Profil Suahasil Nazara Yang Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Diangkat Jokowi Jadi Wamenkeu di 2019
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Menko Pratikno Buru-Buru ke Istana
Pratikno menjelaskan keputusan dirinya segera langsung meluncur ke Istana murni untuk memenuhi protokol acara yang telah dijadwalkan Sekretariat Presiden pada pukul 15.00 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Menko Pratikno Buru-Buru ke Istana
Indonesia
51,9 Persen Publik Ingin Prabowo Reshuffle Kabinet, Terutama Menteri Ekonomi dan Hukum
Penurunan tingkat kepuasan tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi kinerja kabinet.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
51,9 Persen Publik Ingin Prabowo Reshuffle Kabinet, Terutama Menteri Ekonomi dan Hukum
Indonesia
Bantah Sakit Mundur dari Kabinet, Menko Pratikno Lagi Tugas Cek Kebakaran Bromo
Menko PMK Pratikno membantah rumor mundur dari Kabinet Merah Putih karena sakit.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Bantah Sakit Mundur dari Kabinet, Menko Pratikno Lagi Tugas Cek Kebakaran Bromo
Bagikan