Pilpres 2019

Pengamat Nilai Pengaruh Jusuf Kalla dalam Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Besar

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 21 Agustus 2018
Pengamat Nilai Pengaruh Jusuf Kalla dalam Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Besar

Wapres JK. (Facebook/Wakil Presiden RI - Jusuf Kalla)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Keberadaan Jusuf Kalla dalam tim kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin akan berpengaruh besar dalam perolehan suara pasangan ini di Pilpres 2019.

Menurut pengamat politik Teguh Yuwono, posisi Wapres JK sebagai dewan pengarah tim kampanye nasional (TNK) Jokowi-Kiai Ma'ruf juga mengatrol keterpilihan Partai Golkar.

Teguh Yuwono memperkirakan H.M. Jusuf Kalla (JK) akan berpengaruh kuat pada elektabilitas Jokowi, khususnya di Partai Golkar yang pada Pemilu 2014 meraih 18.432.312 (14,75 persen) suara.

"Jusuf Kalla kuat di Makassar dan daerah di Indonesia timur lainnya. Selain daerah itu, juga kuat di Aceh," kata Teguh yang juga Ketua Program Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Diponegoro Semarang.

Wapres Jusuf Kalla
Wapres Jusuf Kalla. (Twitter @wapres_ri)

Alumnus Flinders University Australia itu di Semarang, Selasa (21/8) mengatakan bahwa tidak ada jaminan angka persen suara pasangan Jokowi dan Ma'ruf sama dengan persentase suara partai pengusung yang notabene peserta Pemilu 2014.

Pada Pemilu Anggota DPR RI 2014, PDIP meraih 23.681.471 (18,95 persen) suara, Golkar 18.432.312 (14,75 persen) suara, PKB 11.298.957 (9,04 persen), NasDem 8.402.812 (6,72 persen), PPP 8.157.488 (6,53 persen), Partai Hanura 6.579.498 (5,26 persen), dan PKPI 1.143.094 (0,91 persen).

Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno diusung Partai Gerindra sebanyak 14.760.371 (11,81 persen) suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 8.480.204 (6,79 persen), Partai Amanat Nasional (PAN) 9.481.621 (7,59 persen), dan Partai Demokrat 12.728.913 (10,19 persen). Total partai koalisi ini sebanyak 36,38 persen dari jumlah suara sah pada Pemilu 2014.

Teguh Yuwono sebagaimana dilansir Antara menekankan bahwa tidak ada jaminan suara Pilpres 2019 sama dengan perolehan partai pengusung pada Pemilu 2014. Akan tetapi, ada kecenderungan yang mirip.

"Naik-turunnya sekitar itu atau sekitar 62,16 persen untuk pasangan Jokowi/Ma'ruf dan sekitar 36,38 persen pasangan Prabowo/Sandiaga. Belum ditambah dua partai baru, Perindo dan PSI, yang mendukung pasangan Jokowi/Ma'ruf," katanya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Klasemen Medali Hari ke-4 Asian Games, Indonesia ke-4 Diapit Dua Korea

#Jusuf Kalla #Pilpres 2019 #Presiden Jokowi #KH Ma'ruf Amin
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
PSI beralasan kasus yang menyeret Grace bukan urusan partai karena melibatkan pernyataan yang menjadi tanggung jawab pribadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
Indonesia
Disinggung Jusuf Kalla soal Peran Jadi Presiden, Jokowi: Saya Bukan Siapa-siapa, Cuma Orang Kampung
Presiden ke-7 RI, Jokowi, menanggapi statement Jusuf Kalla. Ia menyebut bahwa Jokowi menjadi presiden berkat dirinya.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Disinggung Jusuf Kalla soal Peran Jadi Presiden, Jokowi: Saya Bukan Siapa-siapa, Cuma Orang Kampung
Indonesia
JK: Kasih Tahu Termul-Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!
Istilah termul yang digunakan JK itu merujuk kepanjangan dari Ternak Mulyono. Adapun, Mulyono merupakan nama masa kecil Jokowi yang akhirnya diganti oleh orang tuanya karena sering sakit-sakitan
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
 JK: Kasih Tahu Termul-Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!
Indonesia
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM
Politikus Gerindra Wihadi Wijanto menegaskan APBN Indonesia masih kuat dan mampu menahan dampak kenaikan energi global, merespons usulan Jusuf Kalla soal kenaikan BBM.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 April 2026
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM
Indonesia
Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan
Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan pihaknya tidak mau berspekulasi soal sosok orang besar di balik ijazah palsu.
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan
Indonesia
PMI Buka Rekening Bantuan Buat Iran, Gandeng Pakistan Buat Beli Obat-Obatan
JK menyampaikan bahwa minggu ini, tim PMI akan ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pengadaan obat-obatan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
 PMI Buka Rekening Bantuan Buat Iran, Gandeng Pakistan Buat Beli Obat-Obatan
Indonesia
Geram Dituduh Bohir Ijazah Palsu Jokowi, JK Polisikan Rismon Sianipar
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) geram namanya ikut diseret-seret dalam kasus polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi)
Wisnu Cipto - Rabu, 08 April 2026
Geram Dituduh Bohir Ijazah Palsu Jokowi, JK Polisikan Rismon Sianipar
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Berita Foto
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 Maret 2026
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Indonesia
Cewek Tabrak Pagar Rumah JK Sepakat Bayar Ganti Rugi Rp 25 Juta, Polisi Hentikan Perkara
Kepolisian resmi menghentikan perkara penabrakan pagar rumah JK karena pihak korban tidak membuat laporan resmi ke kepolisian.
Wisnu Cipto - Kamis, 19 Februari 2026
Cewek Tabrak Pagar Rumah JK Sepakat Bayar Ganti Rugi Rp 25 Juta, Polisi Hentikan Perkara
Bagikan