Pengamat Kritik Penunjukan Yenny sebagai Komisaris Garuda Bermotif Politik Balas Budi
Presiden Jokowi (kanan) didampingi Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid (kiri) ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
MerahPutih.Com - Pengamat Energi Ferdy Hasiman menilai penunjukan Yenny Wahid sebagai Komisaris Garuda tak tepat.
Menurur Ferdy, Yenny sama sekali tak memiliki kapasitas dan ahli sebagai ahli penerbangan.
Baca Juga:
Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda Indonesia
"Saya kira tak urgen Yenny Wahid jadi Komisaris Garuda. Dia ga punya kompetensi di dunia penerbangan," kata Ferdy kepada merahputih.com di Jakarta, Rabu (22/1).
Ferdy melihat, penunjukkan Yenny adalah pilihan politis karena dia mendukung Jokowi waktu kampanye Pilpres 22019 lalu.
"Harusnya komisaris Garuda harus benar orang yang kompeten agar mampu memberi pengawasan kepada Garuda sebagai maskapai penerbangan tangguh," ungkap Ferdy.
Ia juga melihat, keberadaan Yenny Wahid di komisaris Garuda lebih merepresentasikan kepentingan politik, bukan demi kepentingan bisnis apalagi perbaikan bisnis garuda.
Baca Juga:
Irfan Setiaputra Jadi Dirut, Yenny Wahid dan Triawan Munaf Isi Kursi Komisaris Garuda
"Ini mengulang pola lima tahun lalu, pengangkatan komisaris lebih karena akomodasi politik," jelas Ferdy.
Ferdy melanjutkan, berbeda dengan Chairal Tanjung yang memang memiliki keahilan dan pengalaman di bidang penerbangan.(Knu)
Baca Juga:
Karyawan Garuda Diminta Tak Ikut Berpolemik Dalam Kasus Penyelundupan Motor Harley
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Garuda Indonesia Rekrut 'Pramugari Gadungan' yang Pakai Seragam Maskapai Batik Air
Skill Dewa Atlet Panjat Tebing Indonesia Bikin Negara Tetangga Ngiler Ingin Naturalisasi
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Masuk Musim Libur Natal, Hampir Setengah Pesawat Garuda Indonesia Berstatus Grounded
Garuda Tunda Pengadaan Pesawat Baru, Prioritasnya Perbaikan Armada
Garuda Indonesia Dapat Suntikan Modal Rp 23,67 Triliun Dari Danantara, Begini Alokasinya
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu