Pengamat Imbau Kesadaran Elite Redam Situasi Politik

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 13 Mei 2017
Pengamat Imbau Kesadaran Elite Redam Situasi Politik

Ketua Program Doktoral Ilmu Politik Pascasarjana Universitas Nasional, Dr. TB. Massa Djafar, M.Si. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ketua Program Doktoral Ilmu Politik Pascasarjana Universitas Nasional, Dr. TB. Massa Djafar, M.Si menilai, diperlukan kesadaran elite politik untuk meminimalisir maraknya aksi pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di sejumlah daerah.

Menurut dia, demokrasi di Indonesia belum cukup matang dan masih dalam proses pengembangan kehidupan demokrasi. Untuk itu, para elite politik harus memiliki komitmen yang kuat untuk mengendalikan proses-proses politik yang berkembang dewasa ini.

“Yang terpenting itu adalah kesadaran para elite politik untuk memiliki satu komitmen politik yang kuat untuk mengendalikan proses-proses politik,” kata TB Massa saat ditemui di Menara Universitas Nasional, Kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/5).

Dosen Ilmu Politik Universitas Nasional itu khawatir, jika dinamika politik yang berkembang pasca ditahannya Ahok ke arah adu kekuatan dengan memobilisir massa untuk turun ke jalan, hal tersebut dapat berimplikasi buruk terhadap pembangunan demokrasi Indonesia.

“Itu tidak menguntungkan kita, sebagai suatu bangsa yang sedang membangun demokrasi, kita juga sedang membangun ekonomi, itu tidak menguntungkan,” ucapnya.

TB Massa menyarankan, agar semua pihak dapat menahan diri dan menjunjung tinggi prosedur yang sudah ditetapkan melalui mekanisme hukum. Menurut dia, etika politik dari aktor dan pemimpin yang terlibat sangat penting agar proses politik dan demokrasi berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Yang lebih penting lagi adalah etika politik. Itu yang paling penting, sehingga diharapkan proses-proses politik dan demokrasi itu berjalan sesuai dengan koridor,” tandasnya.

Sebelumnya, massa pendukung Ahok menggelar aksi menyalakan lilin pada Kamis (11/5). Aksi utama pendukung digelar di samping Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jabar. Aksi tersebut juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Mulai Yogyakarta, Medan, Bali, hingga Merauke. (Pon)

Baca berita terkait aksi solidaritas untuk Ahok lainnya di: Balikpapan Gelar Aksi Solidaritas Untuk Ahok

#Pengamat Politik #Kasus Penistaan Agama #Basuki Tjahaja Purnama
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Pramono Anung Murka, Tutup Pintu Maaf Bagi Pelaku Dugaan Penistaan Agama Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Quran
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menolak maaf dan memproses hukum panitia The Sounds Project atas dugaan penistaan agama berupa promo miras berkedok hafalan surah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 12 Agustus 2026
Pramono Anung Murka, Tutup Pintu Maaf Bagi Pelaku Dugaan Penistaan Agama Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Quran
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Bagikan