Pengamat Desak Pemerintah Bubarkan Parpol Korup

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 24 April 2017
Pengamat Desak Pemerintah Bubarkan Parpol Korup

Pengamat hukum pidana dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Umar Husin di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4). (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pengamat hukum pidana dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Umar Husin mendesak pemerintah mengambil langkah tegas membubarkan partai politik (parpol) yang terlibat kasus korupsi.

Menurut dia, hal tersebut untuk meminimalisir kasus korupsi yang kerap melibatkan kader maupun partai politik di negeri ini.

"Bubarkan saja partai politik yang terbukti terlibat kasus korupsi," kata Umar dalam diskusi bertema 'Partai Politik & Budaya Korupsi', di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4).

Umar menuturkan bahwa semua teori demokrasi sudah pernah diterapkan di negeri ini. Namun, dia menyayangkan budaya korupsi masih tetap tinggi hingga hari ini.

Umar menilai, ada dua kemungkinan untuk membubarkan partai politik yang terlibat kasus korupsi.

"Pertama, inisiatif sendiri dan kedua, dibubarkan MK (Mahkamah Konstitusi) tetapi limited, tidak ada kata-kata apabila partai melakukan korupsi. Harus ada masyarakat yang mengajukan ke MK pembubaran partai agar jadi pembelajaran buat yang lain," tandasnya.

Umar mencontohkan penanganan korupsi yang terjadi di negara lain seperti para pengacara tersangka maupun terdakwa kasus korupsi di Jepang, mendorong agar kliennya mengakui perbuatannya, tetapi di Indonesia malah ditutup-tutupi oleh pengacaranya.

"Tapi di sini lawyer mencari jalan keluar agar kliennya bisa bebas. Bahkan tidak sedikit yang menjadi perantara suap. Kalau di Jepang, terbukti korupsi mereka harakiri," ujar Umar.

Maraknya korupsi yang terjadi di Indonesia, menurut Umar disebabkan oleh empat faktor ini; pertama terkait Undang Undang pemberantasan korupsi, kedua terkait dengan unsur aparat, ketiga masalah sarana dan prasana, kemudian yang keempat terkait dengan kultur antikorupsi yang masih rendah.

"Indeks korupsi masih tinggi. Indonesia berada di posisi 97 dari 190 negara. Kita sedikit di atas Korea Utara dan Libya," tandasnya. (Pon)

Baca berita terkait kasus korupsi lainnya di: Cegah Korupsi, Politisi PAN Minta Negara Biayai Partai

#Kasus Korupsi #Partai Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KPK Siapkan Opsi Jemput Paksa, Benarkah Menteri Nusron Wahid Kabur ke Malaysia?
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid belum dicekal meski mangkir panggilan KPK. Benarkah ia hindari pemeriksaan dan pergi ke Malaysia? Simak fakta lengkapnya.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Oktober 2026
KPK Siapkan Opsi Jemput Paksa, Benarkah Menteri Nusron Wahid Kabur ke Malaysia?
Indonesia
KPK Geledah 8 Lokasi Kasus Korupsi BNPB, Sita 3 Mobil hingga Perhiasan
KPK menggeledah delapan lokasi kasus korupsi BNPB. Dalam penggeledahan itu, KPK menyita tiga mobil hingga perhiasan.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
KPK Geledah 8 Lokasi Kasus Korupsi BNPB, Sita 3 Mobil hingga Perhiasan
Indonesia
Resmi Jabat Plt Bupati Klaten, Mahanni Pastikan Program OPD Pemkab Klaten Tetap Jalan
Plt Bupati Klaten Mahanni mengatakan apa pun yang terjadi di Pemkab Klaten semua harus tetap jalan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Resmi Jabat Plt Bupati Klaten, Mahanni Pastikan Program OPD Pemkab Klaten Tetap Jalan
Indonesia
OTT KPK Bupati Klaten, Rumah Dinas Hamenang Dipenuhi Karangan Bunga
Karangan bunga tersebut berisikan dukungan moral dan doa atas kebaikan Hamenang selama hampir 2 tahun lebih memimpin Kabupaten Klaten.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
OTT KPK Bupati Klaten, Rumah Dinas Hamenang Dipenuhi Karangan Bunga
Indonesia
Fakta Baru OTT Klaten: Tong Biru Penuh Duit Disembunyikan di Rumah Adik Bupati Hamenang
KPK temukan tong biru berisi uang Rp934 juta di rumah adik Bupati Klaten Hamenang. Total barang bukti OTT capai Rp1,2 Miliar! Simak berita selengkapnya.
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Oktober 2026
Fakta Baru OTT Klaten: Tong Biru Penuh Duit Disembunyikan di Rumah Adik Bupati Hamenang
Indonesia
Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjaring OTT KPK, dari Reporter TV hingga Jadi Tersangka Suap
Dikenal sebagai salah satu tokoh politik muda di Jawa Tengah.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjaring OTT KPK, dari Reporter TV hingga Jadi Tersangka Suap
Indonesia
Bupati Klaten Tiba di Jakarta, Penyidik KPK Bawa Tong Diduga Berisi Duit Suap
Jumlahnya sampai saat ini mencapai Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Tiba di Jakarta, Penyidik KPK Bawa Tong Diduga Berisi Duit Suap
Indonesia
Tong Biru KPK Temani Bupati Klaten Digelandang Masuk KPK, Bukti Sitaan Uang Tunai Rp 1 Miliar Terungkap!
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di Gedung KPK Jumat pagi bersama tong biru bukti sitaan Rp 1 Miliar. Simak pernyataan maaf dan perkembangan kasusnya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Tong Biru KPK Temani Bupati Klaten Digelandang Masuk KPK, Bukti Sitaan Uang Tunai Rp 1 Miliar Terungkap!
Indonesia
KPK Bukan Cuma Ciduk Bupati Klaten Hamenang, Mobil Pj Sekda Jaka Purwanto Ikut Terseret
OTT KPK di Klaten seret Pj Sekda Jaka Purwanto dan pejabat OPD. Mobil dinas AD 11 C terparkir di Polresta, lokasi pemeriksaan disterilkan ketat!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
KPK Bukan Cuma Ciduk Bupati Klaten Hamenang, Mobil Pj Sekda Jaka Purwanto Ikut Terseret
Indonesia
Profil Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Politikus PDIP Aktif di Ikatan Mas dan Mbak Jateng
Profil dan rekam jejak Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang diamankan OTT KPK pada 15 Oktober 2026. Simak biodata, riwayat organisasi, dan karier politiknya!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Profil Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Politikus PDIP Aktif di Ikatan Mas dan Mbak Jateng
Bagikan