Pendaki Hilang Gunung Lawu, Pencarian Terhambat Cuaca

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 21 Januari 2026
Pendaki Hilang Gunung Lawu, Pencarian Terhambat Cuaca

Tim gabungan mencari pendaki hilang di di Bukit Mongkrang lereng Gunung Lawu. (Dok.BPBD Karanganyar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PENDAKI Yasid Ahmad Firdaus, 26, warga Perum Angsana, Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, yang hilang di Bukit Mongkrang lereng Gunung Lawu sejak Minggu (18/1), belum ditemukan sampai Selasa (20/1). Koordinator SAR Operasi Pencarian Bukit Mongkrang, Yohan Tri Anggoro, mengatakan pencarian pendaki hilang belum membuahkan hasil. Cuaca buruk di puncak jadi penyebab.

“Pencarian telah diperluas hingga mencapai titik terjauh di daerah Jeblok. Penyisiran juga dilakukan hingga ke kawasan Sekipan guna memastikan seluruh jalur potensial telah diperiksa secara menyeluruh,” ujar Yohan, Selasa (20/1).

Ia mengatakan pencarian pada Selasa dilakukan pukul 07.00 WIB. Pencarian sempat tertunda hingga pukul 08.00 WIB karena kondisi cuaca di puncak yang masih tertutup kabut tebal dan mendung. "Tantangan di lapangan semakin berat karena cuaca di lereng Gunung Lawu sangat cepat berubah dan sulit diprediksi. Selain medan yang curam dan luas, vegetasi yang sangat tinggi di lokasi pencarian membuat jarak pandang personel SAR menjadi terbatas," ucap dia.

Baca juga:

Pendaki Asal Karanganyar Dilaporkan Hilang di Gunung Lawu, Jalur Ditutup Sementara


Yohan menambahkan upaya pencarian melalui udara menggunakan drone juga mengalami kendala teknis akibat faktor alam yang tidak bersahabat. Angin kencang yang bertiup di atas puncak membuat drone tidak bisa terbang secara maksimal untuk memetakan lokasi pencarian.

“Tim SAR saat ini juga memfokuskan pencarian pada titik-titik yang dianggap mencurigai, seperti area tebing yang tergolong blank area,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Hilang Sejak 27 Desember 2025, Pendaki Gunung Slamet asal Magelang Ditemukan Meninggal Dunia



#Jawa Tengah #Pendakian #Kawasan Wisata Gunung Lawu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pulau Menjangan Kecil di Karimunjawa Dijual Rp 500 Miliar
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan informasi mengenai penjualan Pulau Menjangan Kecil tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pulau Menjangan Kecil di Karimunjawa Dijual Rp 500 Miliar
Indonesia
Pendakian Gunung Kerinci Resmi Ditutup Imbas Ancaman Karhutla
Rencana muncak batal? Jalur pendakian Gunung Kerinci resmi ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk cegah karhutla. Cek info lengkap dan daftar 8 gunung lain yang ikut ditutup di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Pendakian Gunung Kerinci Resmi Ditutup Imbas Ancaman Karhutla
Indonesia
Eks JI 28 Provinsi Gabung NKRI, tak Ada Ruang Kebangkitan Kelompok Ekstremis
Densus 88 Antiteror Polri mencatat seluruh struktur keanggotaan JI di 28 provinsi di Indonesia telah melaksanakan deklarasi pembubaran diri secara total.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Eks JI 28 Provinsi Gabung NKRI, tak Ada Ruang Kebangkitan Kelompok Ekstremis
Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Bertemu 6.500 Eks Anggota Jemaah Islamiyah, Tegaskan Persaudaraan Selamanya
Polri bersama-sama Garda Satya NKRI selalu siap untuk berkontribusi dan siap menghadapi berbagai macam ancaman tantangan yang bisa membahayakan bangsa dan NKRI.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Kapolri Listyo Sigit Bertemu 6.500 Eks Anggota Jemaah Islamiyah, Tegaskan Persaudaraan Selamanya
Indonesia
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
pengusul Raden Mas Margono Djojohadikusumo berasal dari Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
Indonesia
14 Kabupaten/Kota Jawa Tengah Rawan Kekeringan, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya 14 dari 35 kabupaten/kota masuk kategori rawan kekeringan.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
14 Kabupaten/Kota Jawa Tengah Rawan Kekeringan, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca
Indonesia
Nyasar di Jalur Banaran, Pendaki SMK 17 Tahun Ditemukan Tewas di Gunung Sumbing
Dude Kurniawan Pasha (17), pendaki Gunung Sumbing asal Colomadu, ditemukan meninggal setelah nyasar di jalur Banaran. Jenazah dimakamkan di Desa Gawanan, Colomadu.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
 Nyasar di Jalur Banaran, Pendaki SMK 17 Tahun Ditemukan Tewas di Gunung Sumbing
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Indonesia
Minyakita Bantuan Pemerintah di Wonogiri Bau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan tak Layak Konsumsi
Hasil uji laboratorium dari otoritas kompeten secara spesifik menunjukkan adanya cacat mutu yang fatal pada produk massal tersebut.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Minyakita Bantuan Pemerintah di Wonogiri Bau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan tak Layak Konsumsi
Indonesia
Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta
Jaring nelayan sekali dapat ikan sapu-sapu harus dipotong dan jaring tidak bisa dipakai lagi dan harus diperbaiki.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta
Bagikan