Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Perombakan besar lembaga ini juga mencakup pencopotan dua Wakil Kepala BGN, Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya.
Langkah tegas ini bersumber dari hasil evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga pemerintah serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga:
Komisi IX DPR Minta Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Tata Kelola Program MBG
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menuturkan, monitoring berkala berlaku bagi seluruh jajaran kabinet dan lembaga pemerintah.
Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam mengambil berbagai langkah perbaikan, termasuk di Badan Gizi Nasional,
Prasetyo Hadi.
Pelanggaran Prosedur Distribusi dan Kasus Keracunan Massal
Dasar utama pencopotan pimpinan BGN ini meliputi kedisiplinan pelaksanaan program selama 1,5 tahun terakhir, terutama terkait standar operasional prosedur (SOP).
"Ada berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan," imbuh Prasetyo Hadi.
Baca juga:
Nanik S Deyang, Eks Wartawan yang Dipercaya Presiden Prabowo Nakhodai Program MBG
Lemahnya standar keamanan pangan, higienitas dapur buruk, serta pelanggaran prosedur distribusi memicu penurunan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi lapangan tersebut mengakibatkan maraknya kasus keracunan massal. Puluhan pelajar menjadi korban akibat kendala rantai pasok serta lemahnya kontrol kualitas.

