Pencairan Dana Desa di NTB Terhambat

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Jumat, 05 Mei 2017
Pencairan Dana Desa di NTB Terhambat

Warga pemilik sapi menunjukkan sapi bantuan Plan Internasional Indonesia dengan dukungan dana dari Uni Eropa dalam program "Strong Civil Society Organization for Inclusive Livestock Value Chain Develo

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pencairan dana desa di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terhambat. Hal ini dikarenakan belum rampungnya surat petanggungjawaban terkait penggunaan dana desa dan hasil evaluasi APBDes oleh masing-masing desa kepada kabupaten setempat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil NTB, Rusman mengatakan, untuk bisa segera mencairkan Dana Desa (DD), semua Kepala Desa (Kades) di seluruh kabupaten diminta segera merampungkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) terkait penggunaan DD dan hasil evaluasi APBDes.

"Untuk bisa mencairkan DD, syaratnya Kades harus menyerahkan SPJ penggunaan DD tahun lalu, termasuk hasil evaluasi APBDes, sehingga pembangunan bisa dijalankan," kata Rusman di Mataram, Jumat (5/5).

Menurutnya, dari delapan kabupaten di NTB yang memperoleh DD, baru lima kabupaten yang menyerahkan, antara lain Kabupaten Lombok Utara, Dompu, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Sementara, tiga Kabupaten lain seperti Kabupaten Bima, Sumbawa Barat, dan Sumbawa hingga sekarang belum menyerahkan.

"Dari semua kabupaten yang ada, baru Lombok Utara yang melakukan pencairan DD sebanyak 15 desa dari 33 desa, sementara sisanya masih merampungkan SPJ dan menunggu hasil evaluasi APBDes," katanya.

Lebih lanjut, Rusman menyebutkan bahwa total transfer DD NTB mencapai Rp865 miliar, di mana dana tersebut merupakan dana dari keseluruhan desa di NTB dengan jumlah desa mencapai 995 desa yang tersebar di delapan kabupaten.

"Besaran DD yang akan diterima setiap desa nantinya akan bervariatif, tergantung luas wilayah, jumlah penduduk dan topografi. Kalau desa yang wilayah luas dan penduduknya banyak, jelas DD-nya lebih besar, demikian juga sebaliknya," kata Rusman.

Terkait besaran nilai DD yang akan diterima masing-masing desa, Rusman menjelaskan, jika jumlahnya mulai Rp720 miliar hingga Rp1,1 miliar, yang terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama sebesar 60 persen di bulan Mei dan tahap kedua pada bulan Agustus sebesar 40 persen.

"Diharapkan, dengan besaran dana tersebut, proses pembangunan infrastruktur, pertanian dan perekonomian masyarakat pedesaan bisa terus berkembang," tandasnya.

Sumber: ANTARA

#Nusa Tenggara Barat (NTB) #Dana Desa
Bagikan
Ditulis Oleh

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Hapus Dana Desa, Diganti dengan Subsidi Listrik dan Sembako
Beredar informasi yang menyebut Menkeu Purbaya mengganti dana desa dengan subsidi listrik, sembako, dan BBM. Cek faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 24 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Hapus Dana Desa, Diganti dengan Subsidi Listrik dan Sembako
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
Indonesia
Soroti Dugaan Intimidasi Warga di Garut, Anggota DPR Minta Perangkat Desa Jangan Antikritik
Kasus intimidasi dialami Holis Muhlisin, warga Desa Panggalih, Garut, setelah mengkritik kondisi jalan desa yang rusak meski ada alokasi dana desa.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Januari 2026
Soroti Dugaan Intimidasi Warga di Garut, Anggota DPR Minta Perangkat Desa Jangan Antikritik
Indonesia
Aktivitas Kegempaan Gunung Sangeang Api di NTB Menurun, Tidak Mengurangi Tingkat Kewaspadaan
Gunung Sangeang Api saat ini masih menyandang status Level II atau Waspada.
Frengky Aruan - Senin, 24 November 2025
Aktivitas Kegempaan Gunung Sangeang Api di NTB Menurun, Tidak Mengurangi Tingkat Kewaspadaan
Indonesia
Cerita Perangkat Desa Tidak Ada Kejelasan Status Pegawai, Gaji Hanya Rp 700 Ribu Sampai Ditund-Tunda
Para perangkat desa menuntut kejelasan status kepegawaian yang hingga kini belum diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 November 2025
Cerita Perangkat Desa Tidak Ada Kejelasan Status Pegawai, Gaji Hanya Rp 700 Ribu Sampai Ditund-Tunda
Indonesia
Potensi Bencana Hidrometeorologi Meningkat, Pemkab Bima NTB Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari
Status tersebut ditetapkan dalam Keputusan Bupati Bima Nomor 188.45/370/07.04 Tahun 2025, yang ditandatangani Bupati Bima Ady Mahyudi tertanggal 8 November 2025.
Frengky Aruan - Kamis, 13 November 2025
Potensi Bencana Hidrometeorologi Meningkat, Pemkab Bima NTB Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari
Indonesia
Mengenal 'Betabeq': Ritual Tolak Bala Pemprov NTB Sebelum Gelaran MotoGP Indonesia 2025
Ajang MotoGP 2025 di Mandalika dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 5 Oktober 2025
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Oktober 2025
Mengenal 'Betabeq': Ritual Tolak Bala Pemprov NTB Sebelum Gelaran MotoGP Indonesia 2025
Indonesia
Kementerian Desa Berharap Dana Desa Tidak Ganggu Pengembalian Kredit Koperi Merah Putih
Seluruh pihak, terutama kepala desa dan para pengurus Koperasi Desa Merah Putih harus memastikan segala unit usaha di koperasi itu meraih keuntungan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 September 2025
Kementerian Desa Berharap Dana Desa Tidak Ganggu Pengembalian Kredit Koperi Merah Putih
Indonesia
Serba-serbi Gunung Tambora, Pesona Jantung Konservasi Alam Khas Indonesia Timur
Gunung Tambora merupakan satu-satunya balai taman nasional terlengkap di Indonesia
Wisnu Cipto - Kamis, 31 Juli 2025
Serba-serbi Gunung Tambora, Pesona Jantung Konservasi Alam Khas Indonesia Timur
Indonesia
Banyak Turis Asing Terjatuh, Gunung Rinjani Ditutup Sementara
Pembukaan hanya dilakukan setelah semua pihak menyatakan jalur aman dan layak digunakan.
Dwi Astarini - Sabtu, 19 Juli 2025
Banyak Turis Asing Terjatuh, Gunung Rinjani Ditutup Sementara
Bagikan