MerahPutih.com - Perluasan sistem ganjil genap yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta membuat pedagang kerajinan rotan di Jalan Pramuka, Kelurahan Utan Kayu, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, menjerit.
Salah satu pemilik kios Pramuka Rotan, Djamal (44) menilai dengan adanya implementasi rekayasa lalu lintas ganjil-genap akan berpotensi merugikan usaha.
Baca Juga: Pemprov DKI Resmi Perluas Sistem Ganjil-Genap, Berikut Rutenya
"Sebab mayoritas konsumen kita pasti ngangkut belanjaannya pakai mobil, kecuali produk kecil, bisa pakai motor," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/8)
Tidak kurang dari supuluh kios penjualan perabot rumah tangga berbahan baku rotan berjejer di pedestrian Jalan Pramuka, tepat di sebelah Underpass Pasar Pramuka. Mereka umumnya memanfaatkan lahan di pinggir jalan sebagai tempat display produk yang dikirim dari Cirebon maupun Jepara.
Djamal mengatakan mayoritas konsumen berasal dari luar Jakarta, seperti Bekasi, Bogor, hingga Tangerang yang datang membawa mobil untuk mengangkut barang yang mereka beli di kios.
Baca Juga: Perluasan Ganjil Genap di Jakarta Tidak Berlaku untuk Motor
"Otomatis konsumen kita juga bisa berkurang karena imbas ganjil-genap nanti," ujarnya dilansir Antara
Dia berharap pemerintah kembali meninjau ulang kebijakan tersebut, mengingat di Jalan Pramuka banyak berdiri pertokoan dan kios pasar.
Pedagang rotan lainnya, Edi (58), mengaku tidak sanggup jika harus memfasilitasi konsumen dengan kendaraan pengantar barang.
"Konsumen saya biasanya bawa sendiri pakai mobil atau motor. Kalau kita sediakan mobil untuk kirim ke rumah bisa bikin harga tambah mahal," keluhnya.
Baca Juga: Pelanggar Lalu Lintas di Ruas Sistem Ganjil Genap Diprediksi Meningkat
Edi pernah mencoba melakukan pengiriman barang perabot rotan menuju kawasan Salemba yang berjarak sekitar 2 kilometer dari kiosnya.
"Dari sini ke Salemba saja ongkosnya bisa Rp100.000 sekali antar," pungkasnya. (*)