MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menyelidiki adanya dugaan pelecehan seksual secara verbal di salah satu puskesmas.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku terpukul mendengar isu yang berkembang ada dugaan perlakuan asusila di kantor pemerintahan.
"Ya itu sedang diperiksa. Kami prihatin," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Ahmad Riza Patria di Jakarta, Kamis (7/10).
Baca Juga:
Besok Lima Atlet DKI yang Terpapar COVID-19 di PON Papua Dipulangkan ke Jakarta
Kendati demikian, mantan anggota DPRD Fraksi Gerindra ini berharap, peristiwa tersebut tidak benar terjadi, sehingga tidak mencorong nama baik DKI Jakarta.
"Mudah-mudahan gak terjadi lagi, mudah-mudahan itu tidak benar terjadi," paparnya.
Riza mengungkapkan, bakal ada sanksi tegas yang bakal diberikan kepada oknum tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas jika rumor itu benar terjadi.
"Ya tentu ada sanksinya," cetus orang nomor dua di DKI itu.
Sebelumnya, ramai di media sosial TikTok terkait adanya dugaan pelecehan secara verbal di salah satu puskesmas di ibu kota. Video itu diunggah dengan nama akun @stevfanywijaya.
Akun @stevfanywijaya mengungkapkan, salah satu kerabatnya tengah mengalami kontraksi hamil 9 bulan. Namun tak bisa dilayani dengan BPJS karena tak didampingi suami.
"Tenaga-tenaga medis tersebut mengatakan seperti ini, 'kalau tidak ada suami tidak bisa pakai BPJS, kalau ada suami baru bisa pakai BPJS' dengan nada ketus," tulis akun itu.
Baca Juga:
DPRD DKI dan Anak Buah Anies Bahas APBD 2021 di Puncak
Tak sampai di situ, tenaga kesehatan juga mengucapkan kalimat pelecehan dengan menanyakan sudah berapa banyak lelaki yang berhubungan badan dengan si ibu hamil tersebut.
"Bidan tersebut bisa-bisanya menyerang saudara saya (pasien) yang sedang mules dan nangis merintih kesakitan dengan pertanyaan 'sudah berhubungan sama berapa cowok buk? PANTASKAH?" sambungnya. (Asp)
Baca Juga:
Pemprov DKI Pakai Pulau Reklamasi untuk Sirkuit Formula E