MERAHPUTIH.COM - PASAR Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan terus diserbu masyarakat untuk belanja memenuhi kebutuhan Idul Fitri 2026. Membeludaknya masyarakat acap kali membuat Pasar Tanah Abang jadi semrawut dari parkir liar dan pedagang yang meluber hingga ke trotoar.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, memastikan pengawasan parkir liar dan pedagang di kawasan Tanah Abang diperketat selama Ramadan. Penertiban dilakukan setelah Pemkot Jakarta Pusat membongkar lapak dan aktivitas dagang yang memakan bahu jalan hingga trotoar di sekitar Pasar Tanah Abang yang membeludak saat awal bulan Ramadan.
"Karena kita tahu bahwa memang Tanah Abang kan masih tetap jadi pusat pilihan orang untuk belanja memenuhi kebutuhan Lebaran. Bukan cuma buat kebutuhan diri sendiri, keluarga, melainkan juga ada kebutuhan untuk penjualan juga kan, grosiran, dijual lagi ke tempat-tempat yang lain," kata Arifin kepada wartawan, Kamis (26/2).
Untuk mencegah pedagang kembali meluas ke badan jalan, Pemkot Jakpus menempatkan petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI di sejumlah titik rawan. Arifin mengakui kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Tanah Abang kerap kembali semrawut ketika pengawasan melemah. "Ya, memang seperti di beberapa tempat begitu. Memang terkadang kalau pengawasan agak kurang, ya coba-coba kayak gitu," ucap dia.
Baca juga:
Rano Bereskan Jukir di Tanah Abang, 3 Hari Jadi Lebih Tertib
Arifin juga memastikan tidak ada perlawanan saat penertiban dilakukan. Ia mengaku berdialog langsung dengan pedagang yang meluber hingga bahu jalan. Menurut dia, setelah diberikan penjelasan, pedagang bersedia kembali ke kios masing-masing. Lebih lanjut, Arifin menjelaskan pengawasan tidak dilakukan 24 jam penuh, tapi difokuskan pada jam operasional pasar.
"Kalau Tanah Abang kan kita bisa lihat tuh, mulai pukul 17.00 kan sudah mulai sepi. Jadi memang pada jam-jam sibuknya, saat mulai dibukanya Pasar Tanah Abang, antara pukul 10.00 sampai 16.00 atau pukul 17.00 lah," jelasnya.
Ia memastikan petugas selalu berada di lokasi saat jam ramai. Secara total, jumlah personel yang dikerahkan setiap hari mencapai sekitar 100 orang, gabungan dari Dishub dan Satpol PP DKI. "Kalau kemarin Dishub kami tempatkan ada sekitar 40 orang. Kalau Satpol PP 50 sampai 70. Bergantian," ujar Arifin.
Selain itu, petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) juga diminta rutin membersihkan kawasan karena volume sampah meningkat seiring tingginya aktivitas perdagangan. Ia menilai ketertiban kawasan menjadi kepentingan bersama, termasuk para pedagang. Jika kondisi rapi dan nyaman, pembeli akan datang lebih banyak. Sebaliknya, kondisi kumuh dan macet justru merugikan pedagang sendiri.
"Kalau kumuh, kotor, ya kan, buat jalan juga susah dan sebagainya itu. Ya orang juga akan malas entar datang lagi ke Tanah Abang, gitu loh," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Tarif Parkir Rp 100 Ribu Viral, Pramono Pastikan Jukir Liar Tanah Abang Bakal Ditindak