Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Pemilik Kapal Tolak Bantu Pencarian Korban KM Multi Prima 1

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 07 Desember 2018
Pemilik Kapal Tolak Bantu Pencarian Korban KM Multi Prima 1

Ilustrasi. (Humas BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Perusahaan pelayaran nasional, PT Sunindo Transnusa Sejahtera, pemilik Kapal Motor (KM) Multi Prima 1 yang tenggelam di perairan Pulau Sumbawa, pada Kamis 22 November 2018, tidak bersedia membantu kelanjutan pencarian 6 korban yang masih hilang.

Pencarian oleh SAR Mataram resmi dihentikan pada 30 November 2018 atau 7 hari setelah Basarnas menerima informasi tenggelamnya kapal. Setelah dihentikan, keluarga korban meminta SAR membuka lagi pencarian dan diberikan batas hingga 3 Desember. Namun setelah 3 hari pencarian lanjutan, hasilnya masih nihil.

Permintaan kelanjutan pencarian ini disampaikan keluarga karena selama sepekan tak ada permintaan dan koordinasi antara Direktur PT Sunindo Transnusa, Tonny Sunur, dengan SAR Mataram. Pemilik kapal juga tidak pro-aktif berkomunikasi dengan keluarga inti korban selama pencarian.

Pada 4 Desember, pihak keluarga menemui pemilik KM Multi Prima 1 di Tanjung Batu, Surabaya, dan mendesak PT Sunindo Transnusa berkoordinasi dengan SAR Mataram untuk kelanjutan pencarian, karena ada titik terang ditemukannya salah satu Anak Buah Kapal (ABK), yakni Nahum Naibahas alias Riski di utara titik tenggelamnya kapal.

“Info dari Kepala SAR Mataram, pemilik kapal tak berkoordinasi dengan SAR. Didesak keluarga, baru mereka [Sunindo] kirim surat ke SAR. Ke mana saja mereka? Pihak SAR hanya melakukan pemantauan, tapi pencarian full, hanya bila ada petunjuk. Sebab itu, SAR meminta pemilik kapal ikut membantu,” kata Tahir Saleh, anak Pande, korban tenggelamnya KM Multi Prima1, saat dihubungi wartawan di Jakarta.

Ilustrasi penyelamatan kapal tenggelam
Ilustrasi pencarian korban kapal tenggelam. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Ketika pihak keluarga mengontak manajemen PT Sunindo sebagai tindaklanjut arahan SAR agar memanfaatkan sumber daya perusahaan untuk membantu pencarian, tidak ada respons dari pemilik kapal.

“Kami mendesak pemilik kapal bertanggung jawab untuk mendanai pencarian lagi oleh SAR Mataram atau mengerahkan armada sendiri dalam sepekan ke depan untuk mencari. Tapi tak ada respons, pemilik kapal tak bersedia membantu,” tegas Muhammad hatta, keluarga korban, di Surabaya.

Untuk itu, pihak keluarga berencana kembali ke kantor Sunindo dan melaporkan hal ini kepada instansi terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan Indonesia National Shipowners Association (INSA) sebagai asosiasi pelayaran.

“Satu lagi, korban hilang atas nama Sutrisno, sampai kini belum ada info, bisa jadi keluarga di Sragen tak tahu pak Sutrisno menghilang. Kami minta tolong keluarga Pak Sutrisno dikontak di Sragen, tapi tak direspons pemilik kapal,” kata Tahir.

Sebelumnya, istri Nakhoda KM Multi Prima 1, Florentina Waton juga meminta perpanjangan pencarian 6 korban lain sampai diketemukan. Menurutnya, ada kemungkinan korban-korban lain, termasuk suaminya, Kapten Tarsisius Dusi Atulolong (38) terdampar di suatu pulau.

"Kami semua berharap supaya diperpanjang lagi pencariannya sampai diketemukan, karena kan kita berharap mereka sudah terdampar di pulau mana kita enggak tahu," ujar Florentina.

KM Multi Prima 1 tenggelam di perairan Sumbawa pada Kamis malam 22 November 2018 dan SAR baru menerima informasi pada Sabtu 24 November. Hingga kini ada 6 kru yang hilang dan bagian 14 orang yang berada di kapal yang mengangkut bahan bangunan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Waingapu, NTT ini. Adapun yang masih hilang yakni Pande (67), Syamsul Syahdan (38), Tarsisius D Atulolong (35), Sutrisno (57), Sonny Kansil, (41), dan Philipus Kopong (43).(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Hadiri Peringatan Maulid Nabi dan Haul Habib Kwitang, Prabowo Disambut Takbir Ribuan Jemaah

#Kapal Tenggelam #Sumbawa #Kecelakaan Kapal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
18 Penumpang KM Nurul Salsa Hilang di Perairan Selayar, DPR Minta Operasi SAR Maksimal
Basarnas memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan TNI-AL, Polairud, KSOP, serta pemerintah daerah.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
18 Penumpang KM Nurul Salsa Hilang di Perairan Selayar, DPR Minta Operasi SAR Maksimal
Indonesia
Tragedi Kapal Turis Pulau Komodo Tenggelam di Lautan Gelap: 45 Korban Terapung Semua Selamat
Kapal wisata dari Gili Trawangan menuju Pulau Komodo tenggelam di perairan Bima. SAR Mataram evakuasi 45 penumpang dan awak dalam kondisi selamat.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Tragedi Kapal Turis Pulau Komodo Tenggelam di Lautan Gelap: 45 Korban Terapung Semua Selamat
Dunia
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dua kapal pengungsi Rohingya tenggelam di Myanmar. UNHCR dan IOM menduga lebih dari 500 orang tewas. Mayoritas berasal dari Cox’s Bazar, Bangladesh.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Indonesia
KLM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Penumpang Masih Dalam Pencarian
KLM Nurul Salsa tenggelam di perairan Kepulauan Selayar setelah mengalami mati mesin. Basarnas menyebut 70 orang berada di kapal dan 24 penumpang masih dalam pencarian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
KLM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Penumpang Masih Dalam Pencarian
Indonesia
Manifes KM Nurul Salsa Karam di Selayar Membengkak: 70 Penumpang, 24 Masih Hilang
KM Nurul Salsa karam di perairan Selayar. Awalnya disebut 50 penumpang, ternyata 70 orang. 41 selamat, 24 masih hilang. Basarnas dan tim SAR gabungan terus melakukan pencarian.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Manifes KM Nurul Salsa Karam di Selayar Membengkak: 70 Penumpang, 24 Masih Hilang
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Indonesia
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Keselamatan publik dalam bermobilisasi merupakan isu strategis yang menuntut perhatian serius
Angga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Indonesia
Bravo Tim SAR, Semua Korban Tenggelam Kapal KM Intim Teratai Selamat!
Kapal naas yang berlayar dari Kupal menuju Kota Ternate itu membawa 246 penumpang dan awak, dan semuanya berhasil diselamatkan.
Wisnu Cipto - Rabu, 18 Februari 2026
Bravo Tim SAR, Semua Korban Tenggelam Kapal KM Intim Teratai Selamat!
Indonesia
Kapal Sembako Tenggelam di Lombok, DPR Suruh Basarnas Libatkan BMKG Bantu Evakuasi
DPR meminta Basarnas memprioritaskan pencarian kapal motor KM Kembang Kurma asal Sumenep, Jawa Timur, yang dilaporkan karam di perairan utara Pulau Lombok.
Wisnu Cipto - Sabtu, 07 Februari 2026
Kapal Sembako Tenggelam di Lombok, DPR Suruh Basarnas Libatkan BMKG Bantu Evakuasi
Dunia
Korban Tewas Feri Tenggelam di Sulu Tembus 40 Orang, Setelah Hanya Belasan di Hari Pertama
Penjaga Pantai Filipina mencatat sebanyak 316 orang berhasil selamat dalam insiden tenggelamnya kapal feri penumpang-kargo M/V Trisha Kerstin 3
Wisnu Cipto - Senin, 02 Februari 2026
Korban Tewas Feri Tenggelam di Sulu Tembus 40 Orang, Setelah Hanya Belasan di Hari Pertama
Bagikan