MerahPutih.com - Tim vaksinator COVID-19 kembali melakukan vaksinasi terhadap pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kegiatan vaksinasi COVID-19 diperkirakan akan berlangsung selama 6 hari.
Adapun tim vaksinator merupakan kolaborasi Dinkes DKI dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), unsur TNI dan Polri. Dalam sehari, petugas vaksin tersebut menyuntikkan dosis ke 1.500 orang.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti menuturkan, ada 30 tim vaksinator terdiri dari 15 tim pada sif pertama dan 15 tim pada sif kedua.
Baca Juga:
Unpad Uji Klinis Vaksin COVID-19 Rekombian Anhui, Sasar Relawan Nonkesehatan
"Setiap tim terdiri dari 10 orang tenaga kesehatan (nakes)," terang Widyastuti di Jakarta.
Widyastuti menjelaskan, ada sebanyak 150 tim medis yang dikerahkan dalam vaksinasi pedagang Pasar Tanah Abang. Ratusan tenaga kesehatan tersebut ada yang bertugas memverifikasi data pedagang, melakukan screening, dan menyuntikkan vaksin.
Mereka gabungan terdiri dari Dinkes DKI, Kemenkes, TNI/Polri, politeknik kesehatan (Poltekkes), dan kantor kesehatan pelabuhan (KKP).
"Enam hari ke depan kita lakukan vaksinasi dan kita akan evaluasi. Pasar Tanah Abang juga akan tetap buka pendaftaran khawatir ada yang belum terakomodir dalam vaksin," tutur Widyastuti.
Sementara itu, salah satu peserta vaksinasi COVID-19 Hendrik mengaku lega sudah mendapatkan imunisasi kekebalan tubuh ini untuk penangkal virus corona. Ia pun meminta kepada warga untuk mau menerima vaksinasi COVID-19.
"Engga terasa apa-apa. Berasa lebih tenang, minimal sudah terlindungi," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengingatkan kepada pedagang jangan terlalu terlena setelah divaksinasi COVID-19. Mereka tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).
Ia berpandangan, sekalipun vaksin diberikan untuk meningkatkan antibodi, namun penerimanya tetap berpotensi menularkan virus kepada yang lain dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).
Baca Juga:
Anggota Komisi A DPRD DKI ini mendukung kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah DKI dalam program vaksinasi COVID-19 ini. Dia berharap, vaksinasi tahap kedua kepada pelaku UMKM dapat mendorong geliat ekonomi di ibu kota.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa virus ini tidak hanya menyerang kesehatan masyarakat, tapi berdampak pada ekonomi dan sosial,” ungkapnya. (Asp)
Baca Juga:
Menteri Sandiaga Usul Kelompok Prioritas Urutan Kedua Vaksin Setelah Nakes