Pemerintah Jokowi Diminta Aksi Nyata Dinginkan Konflik AS dengan Iran

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 12 Januari 2020
Pemerintah Jokowi Diminta Aksi Nyata Dinginkan Konflik AS dengan Iran

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menilai, pemerintah harus menengahi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Said Aqil berharap pemerintah Indonesia ikut menyejukkan dan meredam konflik tersebut.

Baca Juga:

Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan ke Eropa dari Wilayah Udara Iran

"Saya minta pemerintah, presiden berbuat sesuatu untuk mendinginkan atau meredam konflik Iran-AS," kata Said kepada wartawan di Gedung PGI, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).

Selain itu, Said Aqil mencontohkan perang di Yaman. Dia mengaku tidak mau ikut campur urusan politik, tapi dia menyebut ada pembunuhan di sana.

"Apa pun, seperti perang Yaman, didukung Amerika. Saya tidak ikut campur politiknya, tapi yang jelas di Yaman kelaparan, pembunuhan luar biasa," ujar Said.

Tokoh AS dan Iran (Ant)
Tokoh AS dan Iran (Ant)

Said Aqil mengatakan, konflik Timur Tengah tersebut biasa terjadi lantaran AS kerap menolak apa pun keputusan masyarakat di sana. Dia kemudian menyinggung soal Palestina dan Israel.

"Amerika kan begitu, selamanya, dengan apa pun yang ditolak masyarakat Timur Tengah, AS menolak. Contoh pemindahan ibu kota, Palestina menjadi ibu kota Israel, itu kan sangat menyakiti umat Islam. Itu dilakukan Amerika," ujar Said.

Baca Juga:

Ukraina Beberkan Empat Kemungkinan Kecelakaan Pesawatnya di Iran, Serangan Rudal?

Seperti diketahui, konflik Iran dan Amerika Serikat dimulai saat Jenderal Qassem Soleimani tewas pada Jumat (3/1) pekan lalu. Serangan tersebut dilancarkan saat Trump menghadapi proses pemakzulan dan pertarungan pemilu.

Ribuan orang ikut dalam pemakaman itu termasuk Perdana Menteri Irak, Adil Abdul-Mahdi. Serangan balasan Iran menyusul kemudian.

Sebanyak 22 rudal balistik Iran mengenai dua pangkalan militer Irak yang menjadi markas tentara AS. Iran dengan cepat mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Televisi nasional Iran mengklaim Iran meluncurkan puluhan rudal ke pangkalan militer AS. (Knu)

Baca Juga:

Iran-AS Mereda, Rupiah Kena Dampaknya

#Iran #KH. Said Aqil Sirajd
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Dunia
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran setelah kapal perang Angkatan Laut AS diserang rudal balistik IRGC.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Dunia
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Negara yang tetap berbisnis dengan Iran setelah menerima tuntutan tersebut disebut berpotensi menghadapi sanksi AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Dunia
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan membalas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Bagikan