MerahPutih.com - Pemerintah mengeluarkan kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat secara bertahap. Langkah ini dilakukan seiring dengan tren indikator pengendalian pandemi yang mulai menunjukkan angka perbaikan.
Mulai dari positivity rate dan fatality rate yang menurun, tingkat keterisian tempat tidur atau BOR yang juga menurun. Hingga angka kesembuhan yang meningkat secara nasional.
Baca Juga
Ini Instruksi Mendagri, Berlaku hingga 6 September 2021 Terkait PPKM
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyebut angka pengendalian indikator pandemi mengalami penurunan namun masyarakat tak boleh jumawa.
“Kita tidak boleh lengah, kita harus tetap waspada, kenapa? Karena sangat bergantung pada dinamika masyarakat, mobilisasi masyarakat, interaksi masyarakat, kerumunan dan lain-lain,” kata Tito dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (5/8)
Menurut Tito, adanya perbaikan dalam setiap indikator pengendalian pandemi tersebut juga diikuti dengan pelonggaran beberapa aktivitas masyarakat di beberapa sektor.
Misalnya saja olahraga dengan aturan dan batasan tertentu, pembukaan rumah ibadah dengan pembatasan jamaah, restoran dan rumah makan yang mulai menerima pengunjung untuk makan di tempat atau dine in dengan batasan tertentu. Hingga pembelajaran tatap muka yang mulai dibuka secara bertahap.
“Harus dikawal protokol kesehatan yang tetap ketat, masker, menghindari kerumunan yang berpotensi penularan,” urai mantan Kapolri ini.
Purnawirawan jenderal Polisi ini meminta berbagai pelonggaran aktivitas masyarakat tersebut tidak disambut dengan euforia masyarakat secara berlebihan.
Sebaliknya, masyarakat harus semakin siap menerapkan protokol kesehatan, di manapun dan kapanpun, dengan tetap dikawal oleh kepala daerah dan Forkopimda masing-masing. Dari Pemda, Polri, TNI, Satpol PP dan Kejaksaan.
"Semua mengawal jangan sampai terjadi euforia di masyarakat maupun kelengahan,” tutup Tito. (Knu)
Baca Juga
Pelonggaran PPKM, Mobilitas Tinggi Jangan Sampai Picu Penambahan Pasien COVID-19