Pelaku Kekerasan di Papua Bukan Orang Terpelajar

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 04 Oktober 2019
Pelaku Kekerasan di Papua Bukan Orang Terpelajar

Kepulangan sejumlah pengungsi ke daerah asal pasca-kerusuhan di Wamena, Papua. (ANTARA/Dokumen ACT Bali)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tenaga ahli kelembagaan desk Papua Bappenas Moksen Idris Sirfefa menilai bahwa pelaku kekerasan di wilayah Papua, seperti Wamena, Jayapura, dan Manokwari bukan berasal dari kalangan terpelajar.

"Menyangkut kerusuhan yang ada di Jayapura, Wamena, Manokwari, yang bakar-bakar dan sebagainya itu bukan dari kalangan terpelajar," ujar Moksen dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (10/3), dikutip Antara.

Baca Juga:

Pasca Kerusuhan, Kondisi Wamena Mulai Membaik

Dia menilai hal itu bisa teridentifikasi dari pola yang dilakukan oleh para pelaku kekerasan di Bumi Cenderawasih tersebut.

  Tenaga ahli kelembagaan desk Papua Bappenas Moksen Idris Sirfefa ditemui dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (3/10/2019) (ANTARA News/Fathur Rochman)
Tenaga ahli kelembagaan desk Papua Bappenas Moksen Idris Sirfefa ditemui dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (3/10/2019) (ANTARA News/Fathur Rochman)


Menurut Moksen, jika pelaku berasal dari kalangan terpelajar, maka tidak mungkin mereka bertindak anarkis hingga melampuai batas, seperti melakukan pembakaran gedung atau pembunuhan.

Perilaku bar-bar" seperti itu, kata dia, hanya dilakukan oleh orang-orang yang kecerdasannya tidak tercerahkan secara kognitif maupun spiritual.

"Kalangan yang tidak terpelajar itu setelah kejadian baru menyadari dampaknya, ternyata tidak ada gula pagi ini. Dia tidak berpikir nanti efek dari kerusuhan itu, memang tidak terpelajar," ucap Moksen.

Baca Juga:

Demi NKRI, KKSS Berharap Warganya Tidak Tinggalkan Wamena

"Kalau mahasiswa mungkin cuma bakar ban setelah itu selesai, tapi kalau bakar bangunan, membunuh orang, itu bukan kelompok akal sehat," kata dia.

Dia mengatakan peningkatan kecerdasan terhadap masyarakat Papua harus terus dilakukan secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Hal ini penting guna mencegah terjadinya konflik susulan yang disebabkan oleh kurangnya wawasan dan pemahaman masyarakat Papua.

 Aparat TNI/Polri dan masyarakat saat membersihkan puing-puing kerusuhan di Jayawijaya. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)
Aparat TNI/Polri dan masyarakat saat membersihkan puing-puing kerusuhan di Jayawijaya. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)

Selain itu, masyarakat sipil, termasuk aktivis kemanusiaan maupun lembaga swadaya masyarakat juga bisa berperan aktif untuk terus mencerdaskan masyarakat Papua.

"Jadi sambil melaksanakan program-program lembaga, ada namanya pendampingan, pada saat pendampingan itulah kita memberikan semacam wawasan tentang siapa mereka, dan di samping mereka ada orang lain di luar mereka. Itu adalah orang-orang yang sebangsa, yang senasib," ucap Moksen. (*)

Baca Juga:

TNI AU Siagakan Tiga pesawat Hercules Evakuasi Korban Kerusuhan Wamena

#Papua #Kerusuhan Massa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Pihak militer akan diterjunkan mendampingi aparat kepolisian.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
 Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Dunia
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Jam malam akan berlaku mulai Senin pukul 23.00 hingga Selasa pukul 06.00. Selain itu, kerumunan dan demonstrasi juga dilarang mulai pukul 20.00.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Dunia
Takut Dijarah, Toko-Toko Mewah di Milan Kosongkan Etalase, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas Baru
Langkah itu diambil di tengah kekhawatiran gelombang kerusuhan baru.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Takut Dijarah, Toko-Toko Mewah di Milan Kosongkan Etalase, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas Baru
Indonesia
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Di kota di bagian utara Italia itu, lebih dari 300 orang ditahan polisi dan hampir 50 di antaranya ditangkap
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Dunia
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Indonesia
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Dunia
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Mendagri Laurent Nunez usai kerusuhan massal. 2.400 orang ditangkap & 1.500 toko dijarah. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Dunia
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Seruan untuk berkumpul di Piazza del Duomo kembali beredar di media sosial sejak Minggu (18/10) pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Dunia
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk di tengah kerusuhan Prancis akibat lonjakan biaya hidup dan harga BBM. Lebih dari 2.000 orang ditahan.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Dunia
Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro
kepolisian kekurangan personel dan sumber daya untuk menjamin keamanan masyarakat selama kerusuhan pada Sabtu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
 Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro
Bagikan