Pelajar Luar Bandung Berpeluang Dapat Vaksin-COVID-19 di Kota Bandung

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Agustus 2021
Pelajar Luar Bandung Berpeluang Dapat Vaksin-COVID-19 di Kota Bandung

Vaksinasi anak sekolah. (Foto: Humas Kota Bandung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Bandung memastikan peserta didik baik SMP dan SMA, yakni terkait domisili atau administratif kependudukannya di luar Kota Bandung, namun sekolah di Kota Bandung, bisa mendapatkan layanan vaksin COVID-19.

"Kalau siswa didik itu yang sekolah di Bandung artinya bukan orang Bandung pun harus ditangani," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara di Pendopo Kota Bandung, Senin (23/8).

Ahyani menjelaskan, remaja atau usia 12 sampai 17 tahun warga Bandung merupakan sasaran vaksinasi Covid-19 dari Pemkot Bandung.

Baca Juga:

Warga Kota Yogyakarta Bisa Vaksinasi COVID-19 di Kantor Kecamatan

"Kita sebetulnya selama ini sudah mulai untuk remaja Kota Bandung, di wilayah ada di Puskesmas sudah mulai. Hanya untuk remaja itu memang khusus hanya boleh pakai Sinovac, untuk itu kita jadi sangat mengatur tergantung ketersediaan," lanjutnya.

Ahyani mengungkapkan, saat ini Kota Bandung belum kembali mendapatkan distribusi vaksin sinovac. Sehingga masih menunggu kiriman berikutnya. Vaksin yang tersedia sekarang merupakan vaksin dosis dua untuk yang telah vaksin sinovac sebelumnya.

"Kita harus mengatur manajemen vaksin, nggak boleh orang disuntik (dosis satu), nggak ada dosis duanya. Jadi kalau untuk yang di wilayah sudah mulai karena itu sinovac ada, karena pelan-pelan tidak massal," katanya.

Ia menegaskan, jika nanti sudah datang kiriman sinovac, pihaknya akan perhitungkan dan meminta khusus untuk siswa didik bukan remaja.

"Pak Sekda meminta kalau bisa siswa didik, artinya yang sekolah di Kota Bandung kita tangani. Kita minta aja vaksinnya jadi kita akan meminta khusus," ungkapnya.

Menurut Ahyani, jika hal itu sudah disetujui, maka Kota Bandung memerlukan sekitar 400.000 dosis vaksin sinovac, sesuai dengan perkiraan Dinas Pendidikan untuk sekitar 200.000 siswa.

"Sejauh ini kalau remaja itu sekitar sudah 27.773 artinya di wilayah jalan terus. Karena kita mentotalkan Herd Immunity tidak satu-satu (kategori peserta vaksin). Tapi kita memberikan perhatian khusus kepada anak anak ini supaya ada perlindungan juga mulai dibuka PTM," ucapnya.

Sementara Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan pihaknya akan terus mengakselerasi vaksinasi Covid-19 untuk usia 12 -17 atau remaja untuk mencapai Herd Immunity, serta digelarnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Ia berharap Kota Bandubg terus memperoleh pasokan vaksin Covid-19. "Sekarang in sedang kita upayakan mengenai vaksinnya. Karena kemarin kita monitor sekarang ini sudah ada 5.000 vaksin sinovac sudah diterima oleh Biofarma. Saya mintakan Bu Ahyani (Kadinkes Kota Bandung) untuk segera berkoordinasi," katanya.

Menurut Ema, usia 12-17 tahun termasuk ke dalam Siswa SMP dan SMA, sehingga dibutuhkan sekitar 200.000 hingga 250.000 vaksin. Kalau itu tercapai maka peluang melakukan PTM semakin besar.

Vaksinasi COVID-19. (Foto: Antara)
Vaksinasi COVID-19. (Foto: Humas Kota Bandung)

"Kalau PTK di Kota Bandung sudah selesai dosis satu dan dua, tinggal sekarang kita kejar untuk yang siswa, sementara ini kan polanya pola di mana yang bersangkutan tinggal, kita ingin akselerasi nanti kita laksanakan aja di sekolah-sekolah itu saya pikir akan jauh lebih efektif," ucapnya.

Ema mengatakan, pelaksanaan PTM tergantung dari akselerasi proses vaksinasi karena vaksin disediakan oleh Pemerintah Pusat, sehingga Pemkot Bandung pun meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk hal tersebut.

"Yang jelas itu otoritas bukan di kita. Kalau vaksin ini secepatnya bisa hadir, akselerasi vaksinasi kepada siswa itu sudah bisa dilaksanakan. Kalau saya inginnya di akhir bulan ini sudah mulai bisa dilakukan," harapnya.

Ia berharap, pada September bisa terealisasi sehingga nanti ini akan menjadi bagian secara kumulatif.

"Kita tetap punya target mengejar 100 persen itu di akhir tahun," jelasnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Nadiem Tegaskan PTM Dibuka Tergantung Level PPKM, Bukan Vaksinasi

#PTM #Sekolah Daring #Sekolah Tatap Muka #Vaksinasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Sekolah Tatap Muka Tetap Berjalan Normal, Begini Penjelasan Pemerintah
Pemerintah menegaskan bahwa sekolah tatap muka tetap berjalan normal. Kegiatan ekstrakurikuler juga tidak ada pembatasan.
Soffi Amira - Selasa, 31 Maret 2026
Sekolah Tatap Muka Tetap Berjalan Normal, Begini Penjelasan Pemerintah
Indonesia
BGN Tepis Isu Hoaks Siswa Dipaksa Ambil MBG Saat Sekolah Daring
Pelaksanaan Program MBG sampai saat ini masih mengacu pada mekanisme yang berlaku di sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
BGN Tepis Isu Hoaks Siswa Dipaksa Ambil MBG Saat Sekolah Daring
Indonesia
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah dari Rumah Habis Lebaran untuk Hemat Energi
Pemerintah Indonesia akhirnya membatalkan rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring yang semula dijadwalkan berlaku mulai April 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah dari Rumah Habis Lebaran untuk Hemat Energi
Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Sebanyak 14.645 ekor hewan yang divaksin itu terdiri atas anjing 2.363 ekor, kucing 12.126 ekor, kera 104 ekor dan musang 52 ekor.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 September 2025
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” menyebut, rekayasa cuaca itu dilakukan agar penyakit TBC kembali tinggi sehingga berdampak pada penggunaan vaksin dan obat.
Frengky Aruan - Minggu, 06 Juli 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Indonesia
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Juni 2025
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Bagikan