Pedagang Takjil Tambun Semarakkan Ramadan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 31 Mei 2017
Pedagang Takjil Tambun Semarakkan Ramadan

Pasar kaget takjil, Pasar Lama Tangerang, Jalan Kisamaun, Tangerang, Banten. (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kawasan sekitar Masjid Al Ikhlas Tambun, Bekasi, Jawa Barat, sejak awal Ramadan dipenuhi sejumlah pedagang takjil dan selama tiga hari berlangsung puasa selalu diramaikan warga yang berbelanja.

Pedagang takjil saat Ramadan, menurut sejumlah warga setempat, kehadirannya untuk membantu warga berbuka puasa. Mereka itu adalah pedagang musiman.

"Saat Ramadan biasanya sekitaran masjid dan di pinggir jalan-jalan di jam menjelang buka puasa itu banyak sekali para pedagang yang berjualan dan menyemarakkan Ramadan," kata warga Tambun, Lia seperti yang dilansir dari Antara, Selasa (30/5).

Lia menambahkan makanan yang dijajakan beragam pilihan dengan harga terjangkau bagi berbagai kalangan.

Salah seorang warga lainnya Fia mengatakan, kehadiran para pedagang takjil sangat membantu bagi para ibu rumah tangga dalam menyediakan hidangan berbuka.

"Di saat ibu rumah tangga tidak sempat masak atau menyiapkan hidangan berbuka, kehadiran para pedagang takjil musiman dengan ragam jualannya menjadi solusi praktis bagi para ibu rumah tangga," katanya.

Saat Ramadan banyak warga memanfaatkan momentum buka puasa untuk mengais rezeki. Salah satunya dengan berjualan takjil dan memanfaatkan lapak yang mudah ditemui di pinggir jalan atau di depan masjid.

Menu takjil adalah hidangan buka puasa yang biasanya terdiri dari berbagai macam makanan dan minuman ringan seperti kolak pisang, es kolang kaling, gorengan, lontong, kue manis, dan lain-lain.

Meskipun jalanan menjadi padat dan macet karena dipenuhi pedagang takjil musiman dan diperparah waktu mereka berdagang bertepatan dengan jam pulang kerja, salah seorang warga sekaligus pengendara motor Dinar mengaku merasa tidak terganggu.

"Ramai seperti ini, 'kan setahun sekali dan pas Ramadan saja. Jadi bisa dimaklumi, jika ada kemacetan sedikit. Selama masih tertib dan para pengendaranya saling memaklumi dan menjaga emosi, saya pikir ini yang menjadi keunikan lain dari Ramadan," ungkap Dinar.

Dinar pun maklum. Apa lagi kemacetan terjadi itu kerana memang jam padat kendaraan dan banyak orang yang berhenti untuk membeli hidangan takjil.

Sumber: ANTARA

#Pasar Ramadan #Bekasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Fashion
Diadora Hadirkan The Home of Italian Sport Lifestyle di Mono Store Pertama Living World Grand Wisata
Gerai ini menggabungkan warisan desain Italia yang elegan dengan performa atletik modern.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Diadora Hadirkan The Home of Italian Sport Lifestyle di Mono Store Pertama Living World Grand Wisata
Indonesia
Sopir Taksi Green SM Tersangka Tabrakan Kereta Maut Bekasi, Dijerat Pasal Kelalaian UU Lalu Lintas
Terancam pidana penjara paling lama 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Sopir Taksi Green SM Tersangka Tabrakan Kereta Maut Bekasi, Dijerat Pasal Kelalaian UU Lalu Lintas
Indonesia
Berkas Perkara Tabrakan Kereta Maut Bekasi Rampung, Siapa Tersangkanya?
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan berkas perkara kasus kecelakaan tabrakan maut kereta di Stasiun Bekasi Timur pada akhir April lalu telah rampung.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Berkas Perkara Tabrakan Kereta Maut Bekasi Rampung, Siapa Tersangkanya?
Indonesia
Hampir Sebulan Berlalu, 5 Korban Tabrakan Maut Kereta Bekasi Masih Dirawat di RS
Hampir sebulan pasca tabrakan maut KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, lima korban masih dirawat di rumah sakit.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Hampir Sebulan Berlalu, 5 Korban Tabrakan Maut Kereta Bekasi Masih Dirawat di RS
Indonesia
90 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Sudah Boleh Pulang dari RS, 17 Masih Dirawat
Layanan klaim, trauma healing, dan Lost and Found korban tabrakan kereta Bekasi Timur tetap dibuka hingga 11 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
90 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Sudah Boleh Pulang dari RS, 17 Masih Dirawat
Indonesia
17 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Masih Dirawat di RS, 84 Orang Sudah Boleh Pulang
KAI pastikan 84 korban tabrakan kereta Bekasi sudah pulang dari RS, 17 masih dirawat. Disediakan klaim biaya, trauma healing, dan layanan Lost and Found hingga 11 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
17 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Masih Dirawat di RS, 84 Orang Sudah Boleh Pulang
Indonesia
Bupati Ade Kunang Didakwa Terima Suap Rp 12,4 M, Abahnya Kecipratan 1 M
Sidang Tipikor Bandung dakwa Bupati Bekasi nonaktif Ade Kunang dan ayahnya menerima suap Rp 12,4 miliar dari pengusaha Sarjan untuk proyek senilai Rp 107,6 miliar.
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
Bupati Ade Kunang Didakwa Terima Suap Rp 12,4 M, Abahnya Kecipratan 1 M
Indonesia
81 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur yang Dirawat di RS Kembali ke Rumah
Selain yang dirawat di RS, KAI juga membantu pengobatan korban yang telah melakukan berobat secara mandiri melalui mekanisme klaim atau reimbursement.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
81 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur yang Dirawat di RS Kembali ke Rumah
Indonesia
KAI Tanggapi Rangkaian Bunga di Stasiun Bekasi Timur: tak Saling Kenal, tapi Ada Rasa Kebersamaan
Apa yang terlihat di Bekasi Timur menjadi gambaran kuat tentang hubungan yang terbangun antarpara pengguna KRL.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
KAI Tanggapi Rangkaian Bunga di Stasiun Bekasi Timur: tak Saling Kenal, tapi Ada Rasa Kebersamaan
Berita Foto
Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal, Aktivitas Penumpang KRL Jabodetabek Pulih
Suasana penumpang KRL Jabodetabek saat keluar pintu tiket otomatis di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 30 April 2026
Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal, Aktivitas Penumpang KRL Jabodetabek Pulih
Bagikan