PDIP Sebut Andika Perkasa Tidak Cocok Jadi Cawagub Anies

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juli 2024
PDIP Sebut Andika Perkasa Tidak Cocok Jadi Cawagub Anies

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa bersama Ganjar Pranowo di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/6). ANTARA/HO-PDIP

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Nama mantan Panglima TNI Andika Perkasa mencuat menjelang Pilkada 2024. Bahkan, Andika disebut akan menjadi kandidat calon wakil gubernur Jakarta mendampingi Anies Baswedan. Akan tetapi, PDIP menilai tidak cocok jika Andika menjadi cawagub pendamping Anies.

Wakil Sekjen PDIP Utut Adianto mengatakan, latar belakang Andika yang pernah menempati posisi tertinggi di TNI dirasa tidak cocok jika hanya menempati posisi wakil gubernur. Harusnya, Andika menjadi gubernur.

“Pak Andika panglima TNI, kalau untuk jadi wagub hemat saya nanti, menurut saya enggak pas lah. Kalau dia mau ya jadi gubernur,” kata Utut di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).

Baca juga:

Mantan Panglima TNI Andika Dinilai Cocok Bertarung di Pilkada Jateng

Utut menyebut apabila bersedia Andika cocok menjadi kandidat calon gubernur Jawa Tengah. Jika terpilih, kata dia, Andika dapat memberikan rasa aman bagi kader-kader PDIP di daerah lumbung suara PDIP tersebut.

“Kalau hemat saya Pak Andika bersedia, Pak Andika bisa ke Jawa Tengah, kenapa enggak Jakarta? Nanti mozaiknya beda, Jawa Tengah itu pemilihnya sekitar 28,5 juta. Kalau Pak Andika ke sana, Pak Andika memberi rasa aman kepada kader-kader PDI Perjuangan seluruh Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca juga:

Andika Perkasa jadi Salah Satu Kader yang Disiapkan PDIP di Pilkada Jakarta

Dikatakan Utut, tidak masalah jika Andika nantinya bertarung dalam kontestasi Pilkada Jateng dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. Menurutnya, faktor yang menentukan dalam pilkada adalah elektabilitas bukan cuma popularitas.

“Kalau masalah terkenal kan iya, tapi yang harus dicek elektabilitas. Tentu Mas Kaesang akan diajukan oleh PSI atau partai lain yang memang dekat dengan PSI, ya tentu boleh. Kalau orang kayak saya misalnya nanti Pak Andika bersedia, Pak Andika ke Jawa Tengah,” ujarnya. (Pon)

#Jenderal Andika Perkasa #PDIP #DPP PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan