Patrialis Akbar: Demi Allah, Saya Betul-Betul Dizalimi
Patrialis Akbar keluar dari Gedung KPK (MP/Dery Ridwansah)
Pasca menjalani pemeriksaan maraton sekitar 1x24, hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar keluar dari Gedung KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Waktu hampir menunjukan pukul 02.00 dini hari Jumat (27/1).
Patrialis Akbar keluar mengenakan rompi orange dalam pengawalan ketat menuju mobil tahanan. Ketika diserbu awak media yang menungguinya sejak pagi hari, politisi PAN sempat memberikan keterangannya.
Pada kesempatan pertama berbicara kepada media setelah KPK melalui Basaria Panjaitan menyatakan statusnya jadi tersangka, Patrialis Akbar menegaskan bahwa dirinya dizalimi. Pasalnya, Patrialis Akbar mengaku tidak mengenal Basuki Hariman, tersangka lain yang terjaring bersamanya dalam operasi tangkap tangan(OTT) KPK. Oleh sebab itu, Patrialis Akbar berharap Mahkamah Konstitusi dan para hakimnya tak perlu merasa tercoreng dengan statusnya sebagai tersangka.
"Pertama, saya ingin menyampaikan kepada yang mulia bapak ketua MK, bapak wakil ketua MK, dan para hakim MK yang sya muliakan serta kepada seluruh rakyat Indonesia, saya mengatakan, saya hari ini dizalimi, karena saya tidak pernah menerima uang satu rupiah pun dari pak Basuki (Basuki Hariman,red)," kata Patrialis Akbar saat keluar dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/1) dini hari.
Patrialis Akbar bahkan berani bersumpah bahwa dirinya tidak menerima uang sepeser pun dari Basuki Hariman. Lebih lanjut, hakim Mahkamah Konstitusi yang pengangkatannya ditunjuk langsung SBY itu, mengaku dirinya sedang diuji.
"Demi Allah, saya betul-betul dizolimi, ya nanti kalian bisa tanya sama Basuki, bicara uang saja saya tidak pernah," papar Patrialis Akbar.
Bagikan
Berita Terkait
Kasus Suap Proyek Bekasi, KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Ono Surono
KPK Periksa Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Terkait Suap Proyek Bekasi
Pasal Penghinaan Presiden Diuji di MK, Kritik Kepala Negara Dinilai Sebagai Hak Konstitusional
Komisi XI DPR Soroti Dugaan Suap Pegawai DJP, Dorong Reformasi Menyeluruh
KPK Geledah Kantor Ditjen Pajak Kemenkeu
Kasus Suap Pajak Terbongkar, KPK Tahan Kepala KPP dan Konsultan Pajak
Pakar Hukum Tegaskan Putusan MK 114/2025 tak Batasi Penugasan Polri Aktif
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Gelar Raja Bolos MK Jatuh ke Anwar Usman, MKMK: Etika Itu Kesadaran Bukan Paksaan
MK Tegaskan Putusan Adalah Konstitusi, Pemerintah Klaim Selalu Patuh