MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat tingkat vaksinasi warganya masih rendah dibandingkan wilayah lain di Jawa Barat. Vaksinasi baru mencapai 13,38 persen atau 256.443 orang dari target 1,9 juta orang.
"Cianjur masuk dalam peringkat kedua terbawah pencapaian vaksinasi COVID-19 di Jabar, karena sejak awal minat warga untuk divaksin yang kurang hingga terbatasnya stok vaksin," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi COVID-19 Cianjur, Yusman Faisal di Cianjur, Rabu (1/9).
Baca Juga:
Vaksinasi di Klaster PON Papua Capai 49 Persen
Yusman menjelaskan, dari target vaksinasi 1,9 juta orang di Cianjur, saat ini baru tercapai sekitar 256.443 sasaran atau sekitar 13,38 persen untuk vaksinasi dosis pertama, sedangkan yang sudah sampai tahapan vaksinasi dosis kedua baru 6,44 persen.
Ia memaparkan, berbagai kendala dihadapi pemerintah daerah terkait program vaksinasi COVID-19, dimana saat awal vaksinasi minat warga sangat rendah karena banyaknya isu dan berita bohong terkait vaksin yang akan digunakan.
"Seiring waktu, angka partisipasi warga untuk mendapatkan vaksinasi terus bertambah, terlebih setelah sejumlah tokoh mendapatkan vaksinasi, sehingga saat vaksinasi masal digelar warga yang datang melebihi kuota yang tersedia," katanya.
Sedangkan kendala lain masih rendahnya vaksinasi di Cianjur, karena stok vaksin yang terbatas. Setiap setok yang diterima hanya cukup untuk sepekan atau beberapa hari, sehingga kuota vaksinasi dibatasi.
"Minat warga tinggi tapi stok vaksin terbatas. Kalau stoknya banyak, vaksinator mampu untuk menggenjot agar target tercapai, namun stok vaksin tergantung pusat, kami hanya mengajukan," katanya.
Pemkab Cianjur, berupaya hingga akhir tahun vaksinasi sudah sesuai target 1,9 juta sasaran.
"Kita terus berupaya meningkatkan persentase dengan melibatkan berbagai kalangan, sehingga akhir tahun sudah tercapai vaksinasi untuk 1,9 juta orang," katanya dilansir Antara.
Kementerian Kesehatan, vaksinasi di beberapa derah di Indonesia berlangsung tidak merata. Terutama di luar Jawa. Kementerian Kesehatan mengambil kebijakan menunda proses pendistribusian vaksin COVID-19 ke kabupaten/kota yang diperkirakan memiliki stok cukup hingga 30 hari ke depan.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan, saat ini pendistribusian vaksinasi akan diprioritaskan bagi daerah yang stok vaksinnya kurang untuk sepekan ke depan.
"Pengiriman vaksin untuk kabupaten/kota dengan estimasi stok yang lebih dari 30 hari akan ditunda sementara waktu," ujar Nadia dalam konferensi persnya dalam akun Youtube Kemenkes RI, Rabu (1/9). (*)
Baca Juga:
Vaksinasi Tidak Merata, Kemenkes Fokus Distribusi ke Daerah Dengan Stok Sedikit