MerahPutih.com - Satgas COVID-19 Kabupaten Boyolali bekerja sama dengan TNI-Polri menjaga ketat Asrama Haji Donohudan yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.
Penjagaan ketat tersebut dilakukan seiring dengan adanya kebijakan Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Kudus yang melarang warga melakukan isolasi mandiri di rumah dan harus isolasi mandiri ke Asrama Haji Donohudan.
Baca Juga
Dandim 0724/Boyolali, Letkol (Inf) Aris Prasetyo mengatakan, penjagaan ketat Asrama Haji Donohudan dilakukan mulai berlaku Minggu (6/6) sampai batas waktu tidak ditentukan. Hal itu dilakukan setelah pasien COVID-19 dari Kudus banyak yang dikirim ke Asrama Haji Donohudan untuk jalani isolasi mandiri.
"Berdasarkan informasi awal yang ada sebanyak 90 pasien OTG asal Kudus direncanakan datang pada malam ini (Minggu). Setelah itu, bertahap dilakukan pengiriman pasien lagi ke sini (Asrama Haji Donohudan)," kata Aris, Minggu (6/6).
Pasien OTG asal Kudus, lanjut dia, akan ditampung di bangsal Mekkah, tiap kamar 8 orang dengan blok A 64 dan blok B 64. Untuk pengamanan dilakukan tiga ring bersama personel gabungan TNI-Polri.
"Ring 1 akan dijaga ketat oleh nakes dengan APD lengkap. TNI-Polri berjaga di ring 2 dan 3. Kami tetap menerapkan protokol kesehatan selama menjaga Asrama Haji Donohudan," papar dia.
Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond mengatakan, bagi keluarga yang dirawat di sini diharapkan mematuhi standar keamanan yang diterapkan. Pasien COVID-19 tidak boleh keluar asrama.
"Jika ada pasien yang sembuh boleh dijemput keluarganya hanya sampai ring 2. Jika melanggar kami tindak tegas," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Kasus COVID-19 di Kudus Melonjak, Kapolri Minta Wilayah Jateng Tingkatkan 3T