Pasca-G30S, Soeharto Ciut Nyali Markasnya Bakal Dibom AURI

Thomas KukuhThomas Kukuh - Kamis, 28 September 2017
Pasca-G30S, Soeharto Ciut Nyali Markasnya Bakal Dibom AURI

Pangkostrad (Panglima Komando Strategis Angkatan Darat) Mayjen Soeharto (kiri).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA pukul 01.00 dinihari, tanggal 2 Oktober 1965, setelah berdiskusi dengan Jenderal A.H Nasution (yang selamat dari penculikan), Brigjen Sobirin Mochtar dan Brigjen Soegandhi, Pangkostrad (Panglima Komando Strategis Angkatan Darat) Mayjen Soeharto pun memutuskan untuk menyerbu Pangkalan Angkatan Udara Halim.

Kabar ini pun sampai ke telinga Panglima Angkatan Udara (AURI) Oemar Dhani. Dinihari itu juga, Oemar Dhani yang tengah terbang bersama penerbang Leo Wattimena menggunakan pesawat C-130 Hercules menuju Madiun, mengirimkan radiogram khusus ke Halim.

“Katakan kepada Mayjen Soeharto untuk membatalkan rencananya tentang Halim karena Halim adalah wilayah Angkatan Udara. Jika ia tidak menghiraukan ini, ia akan berhadapan dengan Angkatan Udara,” seperti dikutip dari A. Yogaswara berjudul Biografi Daripada Soeharto.

Bukan itu saja, terbetik pula berita bahwa pesawat Locheed C-140 Jetstar Skadron 17/VIP yang memuat menteri negara Laksamana Muda Udara Sri Mulyono Herlambang sepulang dari Medan, ditembaki oleh Artileri Serangan Udara AD saat terbang rendah di Tanjung Priok dan di atas Tebet. Tembakan itu tidak mengenai sasaran.

“Akhirnya Mayor Udara Wage Mulyono, penerbang pesawat Jetstar, mengubah arah pendaratan yang semula kearah timur laut, beralih 180 derajat ke barat daya dari arah Bekasi,” ujar Sintong Panjaitan kepada Hendro Subroto, seperti tersaji dalam Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando.

Peneliti Cekoslowakia, Victor Mirosilav Vic, dalam bukunya Kudeta 1 Oktober 1965: Sebuah Studi tentang Konspirasi menuliskan bahwa Oemar Dhani akan mendatangkan pesawat B-25 dan B-26 dari Malang dan Hussein Sastranegara ke Halim. Ia juga memerintahkan agar sejumlah pesawat Mustang disiagakan dalam keadaan siap tempur. Buku Vic ini menarik karena menolak teori yang dikembangkan “Cornell Paper”.

Pesan radiogram dari Oemar Dhani tersebut, tulis Ambarwulan dan Aminuddin Kasdi di artikelnya yang berjudul ‘PKI dibalik Gerakan 30 September 1965’ yang tersua dalam Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisis Nasional suntingan Taufik Abdullah cum suis masuk pula ke markas Kostrad. Sehingga muncul kekhawatiran bahwa markas mereka akan dibombardir AURI.

Ultimatum dari Panglima AU itu cukup ampuh. Nyali Soeharto menciut beberapa waktu. Soeharto dan para stafnya pun mengungsi dari markas Kostrad di jalan Medan Meredeka Timur ke markas baru didaerah Senayan. Ternyata, tulis John Rossa dalam Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto, serangan udara itu tidak pernah terjadi.(*) Achmad Sentot

#Soeharto #G30S/PKI
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Saat ini stok beras nasional mencapai lebih dari 3 juta ton, melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar 2 juta ton di era Presiden ke-2 RI Soeharto.
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Indonesia
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Komnas HAM menyatakan kecewa atas pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Menilai keputusan itu melukai korban pelanggaran HAM berat era Orde Baru dan mencederai semangat Reformasi 1998.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Indonesia
Menteri HAM Ogah Komentar Detail Soal Gelar Pahlwan Soeharto
Pigai menjelaskan Kementerian HAM tidak memberikan rekomendasi nama apa pun untuk diusulkan menjadi pahlawan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Menteri HAM Ogah Komentar Detail Soal Gelar Pahlwan Soeharto
Indonesia
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Partai Golkar sejak awal telah mengusulkan dan mendukung beliau beserta tokoh-tokoh lainnya untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Kemudian tahun ini baru terwujud.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Indonesia
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Tanda bahwa bangsa Indonesia tengah kehilangan ukuran moral dan integritas dalam bernegara. ?
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Indonesia
Soeharto & Marsinah Barengan Jadi Pahlawan Nasional, SETARA Institute Kritik Prabowo Manipulasi Sejarah
"Mana mungkin Marsinah dan Soeharto menjadi pahlawan pada saat yang bersamaan," kata Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi
Wisnu Cipto - Senin, 10 November 2025
Soeharto & Marsinah Barengan Jadi Pahlawan Nasional, SETARA Institute Kritik Prabowo Manipulasi Sejarah
Indonesia
Aktivis Reformasi Sebut Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Bentuk Pengaburan dan Amnesia Sejarah Bangsa
Gelar kepahlawanan bukan sekadar bentuk penghargaan individual, melainkan mekanisme moral kolektif sebuah bangsa.
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Aktivis Reformasi Sebut Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Bentuk Pengaburan dan Amnesia Sejarah Bangsa
Indonesia
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Pimpinan Komisi XIII DPR menyinggung soal pelanggaran HAM Orde Baru. Hal ini buntut dari pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Indonesia
Klaim tak Ada Bukti Pelanggaran HAM, Fadli Zon Justru Ungkit Jasa Besar Soeharto untuk Indonesia
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengklaim, bahwa tak ada bukti pelanggaran HAM yang dilakukan Soeharto.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Klaim tak Ada Bukti Pelanggaran HAM, Fadli Zon Justru Ungkit Jasa Besar Soeharto untuk Indonesia
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto (kiri) memberikan selamat kepada putra presiden kedua RI Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto (kanan) Bambang Trihatmodjo (kiri) dan Siti Hardijanti Hastuti Rukmana usai upacara pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto dan sembilan tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Bagikan