Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pasar Gondangdia, Kian Tergerus Gedung Pencakar Langit

Rendy NugrohoRendy Nugroho - Selasa, 29 Desember 2015
Pasar Gondangdia, Kian Tergerus Gedung Pencakar Langit

Pasar Gondangdia, Cikini, Jakarta Pusat (Foto: MerahPutih/Muhammad Fadly)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Wisata - Gondangdia, Cikini, Jakarta Pusat ternyata menyimpan banyak peninggalan sejarah dan budaya bagi kota Jakarta. Dulu, Gondangdia terkenal dengan kawasan elit peninggalan kolonial belanda, situs kebudayaan Betawi sangat lekat dengan Gondangdia.

Seiring perkembangan zaman, wilayah perkampungan rakyat pun semakin tersingkir. Gedung pencakar langit dibangun dipusat-pusat kota, perkantoran, mall, bahkan hunian elit. Di tengah hingar-bingar pembangunan itu, pasar tradisional Gondangdia tak luput dari efek modernisasi.

Pasar yang dulu menjadi pusat transaksi warga betawi itu, mengalami perubahan total menjadi pasar semi modern. Berada di kawasan perkantoran dengan sedikit penghuni kampung, membuat pasar Gondangdia semakin tak terlihat.

Menjulangnya bangunan disekitar, membuat gedung pasar Gondangdia semakin terpojok, nyaris hilang terapit. Ditambah maraknya pusat perbelanjaan di Jakarta pusat, semakin membuat pasar semi modern ini tak laku diminati.

Pengelolah Pasar Gondangdia, Ismail, mengatakan semakin tumbuh suburnya pusat perbelanjaan modern bersamaan dengan dibangunnya gedung-gedung tinggi disekitar Jakarta Pusat, membuat pasar tradisional tak lagi diminati. Akibatnya, pedagang banyak yang gulung tikar.

"Sekarang makin sepi, pasar ketutup sama gedung tinggi disekitarnya," katanya, kepada merahputih.com, Senin (28/12).

Pasar yang sebelumnya, menjadi primadona lokasi transaksi warga, berganti menjadi sepi. Meskipun telah bersolek menjadi pasar semi modern, tetap saja Pasar Godangdia tak mampu bersaing dengan sejumlah kompetitornya di bilangan Jakarta Pusat.

"Lihat pasarnya, memang lebih modern, tapi tertutup dengan gedung pencakar langit, sudah jarang yang kesini," keluhnya.

Selain lokasi yang mulai dipadati gedung bertingkat, pemukiman warga kelas menengah kebawah juga terus berkurang.

"Ini mungkin yang mengakibatkan pasar mulai tergerus pembelinya, warganya kebanyakan sudah digusur dan pindah ke pinggiran Jakarta," terangnya. (Fdi)

BACA JUGA:

  1. Cikini Gold Center (CGC) Rambah Pasar Asia Tenggara
  2. Kemenparekraf Rogoh Kocek Rp600 Miliar untuk Digital Marketing
  3. Bencana Alam Jadi Momok Bagi Dunia Pariwisata
  4. Saat Bos Google Terpikat Raja Ampat
  5. Eksotisme Bukit Matang Kaladan di Tanah Borneo
#Kebudayaan Indonesia #Cikini #Gondangdia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026–2030
Keberhasilan ini merupakan hasil diplomasi intensif oleh Delegasi Indonesia di Paris, Jakarta, dan berbagai perwakilan lain dengan dukungan sejumlah negara sahabat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026–2030
Lifestyle
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Keunikan tradisi ini terletak pada penyajian makanan khas bernama Puli
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Indonesia
Cagar Budaya Nasional Kini Jadi 313, Fadli Zon: Kita Punya Potensi Puluhan Ribu Artefak Keren
Sebagai solusi percepatan, pemerintah mewacanakan pembentukan tim khusus untuk melakukan penilaian dan kurasi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Cagar Budaya Nasional Kini Jadi 313, Fadli Zon: Kita Punya Potensi Puluhan Ribu Artefak Keren
Lifestyle
Resmi! Nasi Megono Kecombrang dan Lopis Krapyak Pekalongan Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional
Nasi Megono dari Kota Pekalongan memiliki cita rasa yang istimewa dan unik dibandingkan Megono dari daerah lain di sekitarnya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 14 Oktober 2025
Resmi! Nasi Megono Kecombrang dan Lopis Krapyak Pekalongan Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional
Indonesia
'Pelican Crossing' Mulai Diuji Coba dengan Pengawasan Dishub-Satpol PP, Anak Buah Pramono Beri Himbauan Begini
Inisiatif ini muncul setelah sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan penumpang melompati pagar pembatas di Stasiun Cikini
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 September 2025
'Pelican Crossing' Mulai Diuji Coba dengan Pengawasan Dishub-Satpol PP, Anak Buah Pramono Beri Himbauan Begini
Indonesia
Pagar Stasiun Cikini Ditinggikan, Penumpang KRL Justru Bikin Pramono Anung Pusing
Pramono berencana untuk memperbanyak pintu masuk stasiun
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Agustus 2025
Pagar Stasiun Cikini Ditinggikan, Penumpang KRL Justru Bikin Pramono Anung Pusing
Indonesia
Simfoni Delapan Dekade GBN 2025: Prince Poetiray dan Pembantu Prabowo Sukses Bikin Banjir Air Mata
Simfoni delapan dekade ini mengajak kita merasakan dentuman semangat proklamasi dan keragaman budaya
Angga Yudha Pratama - Minggu, 10 Agustus 2025
Simfoni Delapan Dekade GBN 2025: Prince Poetiray dan Pembantu Prabowo Sukses Bikin Banjir Air Mata
Lifestyle
IdeaFest 2025 Usung Tema '(Cult)ivate The Culture', Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Dengan bekal budaya yang melimpah itu, tentu Indonesia bisa jadi negara berdaya lewat penguatan ekonomi kreatifnya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 Juli 2025
IdeaFest 2025 Usung Tema '(Cult)ivate The Culture', Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Indonesia
Penetapan Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober Diklaim Tidak Terkait Dengan Hari Ulang Tahun Presiden Prabowo
Hasil kajian tersebut menghasilkan 17 Oktober dipilih sebagai momentum yang tepat sebagai tanggal peringatan Hari Kebudayaan yang bertepatan dengan lahirnya satu dari empat pilar yaitu Pancasila, NKRI, UUD 945 dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 Juli 2025
Penetapan Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober Diklaim Tidak Terkait Dengan Hari Ulang Tahun Presiden Prabowo
Indonesia
Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober Bertepatan dengan Ultah Prabowo, PDIP: Tak Perlu Tendensius
Surat keputusan tersebut dikeluarkan pada 7 Juli 2025 dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 15 Juli 2025
Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober Bertepatan dengan Ultah Prabowo, PDIP: Tak Perlu Tendensius
Bagikan