Menbud: Indonesia Pegang Peran Penting Narasi Besar Evolusi Manusia
Menbud Fadli Zon menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu peradaban tertua di dunia. (Foto: YouTube/Fadli Zon Official)
MerahPutih.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu peradaban tertua di dunia.
Dalam pembukaan pameran bertajuk “Indonesia, The Oldest Civilization on Earth? 130 Years After Pithecanthropus Erectus” di Museum Nasional, Jakarta, Zon mengungkapkan kebanggaan atas penemuan fosil Pithecanthropus erectus oleh Eugène Dubois di tepian Bengawan Solo pada tahun 1894.
“Penemuan ini bukan sekadar peristiwa besar dalam sejarah ilmu pengetahuan; ini adalah pencapaian transformasional yang menegaskan peran Indonesia sebagai bagian penting dalam narasi besar evolusi manusia,” ujar Fadli Zon, seperti dikutip Antara (26/12).
Baca juga:
Raker Perdana Mendikdasmen, Mendiktisaintek, dan Menbud dengan Komisi X DPR
Indonesia, dengan situs arkeologi seperti Sangiran, Trinil, dan Ngandong, menyimpan koleksi fosil manusia purba terbesar di Asia Tenggara.
Dari seluruh temuan Homo erectus di dunia, 60 persen berada di tanah Jawa. Fosil-fosil ini, berusia lebih dari 1,5 juta tahun, menempatkan Indonesia sebagai pusat adaptasi dan inovasi manusia purba.
“Penemuan-penemuan ini membuka mata dunia bahwa tanah air kita memegang peran tak tergantikan dalam narasi besar evolusi manusia. Kawasan Nusantara adalah salah satu pusat peradaban purba yang terkaya dan paling kompleks di dunia, yang sangat penting dalam memahami asal-usul umat manusia," lanjut Zon.
Fadli Zon juga menantang generasi muda Indonesia untuk menjadikan warisan ini sebagai inspirasi masa depan.
“Fosil-fosil ini menunjukkan bahwa wilayah Nusantara adalah laboratorium alami, ruang hidup manusia purba untuk belajar bertahan hidup, beradaptasi, dan berinovasi,” katanya.
Baca juga:
Inggris Belum Mau Kembalikan Artefak Bersejarah RI, Fadli Zon Gencarkan Lobi
Selain fosil Pithecanthropus erectus, pameran ini menampilkan lebih dari 20 koleksi istimewa, termasuk tengkorak Homo erectus S-17 yang untuk pertama kalinya dipamerkan kepada publik.
Penemuan lain seperti fosil fauna purba Mastodon dan Stegodon menambah kekayaan cerita ekosistem awal Nusantara.
Pameran ini bukan hanya wujud nyata upaya Indonesia memperkuat kebudayaan nasional, tetapi juga sebuah ajakan untuk merayakan dan melestarikan warisan yang tak ternilai ini.
Di tengah peradaban dunia, Indonesia berdiri tegak sebagai penjaga sejarah umat manusia. (dru)
Baca juga:
Yos Suprapto Bantah Karyanya Vulgar, Tuding Fadli Zon tak Layak Jadi Menteri Kebudayaan
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Fadli Zon Ungkap Alasan Pemerintah Ikut Turun Tangan soal Konflik Keraton Solo
Menbud Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Jadi Pelaksana Keraton Solo, Singgung Sosok Senior Berpengalaman
GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton
Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Sudah Diresmikan Fadli Zon, Museum Keraton Surakarta Belum Dibuka saat Libur Nataru, Ini Alasannya
Cagar Budaya Nasional Kini Jadi 313, Fadli Zon: Kita Punya Potensi Puluhan Ribu Artefak Keren
Menteri Fadli Janjikan Semakin Banyak Revitalisasi Cagar Budaya
Warisan Budaya Takbenda Indonesia Bertambah 514 Warisan
Menbud Percaya Maha Menteri Tedjowulan Bisa Selesaikan Konflik Raja Kembar Solo
Bayangan Menbud Fadli Zon Saat Revitalisasi Benteng Indrapatra Aceh Kelar