'Pelican Crossing' Mulai Diuji Coba dengan Pengawasan Dishub-Satpol PP, Anak Buah Pramono Beri Himbauan Begini
Petugas meninggikan pagar pedestrian Stasiun Cikini, Jakarta untuk mencegah aksi penumpang kereta rel listrik (KRL) kembali melompati pagar. ANTARA/HO-PT KAI Daop 1 Jakarta.
Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan PT KAI mengadakan uji coba pelican crossing (penyeberangan pejalan kaki dengan lampu lalu lintas) di sisi timur Stasiun Cikini.
Uji coba ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna kereta komuter saat menyeberang dan memasuki area stasiun.
Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI Jakarta, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa uji coba ini akan berlangsung setiap hari, disesuaikan dengan jam operasional kereta komuter dari pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.
Baca juga:
Selain Harus Ada CCTV, Pelican Crossing Wajib Dilengkapi 'Garis Getar'
"Selain menyiapkan pelican crossing dengan lampu lalu lintas pengamannya, kami juga akan mengerahkan petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk memastikan mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar," ujar Iwan, Senin (15/9).
Pembukaan pagar pembatas pejalan kaki ini dilakukan pada Minggu, 14 September, untuk mempermudah akses. Masyarakat dan pengendara diimbau untuk tertib dan mengutamakan keselamatan saat melintasi area tersebut.
Iwan mengajak semua pihak untuk menggunakan fasilitas yang ada dengan baik.
“Mari kita menjaga ketertiban dan kenyamanan di Stasiun Cikini dengan memperhatikan keselamatan diri. Harap berhati-hati saat melintas di pelican crossing yang telah disediakan," jelas dia.
Baca juga:
Pelican Crossing Tak Cocok di Jakarta, Pengamat: Kesadaran Berkendara Rendah
Inisiatif ini muncul setelah sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan penumpang melompati pagar pembatas di Stasiun Cikini karena lokasi pintu keluar yang jauh dari halte angkutan umum.
Sebagai respons, PT KAI Daop 1 Jakarta dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah meninggikan pagar pedestrian dari 1 meter menjadi 1,7 meter untuk mencegah kejadian serupa.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Setop Bilang Kebaya Cuma Buat Emak-Emak! Pemprov DKI Gencarkan Jurus Agar Anak Muda Naksir Warisan UNESCO
Pramono Ambil Alih Tanggul Bocor Muara Baru Agar Jakarta Tak 'Tenggelam' Walau Bukan Tugas Pemprov DKI
Pramono Bongkar Jam Krusial Banjir Rob Ganas yang Bakal Melanda Jakarta Besok
Pramono Anung Minta Anak Buah Siaga Banjir Rob dan Curah Hujan Tinggi, Camat Hingga Lurah Wajib Hadir di Lapangan
Dana Rp 1 Triliun Tersalur Tepat Waktu, Bank Jakarta Siap Perluas Pembiayaan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan Pasar Murah di 5 Lokasi, Bantu Ringankan Beban Warga Prasejahtera
Pemprov DKI Bagikan KLG untuk Penyandang Disabilitas, Rano Karno: Jakarta Harus Inklusif
Ada Kegiatan Jakarta Penuh Warna, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Layanan
Pasar Pramuka Tetap Ramai Jelang Revitalisasi Total di Tahun 2026
Pemprov DKI Siapkan Pembangunan Tanggul Permanen di Pantai Mutiara Usai Ramai Isu Kebocoran