Standar Keselamatan Diduga Tak Dipenuhi, Pemprov DKI akan Evaluasi Seluruh Gedung Setelah Insiden Kebakaran Terra Drone

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Desember 2025
Standar Keselamatan Diduga Tak Dipenuhi, Pemprov DKI akan Evaluasi Seluruh Gedung Setelah Insiden Kebakaran Terra Drone

Kebakaran di Gedung Terra Drone Cempaka Putih.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pengecekan standar keselamatan bangunan di seluruh gedung yang ada di ibu kota, menyusul insiden kebakaran gedung Terra Drone di Jakarta Pusat pada Selasa (9/12).

Peristiwa tragis tersebut menelan 22 korban jiwa, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk segera melaksanakan pengecekan terhadap gedung-gedung di Jakarta.

"Jadi saya sudah meminta, dan dalam minggu-minggu ini kita akan segera mengecek kembali semua gedung yang ada," ujar Pramono di Jakarta, Rabu (10/12).

Baca juga:

22 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Terra Drone, Polisi Periksa Manajemen dan Izin Gedung

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memperparah insiden kebakaran pada sejumlah gedung di Jakarta, termasuk gedung Terra Drone, adalah adanya perubahan struktur bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan awal pendirian gedung.

"Nah gedung kemarin itu, gedung yang tumbuh. Kiri-kanannya gedung lama, tumbuh satu-satunya gedung itu, sehingga pasti secara kelengkapan persyaratannya tidak terpenuhi," kata Pramono.

Berdasarkan peninjauan lapangan pasca kejadian dan diskusi bersama Kapolres Jakarta Pusat serta jajaran Pemprov DKI, Pramono menilai gedung Terra Drone tidak memenuhi standar keselamatan bangunan.

Baca juga:

Identifikasi Berlanjut, RS Polri Umumkan 10 Nama Korban Kebakaran Terra Drone

Menurutnya, kondisi fisik gedung menunjukkan indikasi kuat adanya ketidaksesuaian struktur dan minimnya fasilitas penyelamatan darurat, yang berdampak fatal ketika kebakaran terjadi dan asap dengan cepat memenuhi ruangan.

"Kalau saya lihat struktur dan sebagainya, pasti mereka melanggar aturan. Karena apa? Tangganya kecil banget, dan itu yang menyebabkan beberapa orang tidak bisa turun ke bawah," jelas Pramono.

Situasi di dalam gedung semakin memburuk karena tidak ada pintu darurat di lantai bawah. Akibatnya, para pekerja terpaksa naik ke lantai atas untuk mencari jalan keluar, pada saat asap pekat sudah mengepul.

"Ketika kebakar, akhirnya orang atau karyawannya naik ke atas semua, kemudian asap dari bawah. Itulah yang menyebabkan kenapa kemudian yang meninggal cukup banyak," pungkasnya. (Asp)

#Kebakaran #Kebakaran Terra Drone #Pemprov DKI Jakarta #Pramono Anung #Gubernur DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono: Itu Arahan Pusat
ASN DKI Jakarta WFH dan sekolah PJJ pada hari ini Selasa (18/8) arahan pemerintah pusat.
Wisnu Cipto - 1 jam, 15 menit lalu
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono: Itu Arahan Pusat
Indonesia
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung penggerebekan narkoba BNN di Kampung Bahari. Tiga tersangka ditangkap dalam operasi tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Indonesia
Pramono Kukuhkan 44 Paskibraka DKI Jakarta 2026, Tekankan Disiplin dan Integritas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan 44 Paskibraka DKI Jakarta 2026 dan meminta mereka menjaga disiplin, integritas, serta semangat bela negara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Pramono Kukuhkan 44 Paskibraka DKI Jakarta 2026, Tekankan Disiplin dan Integritas
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Indonesia
LRT Jakarta Bakal Tembus Dukuh Atas, Perjalanan Lebak Bulus–Kelapa Gading Diproyeksi Cuma 1 Jam
Pemprov DKI Jakarta akan mulai membangun jalur LRT Jakarta Manggarai–Dukuh Atas pada 2027. Proyek ditargetkan selesai Agustus 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
LRT Jakarta Bakal Tembus Dukuh Atas, Perjalanan Lebak Bulus–Kelapa Gading Diproyeksi Cuma 1 Jam
Indonesia
Parkiran JIS Terus Bersolek Buat Tampung Penonton Konser Musisi Dunia
Setelah JIS dan Ancol terhubung dengan rute KRL, akses transportasi tersebut semakin memudahkan masyarakat yang ingin menuju JIS yang menjadi tempat konser dari sejumlah grup papan atas dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Parkiran JIS Terus Bersolek Buat Tampung Penonton Konser Musisi Dunia
Indonesia
LRT Jakarta Velodrome–Manggarai Capai 97,9 Persen, Ditargetkan Beroperasi Akhir Agustus 2026
Progres LRT Jakarta Velodrome–Manggarai mencapai 97,9 persen. Jalur sepanjang 6,4 km ini ditargetkan mulai beroperasi akhir Agustus 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
LRT Jakarta Velodrome–Manggarai Capai 97,9 Persen, Ditargetkan Beroperasi Akhir Agustus 2026
Indonesia
Tarif Transportasi Jakarta saat 17 Agustus 2026 Jadi Rp 8, ini Penjelasan Pramono
Tarif transportasi di Jakarta saat 17 Agustus 2026 kini menjadi Rp 8. Sebelumnya, tarif tersebut ditetapkan Rp 1.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Tarif Transportasi Jakarta saat 17 Agustus 2026 Jadi Rp 8, ini Penjelasan Pramono
Indonesia
JPO Depan Gedung DPR tak Punya Akses Tangga, ini Kata Gubernur Pramo Anung
JPO tersebut sebelumnya dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
JPO Depan Gedung DPR tak Punya Akses Tangga, ini Kata Gubernur Pramo Anung
Indonesia
Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Bromo Mulai 14 Agustus? BNPB Tunggu Akurasi Prediksi BMKG
Kendala utama adalah belum terbentuknya awan konvektif yang menjadi syarat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Bromo Mulai 14 Agustus? BNPB Tunggu Akurasi Prediksi BMKG
Bagikan