Standar Keselamatan Diduga Tak Dipenuhi, Pemprov DKI akan Evaluasi Seluruh Gedung Setelah Insiden Kebakaran Terra Drone
Kebakaran di Gedung Terra Drone Cempaka Putih.(foto: Merahputih.com/Kanu)
MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pengecekan standar keselamatan bangunan di seluruh gedung yang ada di ibu kota, menyusul insiden kebakaran gedung Terra Drone di Jakarta Pusat pada Selasa (9/12).
Peristiwa tragis tersebut menelan 22 korban jiwa, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk segera melaksanakan pengecekan terhadap gedung-gedung di Jakarta.
"Jadi saya sudah meminta, dan dalam minggu-minggu ini kita akan segera mengecek kembali semua gedung yang ada," ujar Pramono di Jakarta, Rabu (10/12).
Baca juga:
22 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Terra Drone, Polisi Periksa Manajemen dan Izin Gedung
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memperparah insiden kebakaran pada sejumlah gedung di Jakarta, termasuk gedung Terra Drone, adalah adanya perubahan struktur bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan awal pendirian gedung.
"Nah gedung kemarin itu, gedung yang tumbuh. Kiri-kanannya gedung lama, tumbuh satu-satunya gedung itu, sehingga pasti secara kelengkapan persyaratannya tidak terpenuhi," kata Pramono.
Berdasarkan peninjauan lapangan pasca kejadian dan diskusi bersama Kapolres Jakarta Pusat serta jajaran Pemprov DKI, Pramono menilai gedung Terra Drone tidak memenuhi standar keselamatan bangunan.
Baca juga:
Identifikasi Berlanjut, RS Polri Umumkan 10 Nama Korban Kebakaran Terra Drone
Menurutnya, kondisi fisik gedung menunjukkan indikasi kuat adanya ketidaksesuaian struktur dan minimnya fasilitas penyelamatan darurat, yang berdampak fatal ketika kebakaran terjadi dan asap dengan cepat memenuhi ruangan.
"Kalau saya lihat struktur dan sebagainya, pasti mereka melanggar aturan. Karena apa? Tangganya kecil banget, dan itu yang menyebabkan beberapa orang tidak bisa turun ke bawah," jelas Pramono.
Situasi di dalam gedung semakin memburuk karena tidak ada pintu darurat di lantai bawah. Akibatnya, para pekerja terpaksa naik ke lantai atas untuk mencari jalan keluar, pada saat asap pekat sudah mengepul.
"Ketika kebakar, akhirnya orang atau karyawannya naik ke atas semua, kemudian asap dari bawah. Itulah yang menyebabkan kenapa kemudian yang meninggal cukup banyak," pungkasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta Lakukan Pemotongan Tiang Monorel Mangkrak di Jalan HR Rasuna Said Kuningan
Pasar Tumpah Bikin Kios Resmi Sepi, Pengamat Minta Gubernur Pramono Bereskan
Dorong Layanan Air Terintegrasi, PAM Jaya Resmi Luncurkan ERP Fusion
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 16–22 Januari
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Pemprov DKI Bakal Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Senayan, Sebagian Dijadikan Videotron
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Insiden Tunanetra Terjatuh di Halte CSW, Pramono Minta Transjakarta Berbenah
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said