Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Respons Keluhan Warga Terdampak Banjir, Gubernur DKI Tambah Pompa Air di Rawa Buaya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 24 Januari 2026
Respons Keluhan Warga Terdampak Banjir, Gubernur DKI Tambah Pompa Air di Rawa Buaya

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (foto: dok Pemprov DKI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menambah jumlah pompa air di lokasi banjir kawasan Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat surutnya genangan air yang masih merendam permukiman warga.

Penambahan pompa tersebut merupakan respons atas permintaan warga terdampak banjir, yang berharap genangan segera surut agar dapat kembali ke rumah masing-masing.

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau warga terdampak banjir yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Rawa Buaya, pada Sabtu (24/1).

“Masyarakat berharap air segera surut. Untuk itu, saya telah memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa. Saat ini sudah ada tambahan empat unit pompa, sehingga total pompa di lokasi ini menjadi tujuh unit,” ujar Pramono.

Baca juga:

Pagi Ini 9 Ruas Jalan dan 90 RT di Jakarta Tergenang Banjir, Ketinggian Sampai 2,5 Meter

Dalam kunjungannya, Pramono juga menyerahkan berbagai bantuan logistik kepada para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi beras 500 kilogram, minyak goreng 50 pouch, mi instan 50 dus, kasur lipat 50 buah, matras 100 buah, selimut 100 buah, family kit 100 paket, serta pakaian anak (kids wear) 10 paket.

“Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Hingga Sabtu (24/1) pagi, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa mengungsi di lokasi tersebut. Pramono memastikan penanganan banjir berjalan optimal dan seluruh pengungsi dalam kondisi sehat.

Selain menambah pompa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya menekan intensitas curah hujan. OMC dilakukan dengan frekuensi minimal dua kali dan maksimal tiga kali sehari, sesuai kebutuhan di lapangan.

“Tujuan utama kita adalah menurunkan curah hujan agar masyarakat yang mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” imbuhnya.

Baca juga:

Curah Hujan Jakarta Tembus 267 Milimeter, Pramono Sebut Sangat Jarang Terjadi

Terkait sejumlah wilayah di Jakarta Barat yang terdampak banjir cukup parah, Pramono menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh kiriman air dari wilayah hulu, khususnya dari Tangerang dan Tangerang Selatan. Aliran air tersebut masuk melalui sejumlah sungai, seperti Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart, yang bermuara di Cengkareng Drain.

Menurut Pramono, permukaan air di Cengkareng Drain telah mengalami penurunan dari sebelumnya 350 menjadi 315. Adapun batas aman berada di angka 310.

“Ini terus kami kejar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejumlah ruas jalan utama, termasuk Jalan Daan Mogot, sebagian besar sudah dapat dilalui kendaraan. Saat ini hanya tersisa satu titik genangan di KM 13.

Baca juga:

DPRD Tagih Janji Gubernur Pramono Banjir Jakarta Surut 1,5 Jam dengan Sistem Pompa

Dalam penanganan banjir di wilayah Jakarta Barat, Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, serta 60 pompa apung atau portable. Selain itu, turut digunakan berbagai alat berat, di antaranya 99 dump truck, 3 crane, 6 combi jetting, 59 excavator, 1 self loader, dan 1 wheel loader.

Sebanyak empat unit pompa perbantuan juga dikerahkan dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara dan Jakarta Pusat guna mempercepat proses penanganan banjir.

Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan pos kesehatan serta layanan sosial bagi warga yang mengungsi di berbagai titik. Kolaborasi lintas perangkat daerah terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan banjir dapat segera surut. (Asp)

#Pramono Anung #Banjir Jakarta #Suku Dinas Sumber Daya Air
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Masuk 4 Besar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia 31 Juli 2026
Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Jumat (31/7) pagi.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Jakarta Masuk 4 Besar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia 31 Juli 2026
Indonesia
Pramono Anung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Potensi Kekeringan di Jakarta
Jakarta sudah sekitar tiga minggu tanpa hujan. Gubernur Pramono Anung kini membuka opsi Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Pramono Anung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Potensi Kekeringan di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Serukan Persatuan dalam Membangun Jakarta, tak Lihat Asal Partai Anggota Dewan
Tak pernah mempersoalkan latar belakang partai politik anggota DPRD DKI Jakarta yang ikut serta turun ke warga saat menjalankan tugas.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gubernur Pramono Serukan Persatuan dalam Membangun Jakarta, tak Lihat Asal Partai Anggota Dewan
Indonesia
Pramono Minta Kemenkeu Segera Rampungkan Kajian Obligasi DKI Rp 3,5 Triliun
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta Kemenkeu untuk segera merampungkan kajian obligasi DKI.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Pramono Minta Kemenkeu Segera Rampungkan Kajian Obligasi DKI Rp 3,5 Triliun
Indonesia
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama hampir tiga pekan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Indonesia
Tak Lagi Berhenti di Velodrome, LRT Jakarta Segera Tembus Manggarai dalam 28 Menit
LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026. Jalur sepanjang 12,2 kilometer ini akan melayani 11 stasiun dengan waktu tempuh sekitar 28 menit.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
Tak Lagi Berhenti di Velodrome, LRT Jakarta Segera Tembus Manggarai dalam 28 Menit
Indonesia
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Pemprov DKI menargetkan sistem pembayaran nirsentuh dapat dikembangkan dan diintegrasikan pada moda transportasi publik lainnya di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Indonesia
Gubernur Pramono Desak Kemenkeu Segera Keluarkan Kajian Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki alasan tersendiri terkait penetapan tenor minimal tujuh tahun untuk obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Pramono Desak Kemenkeu Segera Keluarkan Kajian Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
Indonesia
Pramono Prihatin soal Bentrokan Matraman, Ingatkan Warga Jangan Ikut Terprovokasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, prihatin dengan bentrokan Matraman. Ia mengingatkan warga jangan terprovokasi.
Soffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
Pramono Prihatin soal Bentrokan Matraman, Ingatkan Warga Jangan Ikut Terprovokasi
Indonesia
Dikritik Mendagri Soal Rencana Surat Utang, Gubernur Pramono: Sudah Bulat
enerbitan obligasi merupakan salah satu skema pembiayaan kreatif (creative financing) yang disiapkan Pemprov DKI agar pembangunan tetap berjalan meski ada potongan Dana Bagi Hasil
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Dikritik Mendagri Soal Rencana Surat Utang, Gubernur Pramono: Sudah Bulat
Bagikan