Bukan Gaya, Ini Alasan Pramono Anung Tetap Berkostum Persija Saat Tinjau Kebakaran Terra Drone
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan keterangan kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/12/2025). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan penjelasan mengenai alasannya mengenakan jersey klub sepak bola Persija Jakarta saat meninjau lokasi kebakaran rumah toko (Ruko) Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/10).
Sebelum tiba di lokasi musibah, Pramono sedang menghadiri sebuah acara di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara.
"Saya lari-lari karena lagi acara match day dengan para duta besar dan Kementerian Luar Negeri, masih main sebagai pemain Persija, ada berita itu, saya langsung menuju ke tempat kebakaran," kata Pramono, Rabu (10/12).
Baca juga:
22 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Terra Drone, Polisi Periksa Manajemen dan Izin Gedung
Aksi Cepat Tanggap dan Tanggung Jawab Pemimpin
Karena padatnya lalu lintas, ia bahkan mengaku tidak menggunakan mobil dinas saat menuju ke lokasi. Karena terburu-buru, Pramono akhirnya memilih untuk menumpang motor patroli pengawalan (patwal) demi segera sampai di tempat kejadian.
Setelah melakukan peninjauan, Pramono memberikan bantuan biaya perawatan bagi korban luka-luka dan santunan pemakaman bagi korban meninggal dunia.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk tanggung jawabnya dan komitmen untuk selalu hadir bagi seluruh masyarakat sebagai pemimpin Jakarta.
"Ya, apapun, saya ini kan merupakan karakter kepemimpinan yang saya pimpin di Jakarta. Jadi kalau ada kejadian, seperti di SMA yang pada waktu itu, maupun kemarin di kebakaran, ya, kalau memang masih bisa bertanggung jawab, ya, kami upayakan," jelas dia.
Penyebab Kebakaran: Baterai di Lantai Satu
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa kebakaran yang menimpa Ruko Terra Drone di Kemayoran dipicu oleh terbakarnya baterai yang tersimpan di lantai satu bangunan tersebut.
"Pada sekitar pukul 12.30 WIB memang ada baterai di lantai 1 yang terbakar," tutur Susatyo.
Baca juga:
Ia menjelaskan bahwa sejumlah karyawan sempat berusaha memadamkan api. Namun, api dengan cepat membesar dan menyebar karena lantai satu berfungsi sebagai salah satu gudang penyimpanan.
Pada saat kejadian, karyawan rata-rata sedang beristirahat di lantai 2 hingga lantai 6. Mereka pun sempat terjebak karena api yang berkobar di lantai dasar.
"Karyawan pada saat itu sedang istirahat makan, sebagian berada di luar, sebagian lagi itu sedang istirahat di lantai 2, 3, sampai lantai 6. Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai 6," terang Susatyo.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta Lakukan Pemotongan Tiang Monorel Mangkrak di Jalan HR Rasuna Said Kuningan
Pasar Tumpah Bikin Kios Resmi Sepi, Pengamat Minta Gubernur Pramono Bereskan
Dorong Layanan Air Terintegrasi, PAM Jaya Resmi Luncurkan ERP Fusion
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 16–22 Januari
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Pemprov DKI Bakal Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Senayan, Sebagian Dijadikan Videotron
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Insiden Tunanetra Terjatuh di Halte CSW, Pramono Minta Transjakarta Berbenah
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said