Profil Partai

Partai Hanura Sasar Suara Milenial di Pemilu 2024

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 21 Januari 2023
Partai Hanura Sasar Suara Milenial di Pemilu 2024

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang memberikan sambutan pada HUT ke-16 Hanura di Jakarta, Rabu (21/12). ANTARA/Fauzi Lamboka

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menjadi 1 dari 17 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024. Hanura dipastikan menjadi parpol kontestan pemilu setelah dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau yang karib disapa OSO mengaku bangga partainya bisa mengikuti pesta demokrasi lima tahunan. Dia menyebut, keberhasilan Hanura berkat kerja jujur seluruh kadernya dalam memberikan dokumen-dokumen ke KPU.

Baca Juga

KPU Sebut Dokumen Pendaftaran Hanura, Gerindra, dan PKB Lengkap

Hanura terbilang bukan partai baru di dunia perpolitikan Tanah Air. Partai yang salah satunya digagas oleh Jenderal TNI (Purn) Wiranto ini mengawali debut politiknya pada Pemilu 2009. Saat itu Wiranto menjabat sebagai Ketum Hanura.

Sejarah Hanura

Partai Hanura lahir pada 14 November 2006. Sebelum kelahirannya, mantan Panglima ABRI Wiranto bersama tokoh-tokoh nasional menggelar pertemuan di Jakarta pada tanggal 13-14 November 2006.

Hanura dibentuk setelah Wiranto hengkang dari Partai Golkar. Dia angkat kaki dari partai berlambang pohon beringin itu lantaran gagal menjadi presiden pada Pilpres 2004. Wiranto yang berpasangan dengan Salahuddin Wahid, dikalahkan oleh duet Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Adapun Hanura dibentuk bukan hanya sebagai pelipur lara. Wiranto menjadikan Hanura untuk kendaraan politik baru yang mengantarkannya maju sebagai capres di Pilpres 2009.

Wiranto tidak sendirian mendirikan Hanura, ada tokoh-tokoh lain yang ikut berkontribusi seperti Yus Usman Sumanegara, Dr. Fuad Bawazier, Dr. Tuti Alawiyah AS., Jend. TNI (Purn) Fachrul Razi, Laks TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Prof. Dr. Achmad Sutarmadi dan Prof. Dr. Max Wullur.

Kemudian, Prof. Dr. Azzam Sam Yasin, Jend. TNI (Purn) Subagyo HS., Jend. Pol (Purn) Chaeruddin Ismail, Samuel Koto, LetJen. TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Marsdya TNI (Purn) Budhy Santoso, Djafar Badjeber, Uga Usman Wiranto, Letjen. TNI (Purn) Ary Mardjono, Elza Syarief, Nicolaus Daryanto, Anwar Fuadi, Dr. Teguh Samudra dan beberapa tokoh lainnya.

Kemudian, Wiranto mengundurkan diri dari posisi sebagai Ketua Umum Hanura setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan sejak Juli 2016.

Wiranto mundur karena tidak ingin ada rangkap jabatan. Tetapi Wiranto masih memiliki tempat di Hanura sebagai Ketua Dewan Pembina Partai. Namun belakangan, jabatan itu dinilai tidak ada, dan akhirnya Wiranto didepak dari Hanura.

Baca Juga

Di Depan Jokowi, OSO Tegaskan tidak Dukung Anies di Pilpres 2024

Perolehan suara Hanura di pemilu 2009,2014 dan 2019

Kali pertama Hanura mengikuti Pemilu pada 2009. Sebagai partai debutan, Hanura berhasil mendapat 18 kursi (3,21 persen) di DPR dengan total suara sebanyak 3.922.870 suara atau 3,8 persen.

Kemudian pada Pemilu 2014 perolehan kursi Hanura di Senayan berkurang. Hanura mendapat 16 kursi (2,9 persen) di DPR dengan 6.579.498 suara (5,26 persen). Saat itu, Hanura menjadi salah satu partai pendukung pemerintahan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla.

Pemilu 2019 menjadi edisi tersulit bagi Hanura. Partai yang dipimpin OSO ini gagal mendapatkan kursi DPR lantaran hanya mendapat sebanyak 2.161.507 suara (1,54 persen) atau tidak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Target Hanura Pemilu 2024

OSO menargetkan partainya lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2024 sebesar 4 persen sehingga bisa menempatkan kadernya duduk di Senayan. Dia mengaku telah menyiapkan strategi untuk mendulang suara.

“Target menang, tidak perlu pakai persentase karena kalau persentase tetapi tidak menang ngapain? Jadi, target kami menang dan masuk parlemen (DPR RI)," kata OSO.

OSO optimistis dalam menghadapi kontestasi elektoral 2024. Apalagi, Hanura mendapatkan nomor 10 yang dinilai memiliki tuah kemenangan. Pasalnya, nomor 10 identik dengan sosok pemenang.

"Ini nomor 10 saya ini kan penggemarnya Messi. Messi itu nomor 10 saya nggak nyangka temen saya sekjen saya dan wakil ketua umum saya mencabut dapat nomor 10," ujar OSO.

Untuk bisa masuk parlemen, Oso meminta seluruh kader dan jajaran pengurus di semua tingkatan untuk bekerja keras bahu membahu menjaring suara rakyat.

Hanura Sasar Suara Milenial

Sudah terlibat dalam politik praktis selama 16 tahun, membuat Partai Hanura mempunyai rekam sejarah dan pengalaman yang cukup panjang. Hanura tentunya tidak mau mengulang kegagalan di Pemilu 2019.

OSO mengatakan, partainya akan fokus menyasar milenial sebagai ceruk suara di Pemilu 2024. Dia menyebut, ada 60 persen suara milenial pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

“Kita ingin maju dan adik-adik kita milenial-milenial itu harus memilih pemimpinnya di masa mendatang. Karena 60 persen pemilih 2024 itu milenial. Jadi anak-anak muda itu sangat penting," ujar OSO. (Pon)

Baca Juga

OSO Pimpin Langsung Pendaftaran Partai Hanura ke KPU

#Partai Hanura #Pemilu #Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Bagikan