Parpol Pendukung Tak Pernah Bicara Opsi Duet Ganjar-Anies
Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono membuka Mukerwil PPP di salah satu hotel, Papua, Jumat (28-10-2022). ANTARA/HO-Humas PPP
MerahPutih.com - Wacana duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Pilpres 2024 menguat. Pihak koalisi pendukung Ganjar sampai angkat suara.
Koalisi pendukung Ganjar di antaranya PDIP, Perindo, Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan PSI.
Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono mengaku, belum ada pembicaraan di internal koalisi mengenai hal tersebut.
Baca Juga:
Tanggapi Duet Ganjar-Anies, Demokrat: Koalisi Perubahan Punya Jalan Sendiri
"Sampai sekarang belum ada pembicaraan (wacana duet Ganjar-Anies)," kata Mardiono di Jakarta Pusat, Rabu (23/8).
Mardiono mengatakan, wacana-wacana itu muncul dari pikiran para tokoh.
Dia pun menganggap, pemikiran itu merupakan hal yang sah dan wajar.
"Ya di dalam tahun politik itu memang sebaiknya, di dalam negara demokrasi, setiap anak bangsa, andil untuk memberikan pemikiran-pemikiran politik. Tentu ini ada salurannya, pemikiran politik itu harus disampaikan melalui saluran-saluran yang konstitusional," sambungnya.
Baca Juga:
Wacana Ganjar-Anies, PDIP Sebut Kewenangan Megawati
Ia menilai, usulan wacana itu merupakan hal yang sah terjadi dalam tahun politik. Bahkan, kata dia, PPP justru mendorong pikiran-pikiran seperti itu lahir dari elemen bangsa.
"Jadi sah-sah saja, bahkan PPP mendorong agar pikiran-pikiran seperti itu lahir dari semua elemen bangsa, karena bangsa ini akan menghadapi tantangan yang besar," jelasnya.
Mardiono mengatakan, sampai saat ini, PPP masih tetap konsisten dengan koalisi yang dibangun dengan PDI Perjuangan.
Dia pun menuturkan terkait cawapres, PPP hanya dalam kapasitas menawarkan bukan memutuskan.
"Yang kami tawarkan itu juga atas kriteria-kriteria bukan karena namanya atau bukan karena personality-nya," imbuh dia. (Knu)
Baca Juga:
PDIP Sebut Peluang Duet Ganjar-Anies Masih Terbuka
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
HUT 18 Tahun Gerindra Pilih Tema "Kompak, Bergerak, Berdampak", Apa Maknanya?
Parpol Wajib Tahu, Catat Titik-Titik Steril Atribut Politik di Jakarta!
Aturan Baru, Pemasangan Atribut Parpol di Ruang Publik Jakarta Maksimal 6 Hari
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
Kader Partai Lain Loncat Gabung PSI, Jokowi Melihat Masa Depan Cerah