Kesehatan

Parents, ini Aturan Pakai Masker pada Anak

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 11 Mei 2020
Parents, ini Aturan Pakai Masker pada Anak

Ada aturan memakaikan masker pada anak. (foto: pixabay/alexas_fotos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI corona virus membuat kita terbiasa mengenakan masker. Ketika di masa awal pandemi merebak, lembaga kesehatan terkait menyarankan pemakaian masker bagi mereka yang sakit. Namun, ketika penyebaran makin meningkat, aturan diubah. Masyarakat diimbau untuk selalu mengenakan masker saat keluar rumah.

Aturan itu diberlakukan untuk semua orang, termasuk anak-anak. Berbeda dengan orang dewasa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat hendak memakaikan masker pada anak.

BACA JUGA: Jadi Sarang Bakteri, inilah 5 Hal Terjorok di Sekitarmu


1. Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah dua tahun

baby
Bayi di bawah tahun tak perlu memakai masker. (foto: pixabay/beeki)

Lembaga pengendalian penyakit Amerika Serikat (CDC) tidak merekomendasikan anak berusia di bawah dua tahun menggunakan masker wajah. Hal itu disebabkan saluran pernapasan mereka jauh lebih kecil. Akibatnya, ketika bernapas dengan masker, anak akan lebih kesulitan.

Selain itu, penggunaan masker pada bayi dapat meningkatkan risiko mati lemas. Masker membuat bayi lebih sulit bernapas karena akses menghirup udara yang lebih sedikit. Padahal, ketika kesulitan bernapas, bayi tidak dapat melepaskan maskernya sendiri. Hal tersebut bisa membahayakan kesehatannya.

Di sisi lain, balita yang lebih tua mungkin merasa risih ketika menggunakan masker dan lebih banyak menyentuh wajah mereka. Dengan begitu, aturan memakai masker wajah untuk anak tidak terlalu efektif.


2. Hanya dipakai saat keluar rumah

corona virus
Tak perlu memakai masker di dalam rumah. (foto: pixabay/enriquelopezgarre)

Saat berada di rumah, anak tak perlu pakai masker. American Academy of Pediatrics menyebut saat anak berada di rumah dengan anggota rumah biasa lainnya, mereka tidak perlu memakai masker. Hal ini tentu dengan asumsi mereka tidak terpapar dari orang yang mungkin positif COVID-19.

Selain itu, masker juga tidak perlu digunakan ketika anak sudah dapat diberi tahu untuk menjaga jarak dengan orang lain dan tidak menyentuh barang yang mungkin terkontaminasi.

3. Pakai masker saat pergi ke tempat ramai

masker
Pakaikan masker saat diajak ke tempat yang ramai. (foto: pixabay/mircealancu)

Salah satu aturan dasar dalam memakai masker wajah pada anak ialah dikenakan saat anak diajak pergi ke tempat yang ramai. Umumnya, aturan itu berlaku di tempat yang sulit menerapkan penjarakan fisik, seperti supermarket, tempat praktik dokter, atau apotek.

Apabila anak berada di tempat yang sepi dan bisa menjaga jarak dengan orang lain setidaknya 2-3 meter, penggunaan masker mungkin tidak diperlukan. Terlebih lagi jika anak bisa menghindari permukaan yang mungkin terkontaminasi virus.

4. Pemakaian masker untuk anak dengan kondisi khusus

masker
Sesuaikan masker dengan kondisi anak. (foto: pixabay/adalhelma)

Orangtua haruslah melihat terlebih dahulu kondisi kesehatan anak sebelum memakaikan masker pada anak. Seperti dilansir Hellosehat, orangtua wajib memakaikan masker yang tepat bagi kondisi anak, sebagai berikut:

- Masker N95 untuk anak yang berisiko tinggi atau menderita penyakit autoimun.

- Penggunaan masker bedah bagi anggota rumah yang berisiko tinggi.

- Langkah standar pencegahan COVID-19 bagi anak dengan gangguan kognitif dan penyakit pernapasan parah.

Pada dasarnya, berada di rumah dan menerapkan penjarakan fisik merupakan cara terbaik untuk melindungi keluarga dari COVID-19, terutama anak-anak.

Selain itu, bagi anak yang tubuhnya tidak dalam kondisi sehat, seperti demam, batuk, pilek atau diare sebaiknya tidak pergi keluar rumah.(*)

BACA JUGA: Lawan Corona, Peralatan Medis Harus Bebas Virus

#Masker #Kesehatan #Parenting
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan