Pareidolia, Melihat Bentuk atau Sosok pada Benda Mati

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 16 Februari 2023
Pareidolia, Melihat Bentuk atau Sosok pada Benda Mati

Fenomena ini sangat normal terjadi dan dianggap sebagai gangguan persepsi. (Unsplash/JC Gellidon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU pasti pernah melihat struktur mirip wajah manusia pada objek atau benda mati, seperti pada awan atau buih kopi. Fenomena ini pun dikenal dengan sebutan pareidoli. Meski terkesan mengerikan, tetapi tidak berkaitan dengan hal mistis, lo.

Mengutip laman Alodokter, pareidolia adalah fenomena psikologis yang terjadi ketika seseorang melihat sosok atau struktur mirip wajah pada benda mati. Fenomena ini sangat normal terjadi dan dianggap sebagai gangguan persepsi. Nah, pareidolia termasuk ilusi visual atau kekeliruan dalam memaknai sebuah gambar pada objek.

Baca Juga:

Cara Ampuh Menegur Rekan Kerja Tanpa Bikin 'Baper'

Mengenal Pareidolia, Melihat Bentuk atau Sosok pada Benda Mati
Benda atau objek yang kamu lilhat memiliki bentuk yang mirip dengan struktur wajah. (Unsplash/Pero Kalimero)

Para ahli mengungkap bahwa pareidolia bisa terjadi akibat stimulus visual yang ambigu, tetapi diproses oleh otak sebagai visual yang nyata. Kamu mungkin pernah mengalaminya, seperti awan tampak menyerupai wajah manusia, bahan masakan di teflon tampak membentuk wajah manusia, bui kopi dalam secangkir kopi seperti wajah manusia, dan sebagaian area batang pohon besar tampak membentuk wajah manusia.

Pada contoh ini, sebenarnya benda atau objek yang kamu lilhat memiliki bentuk yang mirip dengan struktur wajah. Jadinya, indra penglihatan secara spontan menganggap hal tersebut adalah bentuk wajah manusia. Menurut sebuah studi, fenomena ini lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan pria. Pareidolia biasanya muncul pada pagi hari dan tengah malam. Tak herna, jika muncul di tengah malam, pareidolia menjadi hal menakutkan.

Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, fenomena ini juga diduga kerap terjadi pada pasien dengan penyakit saraf, seperti penyakit Parkinson, demensia, atau multiple system atrophy (MSA). Pada pengidap penyakit Parkinson, gangguan persepsi visual memang menjadi salah satu gejala non-motorik, sehingga kemunculan pareidolia mungkin saja terjadi.

Baca Juga:

Kiat Mempertahankan Cinta dalam LDR

Mengenal Pareidolia, Melihat Bentuk atau Sosok pada Benda Mati
Langkah yang bisa kamu lakukan untuk menangani pareidolia adalah dengan tidak panik. (Unsplash/Usman Yousaf)

Suasana hati dan kesepian juga diketahui dapat meningkatkan potensi seseorang mengalami pareidolia. Namun untuk hal ini, belum ada penelitian yang menyatakan hubungan pastinya. Selain itu, ilmuwan masih terus meneliti kaitan antara pareidolia dengan autisme, skizofrenia, atau migrain.

Langkah yang bisa kamu lakukan untuk menangani pareidolia adalah dengan tidak panik. Panik atau khawatir hanya akan membuatmu semakin takut dan objek yang dilihat akan tampak semakin mengerikan. Saat panik, ilusi visual ini kemungkinan besar akan semakin terlihat nyata sebagai bentuk respons dari stimulasi ancaman. (and)

Baca juga:

Hal-hal yang Harus Ditanyakan Kepada Pasangan Sebelum Menikah

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan