Relasi

Hal-hal yang Harus Ditanyakan Kepada Pasangan Sebelum Menikah

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 21 Desember 2021
Hal-hal yang Harus Ditanyakan Kepada Pasangan Sebelum Menikah

Ada berbagai hal yang harus dibicarakan untuk mendapatkan kesepakatan sebelum berumahtangga. (Foto: Unsplash/Nadhil Ramandha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA hubungan dinaikan kepada yang lebih serius dan menuju pernikahan, jangan pernah beranggapan kamu tahu seluk-beluk pasangan. Tahukah kamu bagaimana pendapat mereka tentang membagi pekerjaan rumah tangga? Apa sebenarnya yang dianggap sebagai perselingkuhan? Apakah mereka akan secara sukarela bangun dan memberi makan bayi yang menangis di tengah malam, atau apakah mereka akan menghemat atau segera menghabiskan gajinya?

Normal untuk menjadi pusing ketika suatu hubungan mendekati pernikahan. Tetapi kamu harus mengetahui realitas yang mendalam tentang bagaimana tujuan, nilai, dan kebutuhan emosional jangka panjang kamu dan pasangan sejalan.

Baca Juga:

Aturan dan Manfaat Vaksinasi COVID-19 untuk Anak 6-11 Tahun

Keuangan

uang
Isu yang harus dibicarakan dengan pasti. (Foto: Pexels/Ahsanjaya)

Konflik keuangan menjadi salah satu penyebab utama perceraian, percakapan uang sangat penting. Apakah kamu akan membuat akun bersama, di mana semua penghasilan akan disimpan? Atau akankah kamu menyimpan akun terpisah? Bagaimana dengan aset yang mungkin kamu miliki sebelum menikah dan apakah hal itu menjadi milik bersama? Di mana kamu akan memprioritaskan pengeluaran? Berapa banyak yang akan kamu sisihkan setiap bulan untuk membangun masa depan?

Pekerjaan rumah tangga

bersih
Pekerjaan rumah tangga yang bisa membuat 'perang dunia 3'. (Foto: Pexels/Pixabay)

Pekerja rumah tangga juga bisa menjadi sumber api di kemudian hari. Bahkan jika kamu cukup beruntung memiliki asisten rumah tangga yang membersihkan segala sudut rumah. Namun bila tidak? Tentu pekerjaan rumah harus dibagi. Apakah ada harapan berbasis gender tentang bagaimana pekerjaan ini akan tercapai? Ingatlah untuk memasukkan memasak, membersihkan dapur, mencuci pakaian, pekerjaan halaman, perbaikan rumah, dan pembayaran tagihan dalam diskusi.

Perbedaan pendapat

pendapat
Harus dibicarakan cara untuk menghadapi perselisihan pendapat. (Foto: Unsplash/Afif Kusuma)

Semua pasangan yang sehat memiliki argumen. Kuncinya adalah apakah kamu dapat menyelesaikannya tanpa berlama-lama dendam. Apakah pasangan kamu membutuhkan waktu dan ruang setelah bertengkar? Berapa lamanya? Apakah pemanggilan nama dan melempar sesuatu baik-baik saja dalam perkelahian? Apakah mereka percaya pada kiasan "tidak akan tidur dengan menyimpan amarah". Apakah dia memiliki kebiasaan menutup diri? Cari tahu cara mengatasi pola-pola ini sebelum menikah.

Baca Juga:

Orangtua Wajib Tahu Empat Indikator Perkembangan Anak

Konseling

konseling
Bila konflik tak terselesaikan, bisakah konselor datang membantu? (Foto: 123RF/kitzcorner)

Jika kamu dan pasangan mencapai titik di mana tidak dapat lagi mengatasi perselisihan tanpa menyimpan rasa sakit hati, kemarahan, dan kekecewaan, mungkin inilah saatnya untuk melakukan konseling pernikahan. Apakah pasangan kamu akan terbuka untuk hal itu? Apakah dia pergi dengan kamu atau sendiri, jika perlu? Kamu akan ingin tahu apakah mereka memiliki masalah tentang mendapatkan bantuan.

Seputar seks

hubungan
Hubungan seksual bukan sekedar hubungan fisik. (Foto: Pexels/Josh Willink)

Setiap hubungan memiliki puncak dan musim kering. Bagaimana kamu dan pasangan mengatasi perubahan frekuensi? Sangat membantu untuk mendiskusikan apa yang masing-masing akan toleransi dalam hal memenuhi kebutuhan seksual. Apa pandangan pasangan kamu tentang masturbasi, pornografi, dan pernikahan terbuka?

Anak-anak

anak
Harus ada pembicaraan tentang anak-anak yang tak boleh dilewatkan. (Foto: Pixabay/RamadhanNotonegoro)

Ini sepertinya tidak perlu dipikirkan, tetapi terkadang prospek memiliki keluarga tidak dibahas secara eksplisit. Jika pasangan kamu menginginkan anak, berapa banyak yang mereka inginkan? Bagaimana jika kamu harus berjuang untuk hamil? Apakah calon pasangan kamu terbuka untuk mengadopsi? Bagaimana kita akan mengasuh anak-anak? Apakah salah satu pasangan diharapkan untuk tinggal di rumah sepanjang hari? Siapa yang akan merawat mereka jika kedua pasangan bekerja? Apakah semua ini berubah jika kamu memiliki anak berkebutuhan khusus? (Tel)

Baca Juga:

Orangtua, Luangkan Waktu Bermain bersama si Kecil

#Relasi #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan