Para Perempuan Catatkan Sejarah Sebagai Poter di Machu Picchu
Di Machu Picchu ada operator yang semuanya beranggotakan perempuan. (Foto: Unsplash/Martín Espinoza)
SEBELUMNYA, hanya laki-laki yang menjadi poter di jalur pendakian menuju Machu Picchu. Sekarang, perempuan menemukan peluang baru dan kesetaraan di lokasi tujuan wisata ternama di Peru, Amerika Selatan.
Salah satunya adalah Sara Qquehuarucho Zamalloa yang bekerja sebagai asisten pemandu di Inca Trail, jalur terjal menuju benteng Inca abad ke-15 yang terkenal di Machu Picchu. Dia menyukai pekerjaan penghasilan yang melebihi profesi lain yang bisa dilakukannya.
Baca Juga:
Glow, Sensasi Seru Berwisata di Kebun Raya Bogor pada Malam Hari
Yang paling penting adalah pilihan profesi ini memberdayakan dirinya yang hidup di tengah masyarakat patriarki Peru. Mengetahui dia bisa menaklukan Inca Trail, baik secara fisik maupun mental, sebagai poter membuatnya merasa seperti bisa mencapai apa pun yang diinginkan.
"Di komunitas saya, tidak banyak orang yang menyelesaikan pendidikan," kata Zamalloa seperti diberitakan bbc.com (4/8), "Sekolah kami tiga jam berjalan kaki ke sana dan tiga jam berjalan kaki kembali. Orang tua membuat anak-anak menikah ketika mereka berusia 13 tahun. Saya ingin mengubah semua ketidakadilan itu."
Inca Trail dan kemungkinan dunia baru bahkan tidak ada di radarnya sampai 2016, ketika dia bertemu Miguel Angel Góngora, salah satu pemilik Evolution Treks Peru, sebuah perusahaan trekking yang berbasis di Cusco dengan program untuk porter perempuan di Inca Trail.
Baca juga:
Jalur Inca ke Machu Picchu adalah bagian dari jaringan jalur yang luas di Amerika Latin yang mengintegrasikan Tahuantinsuyo, Kekaisaran Inca yang memerintah pada abad ke-15 dan ke-16.
Pada 1970-an, operator tur mulai mempekerjakan pria dari desa-desa di Lembah Suci sebagai poter untuk memimpin pejalan kaki di sepanjang rute. Pada tahun 2001, peraturan Inca Trail mensyaratkan izin untuk trekker dan juga porter. Hari ini, 300 porter dan pemandu mendukung 200 wisatawan setiap hari. Namun, hanya laki-laki yang dipekerjakan untuk pekerjaan itu.
Evolution Treks Peru didirikan pada tahun 2015 sebagai operator tur etis oleh Góngora, mantan porter, dan mitra bisnisnya, Amelia Huaraya Palomino. Sejak awal, duo ini telah berkomitmen untuk mendukung hak-hak poter Inca Trail, yang telah menanggung upah rendah dan pekerjaan yang melelahkan, tanpa manfaat.
Baca Juga:
Keduanya telah membuat kemajuan yang baik, memastikan bahwa porter mereka tidur di tenda mereka sendiri, mendapatkan upah yang adil, membawa tas yang tidak kelebihan beban dan berpakaian dengan benar.
Perempuan, yang sepanjang sejarah Peru menghadapi prasangka dan diskriminasi, selalu menjadi pusat misi perusahaan itu. Evolution Treks Peru membawa perempuan pertama Inca Trail porter pada Juni 2017. "Kami ingin perempuan menyadari pentingnya mereka dalam masyarakat," kata Palomino.
Tahun ini, Evolution Treks memulai debutnya dengan all women's trek, di mana porter, pemandu, dan klien semuanya perempuan.(aru)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel