Wisata Dunia

Machhapuchhare, Puncak Terlarang di Pegunungan Himalaya

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 11 Juli 2021
Machhapuchhare, Puncak Terlarang di Pegunungan Himalaya

Machhapuchhare, yang artinya "ekor ikan", adalah gunung ikonik setinggi 6.993 meter. (britannica.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA satu puncak pegunungan Himalaya yang dilarang bagi pendaki. Machhapuchhare menjadi hal yang langka di negara seperti Nepal yang begitu antusias menyambut wisata gunung sehingga bahkan titik tertinggi di dunia pun penuh sesak.

Dari lembah Pokhara, Nepal, yang terkenal, melihat puncak Machhapuchhare yang megah mendominasi cakrawala membuat para pendaki merasa terpanggil. Ada Everest dan tujuh puncak lain di negara tersebut yang tingginya lebih dari 8.000 meter. Namun, penampilan puncak Machhapuchhare yang relatif rendah memang membuat banyak orang jatuh cinta.

Machhapuchhare, yang diterjemahkan menjadi 'ekor ikan', merupakan gunung ikonik setinggi 6.993 meter di jajaran Annapurna, Nepal Tengah, yang berisi tiga dari 10 puncak tertinggi di dunia. Namun, Machhapuchhare dengan mudah mencuri perhatian berkat posisinya yang jauh dari puncak pegunungan Annapurna yang jauh lebih tinggi. Puncak ini berdiri terisolasi dan tampak tinggi meskipun sebenarnya lebih rendah.

BACA JUGA:

Kegiatan Luar Ruangan Bikin Lebih Bahagia

Posisi geografis puncak memberikan pandangan yang mudah dari profil yang berbeda dari beberapa tempat, dan keunggulan yang menakjubkan dari relief vertikal tidak dapat dihindari dari sudut atau jarak mana pun. Menjulang seperti menara kembar yang berpilin satu sama lain, puncak ganda Machhapuchhare bergabung dengan punggung bukit yang tajam dan memiliki daya pikat seperti ujung segitiga simetris yang curam.

Alasan Machhapuchhare tetap menjadi puncak perawan di tengah ledakan pendakian komersial dan pendakian gunung di Nepal saat ini dapat dikaitkan dengan satu orang: Letnan Kolonel James Owen Merion Roberts (1916-1997).

himalaya
Penduduk setempat tidak terlalu senang dengan para pendaki asing yang mencoba mencapai Machhapuchhare. (realtravelnepal.com)

Jimmy Roberts, begitu dia dikenal, ialah seorang perwira Angkatan Darat Inggris yang terkenal akan kontribusinya terhadap pendakian gunung Nepal dan Himalaya. Roberts ditunjuk sebagai atase militer pertama di Nepal pada 1958. Ia menggunakan posisi, semangat, dan pengetahuannya tentang Himalaya untuk membuka pegunungan terpencil di negara itu untuk pendakian gunung dan trekking komersial. Industri itu telah memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi dan Nepal.

Dia tidak hanya memelopori zaman keemasan penjelajahan Himalaya, tetapi juga membuat keindahannya dapat diakses ke seluruh dunia ketika ia mendirikan agen trekking pertama di negara itu yang disebut Mountain Travel pada 1964. Dia bahkan mengooptasi dan memopulerkan istilah 'trek', yang telah menjadi identik dengan hiking di Himalaya hari ini. Untuk itu, ia masih dikenang sebagai 'bapak trekking' di Nepal.

Ketertarikan Roberts dengan Pokhara dan Machhapuchhare dimulai setelah membaca kiriman dari Nepal yang ditulis pada 1936 oleh seorang perwira militer tentang gunung dan kota yang menarik di tepi danau. "Melihat Pokhara dan Machapuchare dan desa-desa tempay anak buah saya tinggal, dan terutama Gurung (salah satu suku Gurkha utama di Himalaya) segera menjadi obsesi," ujar Roberts dalam kata pengantar buku Climbing the Fish's Tail oleh Wilfrid Noyce.

"Tetapi pada masa itu, bagian dalam Nepal merupakan tanah terlarang. Lebih tertutup rapat daripada Mekkah atau Lhasa di masa kejayaannya," demikian ia berujar, dikutip BBC.com (8/7).

Pada 1950, ia akhirnya melihat gunung kesayangannya dari jarak dekat. "Saya ialah orang Inggris pertama yang masuk ke Mekkah (Pokhara) pribadi saya. Ada Machapuchare yang bersinar di bawah sinar bulan, sebuah piramida putih besar yang sangat jauh," ujarnya tentang kunjungan pertamanya.

Ekspedisi Pertama yang Gagal

himalaya
Puncak ganda Machhapuchhare memiliki daya pikat seperti ujung segitiga simetris. (123RF/naytoong)


Pada 1957, setelah lebih dari 20 tahun menetap di Machhapuchhare, Roberts mengorganisasi ekspedisi pertama ke puncak gunung yang belum secara resmi didaki sampai saat itu. Pendakian dipimpin oleh Noyce dan bergabung dengan beberapa pendaki lainnya.

Satu hal yang menonjol dalam catatan Noyce tentang pendakian ialah kemudahan Roberts melepaskan mimpi puncaknya ketika masalah logistik memaksa tim puncak dikurangi menjadi dua. Roberts mengajukan diri untuk menurunkan tim pendukung sementara Noyce dan pendaki lain melanjutkan pendakian ke puncak terakhir. Mereka juga akhirnya meninggalkan pendakian, hanya 45m di bawah puncak karena cuaca buruk.

Setelah ekspedisi, Roberts mengajukan permintaan yang agak tidak biasa kepada pemerintah Nepal untuk menutup puncak itu dan dengan demikian menjadikan Machhapuchhare sebagai puncak Himalaya yang akan tetap tidak didaki selamanya. Anehnya, pihak pemerintah Nepal menurut.

Lisa Choegyal, seorang penulis dan veteran profesional industri pariwisata berbasis di Nepal yang mengenal Roberts secara pribadi sejak 1974, mengatakan kepada BBC, "Jimmy bukanlah seorang pendaki gunung dengan ego yang besar. Jika dia tidak bisa memanjatnya, dia tidak ingin orang lain memanjatnya. Namun, itu tidak benar-benar mewakili karakter yang sangat lembut seperti dia dalam kehidupan nyata."

Roberts merasakan hubungan kekerabatan yang kuat dengan para Gurung. Bagi mereka, Machhapuchhare merupakan puncak suci, dan orang-orang Chomrong, Desa Gurung terakhir sebelum Machhapuchhare, tidak terlalu senang dengan para pendaki asing yang mencoba mencapainya.

Meski beberapa gunung dianggap keramat bagi beberapa komunitas di Nepal, pemerintah tetap mengeluarkan izin pendakian, juga tidak menghentikan Roberts mendaki gunung lain.

Persisnya bagaimana Roberts berhasil membuat pemerintah Nepal setuju tetap menjadi misteri. Sentimen, bagaimanapun, tampaknya telah beresonansi dengan baik, dengan penerimaan luas di Nepal bahwa puncak perawan itu ilegal untuk didaki.(aru)

#Wisata #Wisata Dunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Indonesia
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Bandara Husein Sastranegara Bandung buka rute baru ke Bandar Lampung dan Palembang mulai Agustus 2026. Wings Air melayani penerbangan langsung dengan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Travel
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Package Visa merupakan inisiatif digital yang mengintegrasikan penerbitan visa wisata secara langsung ke dalam pemesanan paket perjalanan yang telah dikurasi.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Travel
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Beragam aktivitas menarik dapat dinikmati wisatawan dari berbagai kalangan di Candi Prambanan.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Bagikan