Para Pelaku Bisnis F&B: Percuma Kalau PSBB Cuma di Jakarta

annehsannehs - Jumat, 18 September 2020
Para Pelaku Bisnis F&B: Percuma Kalau PSBB Cuma di Jakarta

Restoran AYCE termasuk pelaku usaha F&B yang paling terdampak. (Foto Instagram @sakabebuffet)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) jilid dua harus kembali diberlakukan mengingat jumlah kasus COVID-19 yang tidak kunjung menurun di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil beberapa tindakan yang tercantum pada Pergub Nomor 33 tahun 2020 pasal 10, termasuk melarang masyarakat makan di restoran dan kafe (dine-in). Bagi Anies, dibutuhkan kekompakan dari masyarakat untuk bisa mencegah penyebaran COVID-19 di Jakarta.

"Restoran, rumah makan, kafe, bisa beroperasi, hanya dengan memberikan pengantaran atau ambil bawa pulang, tetapi tidak diizinkan untuk menerima pengunjung untuk makan di tempat," ujar Anies melalui YouTube Pemprov DKI pada Minggu (13/9) lalu.

PSBB jilid dua yang mulai berlaku sejak Senin (14/9) ini pun tentunya menimbulkan keresahan bagi para pelaku bisnis F&B.

BACA JUGA:

Ingin Merasakan Brisket Sapi Lembut, Juicy, dan Affordable? LYMA Tempatnya

Sakabe Buffet, restoran Japanese BBQ All You Can Eat (AYCE) yang berlokasi di Pasar Baru, Tebet, dan RS Fatmawati juga akui bahwa PSBB dan pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat besar mengingat bisnisnya yang berfokus pada dine-in.

"Pendapat kami memang dengan adanya PSBB ini, restoran (layanan dine-in) harus ditutup. Dan sebagai penyedia makanan yang fokus pada layanan makan di tempat, otomatis imbasnya adalah penurunan pemasukan dan terpaksa kami harus merumahkan sebagian besar staff kami," ungkap Timothy Jordy, head of marketing Sakabe Buffet kepada MerahPutih.com.

View this post on Instagram

A post shared by HALAL Japanese Buffet / BBQ (@sakabebuffet) on

Meski begitu, Sakabe Buffet tetap berusaha untuk mengikuti aturan dari pemerintah daerah dengan cara memberikan layanan delivery dan take away selama PSBB pertama. Sakabe Buffet sempat membuka layanan makan di tempat ketika PSBB transisi, tetapi terpaksa menutupnya kembali mulai 14 September 2020 sehubungan dengan PSBB jilid dua.

Bagi Jordy, PSBB memang sangat memberatkan pelaku bisnis F&B, apalagi mengingat bahwa pemerintah tidak bisa sepenuhnya menanggung biaya hidup masyarakat maupun pelaku bisnis.

View this post on Instagram

A post shared by HALAL Japanese Buffet / BBQ (@sakabebuffet) on

Sakabe Buffet merasa bahwa PSBB bisa dianggap fair bagi pelaku usaha F&B jika pemerintah mampu memberikan insentif kepada pelaku bisnis maupun staff-staffnya berupa bantuan sosial, keringanan pajak, atau pinjaman sementara kepada pelaku bisnis small medium enterprise seperti di negara lain.

"Menurut kami perlu adanya keseimbangan, jangan serta merta ingin menyetop penyebaran virus namun masyarakat dan pelaku bisnis menderita bahkan tidak sanggup untuk melaluinya. Kesehatan boleh diutamakan namun ekonomi pun juga tidak boleh ditinggalkan begitu saja," ungkap Jordy kepada MerahPutih.com.

BACA JUGA:

Jangankan PSBB, Kaum Hikikomori Mengisolasi Diri Sampai Tujuh Tahun

Tidak hanya menghambat para restoran bersistem AYCE, PSBB juga menghentikan operasi Smartfolks Coffee. PSBB memungkinkan 95% gerai Smartfolks Coffee harus tutup sejak awal Maret 2020.

"Sebelum PSBB 2, kita baru mulai buka dua lokasi di Universitas Trisakti dan Podomoro City Tanjung Duren, dan sekarang terpaksa ditutup lagi karena PSBB 2," ungkap Fariz Surbakti, CEO Smartfolks Coffee Indonesia kepada MerahPutih.com.

Terdapat 20 gerai franchise Smartfolks Coffee baik di dalam maupun luar kota juga harus tertunda karena pandemi COVID-19.

Smartfolks Coffee sebelum PSBB. (Foto Istimewa)
Smartfolks Coffee sebelum PSBB. (Foto Istimewa)

Di sisi lain, usaha F&B dianggap sebagai salah satu penyebab utama yang mendorong pemberlakuan PSBB jilid 2. Meskipun sebenarnya masih ada tempat lain yang bisa jadi sebagai penyebaran virus itu.

"Saya sebagai pelaku bisnis mungkin bisa mewakilkan teman-teman yang lain dari (pelaku usaha) F&B bahwa kita adalah sektor ekonomi yang paling terpukul karena pandemi ini. Dan kita awalnya sangat mendukung keputusan pemerintah untuk menurunkan jumlah kasus COVID-19, tetapi kita merasa peraturan-peraturanya dari awal banyak yang tidak di pikirkan dengan matang," ungkap Fariz.

PSBB pun dianggap tidak efektif bagi Fariz. Ia mengatakan bahwa PSBB jilid 2 ini hanya diterapkan di Jakarta. Daerah sekitar Jakarta tidak memberlakukan PSBB sehingga sebagian orang Jakarta yang ingin jalan-jalan atau makan di restoran bisa berpergian ke luar kota Jakarta.

Smartfolks coffee memiliki target pasar persekolahan dan perkantoran. (Foto Istimewa)
Smartfolks coffee memiliki target pasar persekolahan dan perkantoran. (Foto Istimewa)

" Semua sektor F&B di Jakarta turun lagi hampir 80%. Sementara F&B di luar kota semua mulai naik lagi," ujarnya.

Walau beberapa restoran masih boleh menawarkan layanan take away atau delivery, tetapi pemasukannya belum tentu bisa menutup biaya sewa tempat dan upah para pekerja. Belum lagi, seluruh pelaku bisnis F&B harus menambah biaya untuk memenuhi protokol kesehatan mulai dari hand sanitizer, disinfektan, masker serta face shield untuk staff. (SHN)

BACA JUGA:

Kisah Inspiratif Pemilik Smartfolks Coffee, Pebisnis Muda Berusia 23 Tahun asal Medan

#Travel #PSBB #COVID-19 #Virus Corona #Kuliner #Kafe #Pengusaha #Wirausahawan #Pengusaha UKM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mayoritas Tenaga Kerja Ada di Sektor Informal, Kemenaker Dorong Penguatan Kewirausahaan
Kementerian Ketenagakerjaan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap masuk industri, tetapi juga mencetak masyarakat yang siap menjadi wirausaha
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Mayoritas Tenaga Kerja Ada di Sektor Informal, Kemenaker Dorong Penguatan Kewirausahaan
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Berita
Kafe De Clan Cipete yang Digeledah Punya Cabang di Depok
Penggeledahan aparat penegak hukum di lokasi Cipete menghasilkan temuan barang bukti bernilai sangat fantastis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Juli 2026
Kafe De Clan Cipete yang Digeledah Punya Cabang di Depok
Indonesia
12 Lokasi Diobok-obok Terkait Perkara Kafe de'Clan Signature, Total Emas-Uang Sitaan Setengah Triliun Lebih
Polri sita emas batangan 74 kg, USD 4,7 juta, SGD 14 juta, Rp100 juta, serta uang Rp67,2 miliar dari Kafe de’Clan dan Money Changer Cipete, total Rp543 miliar lebih, terkait kasus PLN, Asabri, Krakatau Steel, dan utang PT CBS.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
12 Lokasi Diobok-obok Terkait Perkara Kafe de'Clan Signature, Total Emas-Uang Sitaan Setengah Triliun Lebih
Indonesia
Polri Sita Emas dan Uang Rp 476 Miliar dari Brankas Rumah Mewah di Sentul, Milik Siapa?
Polri sita emas batangan 74 kg, USD 4,7 juta, SGD 14 juta, dan Rp 100 juta dari rumah mewah di Sentul Bogor, dengan totalnya senilai Rp476 miliar. Di dalam brankas itu tersimpan pula foto keluarga pemilik rumah mewah.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
Polri Sita Emas dan Uang Rp 476 Miliar dari Brankas Rumah Mewah di Sentul, Milik Siapa?
Indonesia
Polri Bekukan Kafe de'Clan Signature dan Money Changer Cipete, Sita Hampir Rp 70 Miliar
Polri sita hampir Rp70 miliar dari Kafe de'Clan Signature dan money changer Cipete, brankas raksasa ditemukan, operasional dibekukan, penyidikan fokus pada dugaan korupsi dan pencucian uang.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
Polri Bekukan Kafe de'Clan Signature dan Money Changer Cipete, Sita Hampir Rp 70 Miliar
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Kuliner
BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
Sejak pertama kali diperkenalkan di Bali, BINTANG Arak Jeruk & Madu telah menarik perhatian konsumen.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
 BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
Bagikan