Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Panglima TNI Hadiri Pameran Keamanan di Thailand

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 07 November 2017
Panglima TNI Hadiri Pameran Keamanan di Thailand

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama 10 orang delegasi menghadiri pameran pertahanan dan keamanan 'The Defense & Security 2017-The Asian Defense And Security Exhibition' yang dibuka Menteri Pertahanan Thailand Jenderal Prawit Wongsuwon di Bangkok, Thailand, Senin (6/11).

Seperti dilansir Antara, pameran Pertahanan dan Keamanan yang dilaksanakan dari tanggal 6-9 November 2017 ini merupakan pameran pertahanan dan keamanan dua tahunan.

Pameran ini diikuti oleh 400 perusahaan pertahanan dan keamanan terdepan di dunia dari 50 negara, dihadiri lebih dari 300 delegasi resmi dari 35 negara yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan Bersenjata terutama dari negara-negara Asean.

'The Defense & Security 2017' di Thailand merupakan pameran pertahanan dan keamanan yang menampilkan berbagai macam peralatan sistem senjata diantaranya, rudal, tank, kapal angkutan kendaraan dan barang, satelit komunikasi, dan berbagai peralatan elektronik dalam bidang teknologi pertahanan.

Dari tahun ke tahun, pameran ini semakin pesat perkembangannya, baik dalam keikutsertaan perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang peralatan pertahanan dan keamanan, maupun peningkatan jumlah delegasi yang hadir.

Pameran ini menjadi kesempatan bagi produsen internasional dalam memperkenalkan berbagai macam peralatan pertahanan dan keamanan yang semakin berkembang mengikuti perkembangan teknologi, sehingga pameran ini merupakan salah satu acara militer yang penting bagi perusahaan keamanan dan militer yang ingin melakukan bisnis di ASEAN.

Sejumlah perusahaan pertahanan nasional Indonesia turut berpartisipasi di pameran internasional Defense and Security 2017 di Thailand dan berbagai alat pertahanan canggih buatan Indonesia dipamerkan, mulai senjata organik, bahan peledak, pesawat militer, sampai teknologi anti sadap.

Berbagai alat yang dipamerkan tersebut, semuanya di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI sebagai upaya promosi industri pertahanan dalam negeri. Produk pertahanan tersebut merupakan karya anak bangsa, baik hasil produksi BUMN maupun perusahaan swasta nasional.

Di sela-sela menghadiri dan meninjau Pameran Pertahanan dan Keamanan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama delegasi melaksanakan 'Courtessy Call' kepada Wakil Perdana Menteri/Menteri Pertahanan Kerajaan Thailand Jenderal Prawit Wongsuwon dan "Courtessy Call" dengan Commander in Chief of Defence Services Myanmar Senior General Min Aung Hlaing di lokasi pelaksanaan The Defense & Security 2017, guna peningkatan kerja sama militer khususnya Angkatan Bersenjata. (*)

MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama 10 orang delegasi menghadiri pameran pertahanan dan keamanan 'The Defense & Security 2017-The Asian Defense And Security Exhibition' yang dibuka Menteri Pertahanan Thailand Jenderal Prawit Wongsuwon di Bangkok, Thailand, Senin (6/11).

Seperti dilansir Antara, pameran Pertahanan dan Keamanan yang dilaksanakan dari tanggal 6-9 November 2017 ini merupakan pameran pertahanan dan keamanan dua tahunan.

Pameran ini diikuti oleh 400 perusahaan pertahanan dan keamanan terdepan di dunia dari 50 negara, dihadiri lebih dari 300 delegasi resmi dari 35 negara yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan Bersenjata terutama dari negara-negara Asean.

'The Defense & Security 2017' di Thailand merupakan pameran pertahanan dan keamanan yang menampilkan berbagai macam peralatan sistem senjata diantaranya, rudal, tank, kapal angkutan kendaraan dan barang, satelit komunikasi, dan berbagai peralatan elektronik dalam bidang teknologi pertahanan.

Dari tahun ke tahun, pameran ini semakin pesat perkembangannya, baik dalam keikutsertaan perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang peralatan pertahanan dan keamanan, maupun peningkatan jumlah delegasi yang hadir.

Pameran ini menjadi kesempatan bagi produsen internasional dalam memperkenalkan berbagai macam peralatan pertahanan dan keamanan yang semakin berkembang mengikuti perkembangan teknologi, sehingga pameran ini merupakan salah satu acara militer yang penting bagi perusahaan keamanan dan militer yang ingin melakukan bisnis di ASEAN.

Sejumlah perusahaan pertahanan nasional Indonesia turut berpartisipasi di pameran internasional Defense and Security 2017 di Thailand dan berbagai alat pertahanan canggih buatan Indonesia dipamerkan, mulai senjata organik, bahan peledak, pesawat militer, sampai teknologi anti sadap.

Berbagai alat yang dipamerkan tersebut, semuanya di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI sebagai upaya promosi industri pertahanan dalam negeri. Produk pertahanan tersebut merupakan karya anak bangsa, baik hasil produksi BUMN maupun perusahaan swasta nasional.

Di sela-sela menghadiri dan meninjau Pameran Pertahanan dan Keamanan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama delegasi melaksanakan 'Courtessy Call' kepada Wakil Perdana Menteri/Menteri Pertahanan Kerajaan Thailand Jenderal Prawit Wongsuwon dan 'Courtessy Call' dengan Commander in Chief of Defence Services Myanmar Senior General Min Aung Hlaing di lokasi pelaksanaan The Defense & Security 2017, guna peningkatan kerja sama militer khususnya Angkatan Bersenjata. (*)

#Gatot Nurmantyo #Panglima TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kepala BIN Kumpul di Peringatan Harkopnas 2026
Mereka terlihat tersenyum sambil memperagakan salam komando sebagai simbol kebersamaan. 

Dwi Astarini - Minggu, 12 Juli 2026
Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kepala BIN Kumpul di Peringatan Harkopnas 2026
Berita Foto
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Indonesia
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Dinamika strategi pertahanan negara yang baru tetap harus mengakar pada dua prinsip tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Indonesia
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Komisi I DPR menanggapi keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghidupkan jabatan Kaster. Tegaskan kebijakan ini bukan kembalinya dwifungsi ABRI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Indonesia
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Status siaga 1 TNI diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah. Antisipasi ancaman siber, infiltrasi informasi, dan dinamika geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Indonesia
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Status siaga 1 diterapkan untuk memeriksa kesiapan TNI dalam menghadapi situasi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Indonesia
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Penetapan status siaga 1 oleh Panglima TNI merupakan hal wajar sebagai langkah antisipasi dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Wisnu Cipto - Minggu, 08 Maret 2026
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Indonesia
Try Sutrisno Dari Penumpasan PRRI Tahun 1957, Ajudan, Panglima ABRI ke Wakil Presiden Ke-6
Try berhasil menapaki berbagai posisi strategis hingga mencapai puncak kepemimpinan militer dan politik nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Try Sutrisno Dari Penumpasan PRRI Tahun 1957, Ajudan, Panglima ABRI ke Wakil Presiden Ke-6
Olahraga
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
“Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan militer," kata Panglima TNI Jenderal Agus.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Indonesia
Viral Beras Bantuan TNI Jatuh Berceceran dari Helikopter dan Dipungut Korban Bencana, Begini Penjelasan Panglima TNI
Insiden terkendala oleh kabel
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Desember 2025
Viral Beras Bantuan TNI Jatuh Berceceran dari Helikopter dan Dipungut Korban Bencana, Begini Penjelasan Panglima TNI
Bagikan