Lingkungan Hidup

Pandemi Munculkan Dilema antara Mencuci Tangan dan Kelangkaan Air

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 29 September 2021
Pandemi Munculkan Dilema antara Mencuci Tangan dan Kelangkaan Air

Mencuci tangan yang menjadi kunci pertahanan diri dari virus COVID-19 malah menimbulkan dilema kelangkaan air. (Sumber: Pexels/burst)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA dunia menghadapi pandemi virus corona, para ahli mengatakan cara terbaik untuk meminimalkan kemungkinan terjangkit COVID-19 ialah dengan mencuci tangan secara menyeluruh dan sering. Namun, bagaimana jika kamu tidak memiliki akses ke air bersih?

Saat ini, dengan adanya virus corona di setiap benua, kecuali Antartika, mencuci tangan menjadi tantangan yang sulit di banyak negara berkembang. Air bersih dan sabun sering kali tidak tersedia. Banyak penghuni permukiman kumuh bahkan tinggal di rumah tanpa air mengalir.

Menurut informasi dari UN Water, lebih dari 40 persen populasi dunia tinggal di daerah dengan air merupakan hal yang makin langka. Angka itu mungkin akan meningkat. Setiap hari, hampir 1.000 anak meninggal karena penyakit terkait dengan air dan sanitasi yang buruk.

BACA JUGA:

'Samudra', Game Asal Indonesia Bertemakan Kesadaran Lingkungan

Penggunaan air telah meningkat di seluruh dunia dari masa ke masa. Itu disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, pembangunan ekonomi dan perubahan pola konsumsi. Pada saat yang sama, persediaan air semakin terancam oleh perubahan iklim, penggunaan berlebihan, dan polusi.

Selama 40 tahun terakhir, banyak negara telah membuat kemajuan besar dalam mengolah air limbah, menyediakan air minum bersih bagi penduduk, dan meningkatkan pasokan air untuk menumbuhkan makanan dan serat yang dibutuhkan. Namun peneliti yang berfokus pada pengelolaan dan kebijakan sumber daya air mengatakan masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi kelangkaan air.

kelangkaan air

Meski sanitasi dan air bersih amat penting, banyak daerah yang mengalami kelangkaan air.(Sumber: Pexels/ mikhail nilov)

Menurut David Feldman, ahli pembangunan dari Universitas California menyebut krisis air dunia bukanlah masalah kelangkaan, melainkan pengelolaan yang buruk dan distribusi yang tidak merata. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan meningkatnya permintaan air di sektor industri, domestik, dan pertanian menandakan orang-orang mulai hidup lebih baik, berkat kemajuan dalam memanfaatkan air tawar untuk menanam pangan dan serat serta untuk konsumsi publik. Namun, para ahli mencatat tiga bidang di mana kemajuannya tertinggal.

Pertama, lebih dari dua miliar orang tinggal di negara yang mengalami tekanan air yang tinggi, dan sekitar 4 miliar orang mengalami kelangkaan air yang parah selama setidaknya satu bulan dalam setahun. Masalah-masalah ini secara langsung disebabkan oleh meningkatnya permintaan air dan efek intens dari perubahan iklim.

Kedua, di saat sejumlah negara menghabiskan uang untuk meningkatkan akses ke air (seringkali dengan memprivatisasi pasokan), beberapa negara justru harus berhadapan dengan akses air bersih yang tidak memadai. Hampir 800 juta orang di seluruh dunia kekurangan sanitasi yang diperbarui. Dalam banyak kasus, banyak orang yang masih menggunakan bemtuk jamban primitif dimana kotoran mereka langsung dibuamg ke sungai. Hal tersebut tentu merusak lingkungan dan mencemari sungai. Di seluruh dunia, lebih dari 80% air limbah dari aktivitas manusia tetap tidak diolah.

Ketiga, di negara dengan infrastruktur air memburuk, orang-orang membuang obat-obatan, produk perawatan pribadi, dan barang-barang rumah tangga lainnya ke sungai. Tren ini menambahkan kontaminan yang persisten dan sulit diobati ke pasokan air dan mengancam kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

air
Ada masalah pengelolaan dan distribusi yang buruk. (sumber_pexels_Pixabay)

Masalah-masalah itu menakutkan, tetapi kemajuan mungkin terjadi jika badan yang fokus pada pengelolaan air dan pejabat pemerintah melibatkan publik, mengindahkan saran berbasis bukti dari para ahli dan menjalankan kepemimpinan politik.

Sebagai langkah pertama, pemerintah perlu fokus pada perencanaan jangka panjang dan tanggapan yang terkoordinasi. Seringkali tanda peringatan dini diabaikan oleh pejabat publik karena kurangnya kemauan politik atau rasa urgensi.

Kedua, penting untuk mengenali masalah air sebagai tantangan keadilan lingkungan. Program Hidrologi Internasional PBB mempromosikan kesetaraan air, mengakui bahwa beban kekeringan yang berkepanjangan, tekanan air dan persediaan yang terkontaminasi menjadi tidak dapat ditoleransi. Di Amerika Serikat, kota dan negara bagian berjanji untuk tidak memutus pasokan air ke rumah tangga yang gagal membayar tagihan mereka selama krisis virus corona.

Dengan membangun atau memulihkan kepercayaan publik sangat penting untuk mengatasi masalah ini. Pengalaman Melbourne, Australia yang pernah menghadapi kekeringan menunjukkan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan dan mengatasi masalah masyarakat, dan untuk menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan pada lembaga yang bertanggung jawab untuk menerapkan solusi.(Avia)

#Lingkungan Hidup Dan Kehutanan #Sumber Daya Air #COVID-19 #Lipsus Bulan September
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Tak Semua Orang Bisa Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Arief Kamarudin Ingatkan Bahayanya
Aktivis lingkungan, Arief Kamarudin mengatakan ia tidak pernah menganjurkan masyarakat untuk langsung turun tangan menangkap ikan sapu-sapu di perairan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Tak Semua Orang Bisa Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Arief Kamarudin Ingatkan Bahayanya
Lifestyle
Arief Kamarudin Kisahkan Kali Ciliwung, Sungai yang Menghidupi kini Penuh Sampah, Limbah, dan Invasi Ikan Sapu-Sapu
Arief bukanlah pengamat. Ia saksi hidup yang tumbuh bersama Ciliwung.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Arief Kamarudin Kisahkan Kali Ciliwung, Sungai yang Menghidupi kini Penuh Sampah, Limbah, dan Invasi Ikan Sapu-Sapu
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP mendesak pemerintah untuk memperbaiki manajemen penanggulangan bencana dengan memperkuat sistem mitigasi bencana.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Indonesia
Cegah Banjir di ITC Cipulir, Dinas SDA DKI Siagakan Pompa Sejak Sebelum Hujan
Dengan adanya pompa ini, petugas dapat mengalirkan air genangan dari jalanan menuju Kali Pesanggrahan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 September 2025
Cegah Banjir di ITC Cipulir, Dinas SDA DKI Siagakan Pompa Sejak Sebelum Hujan
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Bagikan