Pamerkan Inovasi Terkini, DISRUPTO Fest 2020 Hadir Kembali

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2020
Pamerkan Inovasi Terkini, DISRUPTO Fest 2020 Hadir Kembali

DISRUPTO Fest 2020 hadirkan inovator dalam dan luar negeri. (foto: istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APA jadinya dunia setelah pandemi ini? Sudah pasti banyak inovasi baru bermunculan. Bikin penasaran enggak sih? Nah, untuk menjawab rasa penasaran kamu, hadir DISRUPTO Fest. Ajang yang menghadirkan inovator ternama dalam negeri dan internasional ini akan digelar 17-18 Juli mendatang. Tahun ini tema Exploration and Experimentation diangkat untuk menjajaki tantangan dan kesempatan yang akan dihadapi manusia di masa akan datang.

Mengikuti gaya new normal, festival tahunan yang kali ini dilaksanakan secara virtual dan akan dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johnny G Plate. Beragam inovator dunia yang menyajikan eksplorasi dan eksperimentasi untuk membantu kelangsungan hidup manusia di masa depan akan dihadirkan.

BACA JUGA:

Futuristik! Jepang Bikin Mobil Elektrik Tercepat di Dunia


CEO dan Partner DISRUPTO, Gupta Sitorus, dalam rilis yang diterima Merahputih.com, mengatakan acara tahun ini berangkat dari Visi Indonesia 2045 yang dicanangkan Presiden Joko Widodo bahwa pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia nanti, kita harus mencapai posisi sebagai negara maju. "Jadi butuh upaya segala industri dan sektor kehidupan untuk berubah menuju arah yang lebih baik,” ungkap Gupta.

Untuk mencapai tujuan besar itu, eksplorasi terus-menerus seluruh ruang pikiran dan berbagai potensi inovasi yang ada di negara ini harus dilakukan. Sejalan dengan eksperimen dengan segala kemungkinan. “Itulah mengapa Exploration Experimentation menjadi tema besar yang dibahas pada seluruh sesi DISRUPTO Fest 2020,” ungkapnya lebih lanjut.


Pada festival teknologi dan sains virtual yang pertama kali dilakukan di Indonesia ini, kamu akan melihat kemajuan teknologi dan sains yang telah dicapai manusia. Itu jadi bukti esensi keberadaan teknologi untuk membantu kelangsungan hidup manusia sekaligus menjawab berbagai tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan.

Sejumlah tantangan menjadi highlight dalam festival DISRUPTO kali ini, antara lain prediksi pandemi di masa depan yang bisa lebih parah daripada COVID-19 dan ancaman kelaparan dan krisis pangan global setelah pandemi.


DISRUPTO Fest 2020 menghadirkan para ilmuwan kaliber dunia, seperti Mark Post yang akan bicara tentang daging buatan dari sel kultur. Ada juga Nanshu Lu, pengembang tato elektronik yang dapat digunakan untuk mengecek kondisi kesehatan penggunanya. Selain dua nama tersebut, gelaran ini juga akan turut menghadirkan para inovator pada bidang masing-masing, seperti Ariel Ekblaw dari MIT Media Lab yang akan bicara tentang bagaimana ia membuat simulasi bermasyarakat di luar angkasa melalui Space Exploration Initiative yang ia pimpin, Cyril Diagne--seorang artist-in-residence Google--yang akan menjelaskan proyek aplikasi augmented reality untuk memindai benda nyata masuk ke layar komputer, serta Dean Ho dari The N1 Institute of Health National University Singapore yang akan bicara tentang sistem kecerdasan buatan untuk menemukan kombinasi terapi bagi penyakit menular.

disrupto fest
Hadirkan inovator ternama. (foto: Istimewa)

Tidak hanya itu, DISRUPTO Fest 2020 juga akan menghadirkan para inovator dalam negeri, seperti Irene Agrivina dari XXLab Yogyakarta yang akan bicara mengenai penemuan tekstil dari bahan limbah tahu dan tempe serta Sharlini Erliza Putri dari perusahan rintisan Nusantics yang akan bicara mengenai genomik dan kaitannya dengan visi manusia untuk tinggal di luar angkasa.
Enggak cuma menghadirkan inovasi canggiih, DISRUPTO Fest 2020 juga akan menghadirkan program hiburan berupa penampilan para musisi Tanah Air dengan genre musik yang eksploratif dan eksperimental, seperti Goodnight Electric, Agatha Pricilla, Mantra Vutura, Tanayu, dan Adrian Khalif.

disrupto fest
Diramaikan musisi ternama Indonesia. (foto: istimewa)


Festival virtual yang terbuka untuk umum ini menargetkan 200.000 penonton dari berbagai kalangan. Diharapkan, acara ini akan menjadi wadah untuk bertukar pikiran antara para inovator, pelaku ekonomi seperti startups, korporasi, modal ventura, dan institusi keuangan lokal maupun global.

Co-founder DISRUPTO dan Executive Chairman WIR Group, Daniel Surya, mengatakan DISRUPTO awalnya dimaksudkan sebagai sebuah ekosistem pemikiran inovatif dengan tujuan membangkitkan penemuan-penemuan mutakhir bagi kemajuan Indonesia dalam bidang teknologi, sains, bisnis, dan kehidupan bermasyarakat. "Misi itu sejalan dengan Visi Indonesia 2045 sehingga kami mengambil momentum DISRUPTO Fest sebagai langkah awal dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di 100 tahun kemerdekan pada 2045 nanti,” tutupnya.(*)

#Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Bagikan