Pameran Foto 'Misi Lestari 2023: See Nature' Merekam Keanekaragaman Hayati Indonesia

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Selasa, 14 November 2023
Pameran Foto 'Misi Lestari 2023: See Nature' Merekam Keanekaragaman Hayati Indonesia

YKAN gelar pameran foto karya pemenang lomba foto lokal. (Foto: Merahputih.com/Zulthan Vigilio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

YAYASAN Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mengadakan pameran 150 foto terbaik karya fotografer Indonesia. Karya terpilih ini hasil dari ajang kompetisi foto global melalui rangkaian “Misi Lestari 2023: See Nature”.

Melalui pameran ini, para pengunjung dapat melihat serta menambah wawasan mengenai keindahan alam Indonesia yang diabadikan menggunakan lensa kamera. Pameran berlangsung di lantai Lower Ground Senayan City Mall, Jakarta, pada 13-19 November 2023.

Tahun ini, YKAN mendukung kegiatan Global Photo Contest yang diselenggarakan oleh mitra globalnya, The Nature Conservancy, dari 30 Agustus sampai 23 September 2023. Kontes foto tahun ini mengusung tema “See Nature” dan diikuti sekira 192 ribu peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Perlombaan foto yang beberapa waktu lalu diadakan, itu bukan pertama kalinya, 2022 kita juga sempat mengadakan. Dan di tahun ini saya melihat ada lonjakan sampai lima kali lipat dari tahun sebelumnya. Tahun ini para kontestan dari Indonesia sangat banyak, sekitar 23 ribu. Padahal di tahun lalu, hanya sekitar 6 ribu,” ujar Priscilla Christin, Direktur Komunikasi YKAN dalam konferensi pers di Senayan City Mall, Jakarta (14/11).

Baca juga:

'Disabilitas Merdeka' Ajak Penyandang Disabilitas Kembangkan Kreativitas

Body 1_Pameran foto terdiri dari 12 kategori foto yang tentang keanekaragaman hayati Indonesia. (Foto: Merahputih.com/Zulthan Vigilio)
Pameran foto terdiri dari 12 kategori tentang keanekaragaman hayati Indonesia. (Foto: Merahputih.com/Zulthan Vigilio)

Ada 23 ribu foto dari Indonesia diunggah dalam ajang global. Dari jumlah itu, hanya 150 foto terpilih yang bisa mengikuti kontes foto lokal dengan juri-juri terkenal di skena fotografi seperti Arbain Rambey, Riza Marlon, dan Marrysa Tunjung Sari.

Lomba foto ini terbagi atas 12 kategori, yaitu Manusia dan Alam, Tumbuhan dan Jamur, Mamalia, Burung, Reptil dan Amfibi, Foto dari Udara, Iklim, Kehidupan Bawah Laut, Air Tawar, Daratan, Serangga, dan Perairan.

Masing-masing kontestan berlomba memenangi juara tiap kategori. Dalam ajang ini, para juri tidak hanya mengkurasi dari segi teknis, tetapi juga memerhatikan kualitas lain dari tiap foto, seperti kejujuran, orisinalitas ide, dan kelangkaan mendapatkan momen.

“Jadi, pemilihan foto dari kami para juri bukan hanya soal komposisi foto, melainkan etik juga kami utamakan. Kami sangat memerhatikan etika foto khususnya satwa liar. Karena banyak sekali fotografer yang hobi membuat rekayasa foto terhadap hewan-hewan langka. Kunci utama fotografi, ya harus jujur,” ucap Riza Marlon, juri lomba Foto Lokal sekaligus fotografer kawakan.

Baca juga:

YKAN Kampanyekan Lestari Alam Indonesia lewat Hobi

pameran
Tinton menceritakan kembali momen dirinya mengabadikan tiga beruk yang bebas dari perdagangan satwa. (Foto: Merahputih.com/Zulthan Vigilio)

Pemenang lomba foto lokal dari kategori mamalia, Tinton Aryo, sedikit bercerita mengenai hasil karyanya yang mampu memotret tiga beruk dengan ekspresi yang terbilang unik.

“Jadi, foto beruk itu sedikit buat hati saya tersentuh. Hewan mamalia tersebut hasil penyelamatan dari perdagangan satwa. Asal muasal tiga ekor beruk ini kala itu baru diselamatkan dari pelabuhan Bakauheni," tutur Tinton.

Ia melanjutkan, kejadian foto ini hanya beberapa detik. Saat itu, tiga beruk tersebut ingin memanjat ranting secara bersamaan. "Dan saya langsung sikat momen tersebut,” kata Tinton sambil meneteskan air mata.

Priscilla berharap lomba foto tentang alam seperti ini terus ada dan semakin banyak peminatnya pada masa depan.

“Berharapnya, tahun depan akan ada lagi ajang ini. Karena menurut saya lewat kontes foto ini kita juga ingin mengahak masyarakat melihat dan mengetahui betapa kayanya Indonesia. Paling utama kami berharap kedepannya juga semakin banyak yang turut melindungi kekayaan alam Indonesia,” tutupnya. (zvw)

Baca juga:

Foto Orangutan Menangkup Air Gunakan Daun Kering Jadi Pemenang IAPVC 2023

#November Sebangsa Berkibar #Fotografi #Pameran Foto
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
PFI Gelar Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026, Bangkitkan Semangat Berkarya di Tengah Kelesuan Industri Media
Anugerah Pewarta Foto Indonesia merupakan ajang penghargaan paling bergengsi untuk insan wartawan foto di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
PFI Gelar Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026, Bangkitkan Semangat Berkarya di Tengah Kelesuan Industri Media
Indonesia
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Watermark pada produk teknologi kecerdasan buatan tersebut penting guna membantu masyarakat, terutama orang tua maupun lanjut usia (lansia) yang tidak mengikuti perkembangan di era teknologi digital sekarang ini.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Tekno
Xiaomi 15T Series Hadir, Masih Yakin Mau Bawa Kamera Berat Saat Traveling?
Xiaomi 15T Series mengusung Leica Summilux optical lens dengan dukungan dua Leica photographic styles yakni Leica Authentic Look dan Leica Vibrant Look
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Januari 2026
Xiaomi 15T Series Hadir, Masih Yakin Mau Bawa Kamera Berat Saat Traveling?
Indonesia
Kisah Tatar Sunda dalam Pameran Foto ’Sakakala’, Imaji Budaya untuk Edukasi dan Promosi Pariwisata
Pameran ini menampilkan 101 foto karya teman-teman ANTARA, dan 27 foto arsip dari KITLV Universitas Leiden.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Kisah Tatar Sunda dalam Pameran Foto ’Sakakala’, Imaji Budaya untuk Edukasi dan Promosi Pariwisata
Fun
Sony A7 V Meluncur dengan Sensor 33 MP dan AI Canggih, Intip Keunggulannya
Sony A7 V hadir dengan sensor 33 MP, prosesor BIONZ XR2 berbasis AI, video 7K oversampled, dan autofocus canggih. Rilis Desember 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Sony A7 V Meluncur dengan Sensor 33 MP dan AI Canggih, Intip Keunggulannya
Indonesia
Pengelola GBK Siapkan Aturan Anyar Bagi Komunitas Fotografi, Foto Kegiatan Komersil Harus Bayar
Kegiatan dokumentasi pribadi diperbolehkan dengan menggunakan ponsel, kamera mirrorless, DSLR, atau kamera aksi, termasuk penggunaan tongkat swafoto (tongsis), dan monopod.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Oktober 2025
Pengelola GBK Siapkan Aturan Anyar Bagi Komunitas Fotografi, Foto Kegiatan Komersil Harus Bayar
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Diminta Segera Tata Ulang Izin Foto Komersial di Tebet Eco Park
Sebab, taman tersebut didesain sebagai ruang terbuka hijau yang inklusif
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Pemprov DKI Jakarta Diminta Segera Tata Ulang Izin Foto Komersial di Tebet Eco Park
Indonesia
Tarif Resmi Fotografi Komersial di Tebet Eco Park dan RTH Jakarta
Untuk aktivitas fotografi dengan tujuan komersial, Distamhut menetapkan tarif yang diatur sesuai dengan aturan retribusi resmi daerah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Tarif Resmi Fotografi Komersial di Tebet Eco Park dan RTH Jakarta
Indonesia
Viral Komunitas Fotografer Minta Pungutan Rp 500 Ribu, Anak Buah Pramono Tegaskan Taman Eco Park Bukan Lahan 'Preman' Berkedok Komunitas
Fajar menekankan pentingnya pemahaman bersama
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Viral Komunitas Fotografer Minta Pungutan Rp 500 Ribu, Anak Buah Pramono Tegaskan Taman Eco Park Bukan Lahan 'Preman' Berkedok Komunitas
Indonesia
Viral Pungli Foto di Tebet Eco Park, Pemprov DKI Tegaskan Taman Milik Bersama
Tindakan tersebut merugikan pengunjung sekaligus menodai citra taman sebagai ruang interaksi sosial yang terbuka bagi semua kalangan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Viral Pungli Foto di Tebet Eco Park, Pemprov DKI Tegaskan Taman Milik Bersama
Bagikan