MerahPutih.com - Saat ini Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau. Untuk itu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi menyarankan pria tidak mengenakan celana ketat ketika cuaca sedang sangat terik guna menjaga kualitas sperma.
"Kalau cuaca buruk yang panas sekali bisa menyebabkan gangguan pada testis, bisa memicu gangguan dari pembentukan sperma," kata dr. William Timotius Wahono, Sp.OG di Jakarta, dilansir Antara, Senin (15/7).
Menurut dia, celana yang longgar dapat membantu memudahkan sirkulasi udara khususnya ketika cuaca terlampau panas.
"Untuk mengurangi (risiko gangguan pembentukan sperma) harus pakai celana yang longgar supaya tidak terlalu panas," imbuh dokter di Klinik Kesehatan Happy Baby Inc, Jakarta Barat itu.
Baca juga:
Sebaliknya, dr William menjelaskan cuaca terlalu panas bagi perempuan bisa berdampak pada daerah kewanitaan yakni membuatnya lebih lembap sehingga menyebabkan mudahnya terjadi keputihan abnormal.
Namun, dia menegaskan cuaca ekstrem sebenarnya tidak mempengaruhi siklus menstruasi bagi perempuan. Meski demikian, dia tetap menganjurkan kaum hawa untuk sering mengganti celana dalam saat daerah kewanitaan lembap akibat cuaca terik.
"Jadi biasanya ada yang malah pembalut, pantyliner (pembalut yang berukuran lebih kecil) sepanjang hari dan itu malah membuat tambah lembap dan bisa memicu terjadinya keputihan yang abnormal," tandasnya. (*)