Ozempic, Obat Diabetes yang Jadi Favorit Selebritas untuk Turunkan Bobot

P Suryo RP Suryo R - Senin, 14 November 2022
Ozempic, Obat Diabetes yang Jadi Favorit Selebritas untuk Turunkan Bobot

Ozempic belum disetujui untuk penurunan berat badan, sementara Wegovy (semaglutide dosis tinggi) memang untuk obesitas. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MILIARDER Elon Musk pernah menggunakannya dan memuji obat yang membuatnya mengalami penurunan berat badan drastis. Diberitakan pula bahwa banyak selebritas menggunakannya untuk tetap langsing.

TikTok pun penuh dengan influencer yang memamerkan foto mereka sebelum dan sesudah penurunan berat badan yang mengejutkan karena mengonsumsi obat itu.

Ozempic merupakan merk dagang obat yang disebut semaglutide. Pada 2017 obat ini mendapatkan izin penggunaan untuk mengobati diabetes tipe 2. Tahun lalu, ada satu lagi obat yang disetujui untuk menurunkan berat badan, Wegovy.

Banyaknya testimoni penurunan berat badan berat dua obat itu telah membuat stoknya habis di mana-mana, demikian menurut Food and Drug Administration (FDA) AS. Pihak FDA memperkirakan kekurangan obat ini akan berlangsung selama beberapa bulan sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran di antara pasien diabetes yang mengandalkan Ozempic untuk membantu mengontrol gula darah mereka.

Para ahli memperingatkan bahwa penting untuk dipahami bahwa Ozempic dan Wegovy bukanlah obat ajaib, dan ada risiko untuk jika menggunakannya di luar tujuan penggunaannya.

Baca Juga:

Mengenal Lebih Jauh Khasiat Minyak Biji Meadowfoam bagi Kulit

obat
Semaglutide memberi sinyal pada pankreas untuk membuat insulin dan juga menurunkan glukagon untuk mengontrol gula darah. (freepik/jcomp)

Fungsi awal obat


Semaglutide membantu menurunkan gula darah dengan meniru hormon yang secara alami dikeluarkan saat makanan dikonsumsi, demikian menurut asisten profesor Ariana Chao di University of Pennsylvania School of Nursing dan direktur medis di Center for Weight and Eating Disorders.

Obat ini, diberikan melalui suntikan, membantu orang merasa kenyang lebih lama, membantu mengatur nafsu makan, dan mengurangi rasa lapar dan keinginan makan.

Ada permintaan yang signifikan untuk obat tersebut. Pada 2019, lebih dari 11 persen populasi didiagnosis menderita diabetes, sementara lebih dari empat dari sepuluh orang dewasa tergolong obesitas pada 2020.

Chao mengatakan bahwa pasien dengan diabetes tipe 2 sering mengalami gangguan insulin. Hormon yang membantu memecah makanan dan mengubahnya menjadi bahan bakar yang dapat digunakan tubuh. Semaglutide memberi sinyal pada pankreas untuk membuat lebih banyak insulin dan menurunkan glukagon, yang membantu mengontrol kadar gula darah.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan. Tetapi para ahli menunjukkan bahwa Ozempic belum disetujui untuk tujuan tersebut. Sementara, semaglutide pada dosis yang lebih tinggi yaitu Wegovy, telah disetujui penggunaannya untuk penanganan obesitas.

Wegovy adalah obat pertama sejak 2014 yang disetujui untuk manajemen berat badan kronis. Perbedaan antara kedua obat tersebut adalah Wegovy diberikan dengan dosis semaglutide yang lebih tinggi daripada Ozempic.

Uji klinis Wegovy menunjukkan lebih banyak penurunan berat badan. Tetapi menurut Chao, sebenarnya hanya perbaikan yang sedikit lebih banyak dalam kontrol glikemik dibandingkan dengan Ozempic.

FDA melihat Ozempic dan Wegovy sebagai dua obat berbeda untuk kegunaan berbeda. Ozempic untuk menangani diabetes, sementara Wegovy yang merupakan obat semaglutide dosis tinggi memang untuk obesitas.

Itulah mengapa beberapa penyedia medis menggunakan dua dosis secara bergantian. Karena obesitas dan diabetes tipe 2 punya hubungan yang erat. Obesitas adalah faktor risiko utama untuk mengembangkan diabetes tipe 2.

Baca Juga:

Intrusive Thoughts, Pikiran Acak yang Bisa Membahayakan Diri

obat
Ozempic merupakan merk dagang obat yang disebut semaglutide untuk mengobati diabetes tipe 2. (freepik/stefamerpik)

Apa saja risikonya?


Seperti setiap obat, ada efek samping yang ditimbulkan. Menurut Chao, efek samping yang paling umum adalah masalah gastrointestinal, seperti mual, sembelit, dan diare, dan lebih jarang, pankreatitis, penyakit kandung empedu, dan retinopati diabetik.

Obat-obatan ini telah dipelajari secara ekstensif, tetapi karena obat ini baru mendapatkan izin penggunaan, para peneliti masih belum tahu apa efek dari konsumsi dalam jangka panjang.

Penelitian lebih lanjut dapat memberikan pemahaman lebih pasti mengenai yang terjadi ketika orang berhenti minum obat tersebut, yang mungkin terpaksa dilakukan oleh banyak orang di tengah kekurangan stok saat ini.

Penelitian menunjukkan bahwa menghentikan penggunaan obat ini dapat menyebabkan berat badan pasien kembali naik, terutama jika mereka tidak melakukan perubahan gaya hidup.

"Di hampir semua studi penurunan berat badan, itu sangat tergantung pada fondasi kamu," kata ahli endokrin Sun Kim dari Stanford.

“Upaya perubahan gaya hidup akan menentukan berapa banyak berat badan yang kamu turunkan. Jika kamu memiliki fondasi seperti makanan, olahraga, dan tidur, kamu akan melakukannya dengan baik,” ujarnya.

Jika tidak, berat badan kamu mungkin akan kembali naik hingga 20 persen dari berat badan yang hilang per tahun. (aru)

Baca Juga:

Bahaya, Almond Mom Picu Gangguan Makan pada Anak

#Kesehatan #Gula #Diabetes Tipe 2
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Bagikan