Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jateng Bisa Jadi Wilayah Pendukung Swasembada Gula, DPR Dukung Hentikan Impor

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Desember 2025
Jateng Bisa Jadi Wilayah Pendukung Swasembada Gula, DPR Dukung Hentikan Impor

Aktivitas industri gula ID FOOD. Holding BUMN Pangan ID FOOD pastikan terus serap gula petani secara cepat dan terukur sepanjang musim giling 2025 untuk jaga stabilitas harga gula dari hulu hingga hil

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2026 dan menghentikan impor gula putih mulai awal tahun tersebut.

Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah, mendukung kebijakan tersebut dan menilai Wilayah Jawa Tengah dinilai punya potensi besar dalam menopang kebutuhan konsumsi gula nasional.

“Indonesia memiliki kemampuan dan kapasitas dalam pengelolaan gula konsumsi. Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, swasembada gula konsumsi bukan hal yang mustahil. Ini bagian penting dari upaya mencapai ketahanan pangan nasional,” ujar Hindun Anisah, Rabu (24/12).

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi gula nasional saat ini mencapai 2,68 juta ton. Pemerintah menargetkan produksi gula nasional pada 2026 dapat menembus 3 juta ton sehingga kebutuhan gula konsumsi dalam negeri dapat dipenuhi tanpa impor.

Legislator asal Jawa Tengah itu mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian yang mengakselerasi pengembangan tebu dengan menjadikan Jawa Timur sebagai penopang utama produksi gula nasional. Lebih dari 50 persen kebun tebu nasional berada di Jawa Timur, sehingga capaian swasembada sangat ditentukan oleh keberhasilan di wilayah tersebut.

Meski demikian, Hindun menilai Jawa Tengah juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap target swasembada gula konsumsi. Sejumlah pabrik gula dan sentra tebu di provinsi tersebut menunjukkan tren peningkatan produksi.

Ia mencontohkan Pabrik Gula Rendeng di daerah pemilihannya yang menargetkan produksi 20 ribu ton gula pada masa giling 2025 dengan masa giling selama 140 hari. Target itu meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 10 ribu ton.

“Peningkatan target produksi di PG Rendeng dipengaruhi perluasan areal tanam, perbaikan teknis budidaya, serta dukungan pemerintah pusat. Ini membuktikan daerah siap mendukung target swasembada gula nasional,” ujarnya.

Hindun menegaskan komitmen pemerintah harus konsisten, terutama dalam menutup keran impor gula konsumsi. Ia mengingatkan agar kebijakan swasembada tidak hanya menjadi target di atas kertas.

“Pemerintah harus memastikan impor benar-benar dihentikan. Jika pada 2026 masih terjadi impor gula konsumsi, harus ada sanksi tegas. Ini penting untuk menjaga kepercayaan petani dan melindungi produksi dalam negeri,” katanya.

Menurut Hindun, keberhasilan swasembada gula konsumsi akan berdampak signifikan terhadap perekonomian petani tebu. Tanpa impor, hasil produksi petani dapat terserap optimal, harga lebih stabil, dan kesejahteraan petani meningkat.

“Petani harus menjadi pelaku utama yang merasakan manfaat swasembada. Mereka adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional,” tutup Hindun. (Pon)

#Gula #Swasembada Pangan #Impor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Terapkan B50, ini Target Besar di Balik Program Biodiesel
Indonesia sudah resmi menerapkan B50. Kini, Indonesia menjadi negara pertama yang pakai biodiesel 50 persen.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Terapkan B50, ini Target Besar di Balik Program Biodiesel
Indonesia
Luncurkan B50, Prabowo: Berdosalah Pemimpin Yang Berbohong Kepada Rakyat
Presiden juga mengatakan sejak sebelum dilantik dirinya telah menekankan kepada tim inti dan para penasihatnya pentingnya mewujudkan swasembada pangan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Luncurkan B50, Prabowo: Berdosalah Pemimpin Yang Berbohong Kepada Rakyat
Indonesia
Cadangan Devisa Indonesia Cuma Naik Tipis, Cukup Buat 5,5 Bulan Impor
Pada RDG Bulanan 18 Juni 2026, BI juga melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Cadangan Devisa Indonesia Cuma Naik Tipis, Cukup Buat  5,5 Bulan Impor
Indonesia
Prabowo Ungkap Indonesia Mau Buka Ekspor Bahan Pangan, Asal Petani Tak Rugi
Prabowo mengatakan Indonesia kini memiliki surplus pupuk sehingga dapat memenuhi kebutuhan negara lain yang mengajukan permintaan.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Ungkap Indonesia Mau Buka Ekspor Bahan Pangan, Asal Petani Tak Rugi
Indonesia
Presiden Prabowo: Kita tak akan Swasembada Satu Tahun, tapi Seterusnya
Prabowo menegaskan hasil yang mulai terlihat saat ini merupakan buah dari kerja keras yang telah dilakukan selama beberapa waktu.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Presiden Prabowo: Kita tak akan Swasembada Satu Tahun, tapi Seterusnya
Indonesia
Prabowo Ingin Tiap Desa Swasembada, Bakal Tercapai Dengan Inovasi
Peningkatan produktivitas pertanian itu memperkuat upaya Indonesia menuju swasembada pangan dan lumbung pangan dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Ingin Tiap Desa Swasembada, Bakal Tercapai Dengan Inovasi
Indonesia
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berada dalam posisi kuat di sektor pangan. Ia mengungkap Australia dan sejumlah negara lain meminta pasokan pupuk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Indonesia
Kemenkeu Sita 43 Kontainer Berisi 4.687 Barang Bekas Senilai Rp 37,5 Miliar
Peredaran pakaian bekas impor ilegal berpotensi menimbulkan berbagai kerugian immaterial, seperti mengganggu citra bangsa dan penyebaran penyakit dari bakteri atau virus yang melekat pada pakaian bekas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
Kemenkeu Sita 43 Kontainer Berisi 4.687 Barang Bekas Senilai Rp 37,5 Miliar
Indonesia
Kemarau 2026: Pemerintah Genjot Teknologi Hemat Air dan Pola Tanam Efisien Jaga Target Swasembada
Pemerintah siapkan teknologi hemat air, percepatan tanam, dan 57 ribu pompa untuk menghadapi kemarau 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Kemarau 2026: Pemerintah Genjot Teknologi Hemat Air dan Pola Tanam Efisien Jaga Target Swasembada
Indonesia
B50 Segera Meluncur 1 Juli 2026, Indonesia Berpeluang Hemat Devisa Rp 157 Triliun
BBM B50 segera meluncur 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut bisa menghemat devisa negara hingga Rp 157 triliun.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
B50 Segera Meluncur 1 Juli 2026, Indonesia Berpeluang Hemat Devisa Rp 157 Triliun
Bagikan