Kesehatan Mental

Intrusive Thoughts, Pikiran Acak yang Bisa Membahayakan Diri

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 10 November 2022
Intrusive Thoughts, Pikiran Acak yang Bisa Membahayakan Diri

Cover_Ada pikiran acak yang suka datang ke otak dan bernama intrusive thoughts. (Foto: Pexels/Brett Sayles)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEORANG perempuan berambut pirang hendak memotong apel dengan sebuah pisau buah warna hitam. Namun, tiba-tiba pasangannya meraih pisau itu dan menusuknya serta seorang gadis yang duduk di dekat mereka hingga tewas.

Adegan itu sebenarnya tidak benar-benar terjadi. Itu hanya muncul di otak perempuan tadi ketika ia memandang sebilah pisau di film pendek bertajuk Intrusive Thoughts pada kanal YouTube Rebecca Chiafullo. Pikiran ini disebut sebagai intrusive thoughts, seperti judul filmnya.

Diberitakan Healthline, intrusive thoughts adalah sebuah pikiran acak yang mendadak muncul di otak ketika kita melakukan sesuatu dan biasanya tidak menyenangkan. Sebenarnya pikiran ini tidaklah berbahaya selama kita menyadari itu hanya terjadi di dalam otak dan tidak berusaha diwujudkan dalam dunia nyata. Namun, jika seseorang mulai kesulitan mengendalikan pikiran dan selalu ingin mewujudkannya, maka hal ini bisa jadi hal yang serius.

Secara garis besar, pikiran ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Misalnya tentang infeksi bakteri, tindak kekerasan dan agresif, melakukan tugas dengan salah, berbuat tindakan tak bermoral, tindakan seksual, dan bertindak aneh di hadapan publik.

Pikiran ini biasanya datang secara acak dan tidak sering terjadi. (Foto: Pexels/Anastasia Shuraeva)

Intrusive thoughts biasanya muncul secara tiba-tiba dan hilang begitu saja. Meski ini hal yang wajar, tetapi pikiran seperti ini biasanya tidak sering hadir. Hanya sesekali dalam beberapa bulan saja. Namun, bagi beberapa orang yang menderita penyakit trauma otak, demensia, dan Parkinson, kondisi ini lebih rentan terjadi kepada mereka.

Jika mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran intrusive thoughts, ada sejumlah cara yang dapat dicoba untuk menghindarinya menghantui pikiranmu. Pertama adalah terapi cognitive behavioral. Ketika melakukan terapi ini, kamu akan dipandu oleh seorang terapis untuk membantumu merasa lebih tenang. Terapis juga akan membantumu mencari hal yang bisa memicu munculnya intrusive thoughts.

Kedua adalah dengan obat-obatan. Namun, hal ini harus dengan panduan, pengawasan, dan resep dari dokter, ya. Sebab, biasanya obat baru akan diberikan untuk pasien yang kondisinya sudah lebih parah misalnya OCD atau PTSD.

Intrusive thoughts bisa sangat mengganggu jika muncul terlalu sering dan sulit dikendalikan. (Foto: Pexels/Athena)

Terakhir adalah dengan self-care. Sosok yang paling mengerti isi pikiran adalah diri sendiri. Dengan sesi self-care, kamu bisa lebih memahami apa yang memicu pemikiran ini dan bagaimana cara mengatasi supaya pikiran itu tak berubah jadi perbuatan nyata. (mcl)

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan