OTT Depok: KPK Tangkap Hakim PN Depok, Diduga Terima Suap Perkara

ImanKImanK - Kamis, 05 Februari 2026
OTT Depok: KPK Tangkap Hakim PN Depok, Diduga Terima Suap Perkara

Gedung KPK - Antara/Hafidz Mubarak A

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, operasi senyap dilakukan di Depok, Jawa Barat, pada Kamis malam (5/2/2026). Penangkapan tersebut langsung menyita perhatian publik karena disebut-sebut menyeret hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya penindakan tersebut. Namun, ia belum membeberkan identitas pihak yang diamankan maupun detail perkara yang tengah ditangani.

“Benar ada penangkapan di wilayah Depok,” kata Fitroh saat dikonfirmasi wartawan, Kamis malam.

Baca juga:

KPK Lakukan OTT di Depok Jawa Barat

OTT Depok: Fakta Awal Diduga Suap Perkara

Seiring berjalannya pemeriksaan awal, KPK mengonfirmasi bahwa OTT Depok diduga berkaitan dengan praktik suap perkara. Fitroh menyebut, salah satu pihak yang diamankan merupakan hakim yang bertugas di PN Depok.

“Suap perkara,” ujar Fitroh singkat.

Dalam operasi tersebut, penyidik KPK turut mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp850 juta. Uang tersebut diduga kuat berkaitan langsung dengan perkara yang sedang ditangani di pengadilan.

Meski demikian, KPK masih merahasiakan konstruksi lengkap perkara, termasuk pihak pemberi dan penerima suap. Lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap.

KPK
KPK Pamerkan Uang Rp1 Miliar Hasil OTT Suap Restitusi Pajak di KPP Madya Banjarmasin

PN Depok Jadi Sorotan Publik

Penangkapan hakim dalam OTT Depok membuat PN Depok langsung menjadi sorotan. Dugaan praktik suap perkara kembali memunculkan kekhawatiran publik terhadap integritas lembaga peradilan.

Baca juga:

KPK Tetapkan Bos Pajak Banjarmasin sebagai Tersangka Kasus Restitusi Pajak

KPK menegaskan, penindakan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga antirasuah untuk membersihkan praktik korupsi, termasuk di sektor penegakan hukum.

Fitroh memastikan, seluruh informasi resmi terkait status hukum dan kronologi OTT Depok akan disampaikan melalui konferensi pers setelah proses pemeriksaan awal rampung.

“Kami akan sampaikan secara lengkap pada waktunya,” tegas Fitroh.

OTT Depok Jadi Rangkaian Operasi KPK Sepekan Terakhir

OTT di Depok menambah daftar panjang operasi senyap KPK dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, KPK lebih dulu menggelar OTT terkait Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin serta Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Baca juga:

KPK Ungkap Skandal Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Terima Rp 800 Juta

Dari OTT KPP Madya Banjarmasin, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono, fiskus Dian Jaya Demega, serta Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti Venasius Jenarus Genggor.

“Berdasarkan kecukupan alat bukti, KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan tiga tersangka,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK.

Selain itu, KPK juga menangkap 17 orang dalam OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dari operasi tersebut, penyidik menyita uang tunai dalam berbagai mata uang serta logam mulia.

#OTT PN Depok #OTT Depok #KPK #Ott Kpk
Bagikan
Ditulis Oleh

ImanK

Berita Terkait

Berita
OTT Depok: KPK Tangkap Hakim PN Depok, Diduga Terima Suap Perkara
OTT Depok kembali mengguncang publik. KPK menangkap hakim PN Depok dengan barang bukti Rp850 juta. Dugaan suap perkara masih didalami.
ImanK - Kamis, 05 Februari 2026
OTT Depok: KPK Tangkap Hakim PN Depok, Diduga Terima Suap Perkara
Indonesia
KPK Lakukan OTT di Depok Jawa Barat
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
KPK Lakukan OTT di Depok Jawa Barat
Indonesia
KPK Ungkap Skandal Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Terima Rp 800 Juta
KPK mengungkap skandal restitusi pajak. Kepala KPP Madya Banjarmasin diketahui menerima uang senilai Ro 800 juta.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
KPK Ungkap Skandal Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Terima Rp 800 Juta
Berita Foto
KPK Pamerkan Uang Rp1 Miliar Hasil OTT Suap Restitusi Pajak di KPP Madya Banjarmasin
Petugas menunjukkan barang bukti uang sitaan dari OTT terkait pengajuan restitusi pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Didik Setiawan - Kamis, 05 Februari 2026
KPK Pamerkan Uang Rp1 Miliar Hasil OTT Suap Restitusi Pajak di KPP Madya Banjarmasin
Indonesia
KPK Tetapkan Bos Pajak Banjarmasin sebagai Tersangka Kasus Restitusi Pajak
KPK menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pengajuan restitusi pajak. KPK amankan barang bukti uang Rp 1 miliar.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
KPK Tetapkan Bos Pajak Banjarmasin sebagai Tersangka Kasus Restitusi Pajak
Indonesia
OTT KPK Ungkap Dugaan Suap Pajak Perusahaan Sawit di Banjarmasin
KPK mengungkap adanya dugaan suap pajak perusahaan sawit di Banjarmasin. Kasus ini menjerat pihak swasta dalam dugaan suap tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
OTT KPK Ungkap Dugaan Suap Pajak Perusahaan Sawit di Banjarmasin
Indonesia
Anak Buahnya Kena OTT KPK, Menkeu Purbaya Tak Bisa Lagi Ngeles Desakan Bersih-Bersih
MAKI mendorong Menkeu Purbaya segera melakukan pembersihan di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Anak Buahnya Kena OTT KPK, Menkeu Purbaya Tak Bisa Lagi Ngeles Desakan Bersih-Bersih
Indonesia
KPK Tangkap Kepala KPP Banjarmasin Terkait Dugaan Suap Restitusi PPN
KPK mengamankan tiga orang dalam OTT di Banjarmasin, termasuk Kepala KPP Madya Banjarmasin, terkait dugaan suap restitusi PPN sektor perkebunan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
KPK Tangkap Kepala KPP Banjarmasin Terkait Dugaan Suap Restitusi PPN
Indonesia
KPK Gelar OTT di Jakarta dan Lampung, Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas
KPK menggelar OTT di Kantor Pusat Bea Cukai Jakarta dan Lampung. Sejumlah pihak diamankan, termasuk eks Direktur Penindakan. Barang bukti uang miliaran rupiah dan 3 kg logam mulia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
KPK Gelar OTT di Jakarta dan Lampung, Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas
Indonesia
OTT KPK di Banjarmasin Terkait Restitusi Pajak
Sebelumnya, KPK mulai melakukan OTT pertama di 2026 dengan menangkap delapan orang selama 9-10 Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
OTT KPK di Banjarmasin Terkait Restitusi Pajak
Bagikan